Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+62


__ADS_3

"Hei, cowok yang namanya Rakha terus mukanya mirip sama Dhante itu beneran tunangan lu?" kata Luchas sambil memeluk Vani dari belakang.


"Lepas gak?!" bentak Vani.


"Biarin gue gini aja bentar, sebentarr aja." kata Luchas.


"Gue ga tau kalo dia tunangan gue, gue ga kenal sama mereka." kata Vani.


"Napa lu ga inget?" tanya Luchas.


"Kecelakaan yang bikin gue amnesia sementara." kata Vani.


"Tapi kalo gue pikir amnesia lu tuh aneh deh Van." kata Luchas.


"Hemm???" kata Vani.


"Iya! Masa yang lu inget cuma Nian doang terus kecelakaan lu juga gajelas." kata Luchas.


"Gue kecelakaan mobil kata kak Nian." kata Vani.


"Kayak ada yang salah nih Van. Gue merasa ada yang ga masuk akal." kata Luchas.


"Apanya yang ga masuk akal?" tanya Dhante dari belakang.


"Nyamuk kurang kerjaan! Gangguin orang lagi pacaran aja!" kata Luchas.


Seketika ada yang retak tapi bukan kaca...


"Oh yaudah gue tidur lagi." kata Dhante.


"Rasain luu!!" kata Luchas dalam hati.


"Seru banget ya haha." kata Vani dengan ketawa iblisnya.


"Iya seru haha." kata Luchas sambil ngusap kepala Vani dengan lembut.


"Udah gue mau tidur bye!" kata Vani sambil pergi ke kamarnya.


"Oke dadah!" kata Luchas.


"Vani gue ga bakal lepasin elu selamanya." kata Luchas dalam hati.

__ADS_1


Setelah itu mereka semua pun tidur...


Keesokan harinya•••


"Vani, lu udah siap siap? yok berangkat." kata Luchas.


"Tunggu diluar." kata Vani.


"Okee oh iya Van gimana sama tamu tamu ga diundang ini?" kata Luchas.


"Biarin terserah mereka." kata Vani.


"Hemm oke tapi Van temen lu yang namanya Venom tuh ga keluar keluar kamar mandi dari tadi malem." kata Luchas.


"Biarin, ayo berangkat." kata Vani sambil keluar dari kamarnya.


"Ok eh bentar Daniel mana?" kata Luchas.


"Banyak tanya lu ah! biarin ajee." kata Vani sambil menarik tangan Luchas.


"Hehee." tawa Luchas.


"Nggak hehe." kata Luchas.


"Idih." kata Vani.


"Hei Van." kata Luchas.


"Apa?" Jawab Vani.


"Lu suka sama siapa?" tanya Luchas.


"Hah? Gaada." kata Vani dengan wajah cemberut.


"Jujur aja Van." kata Luchas.


"Gue ga suka siapa siapa tapi di hati gue kek ada orang yang paling gue cintai!" kata Vani sambil pergi berlari ke dalam kelas.


"A-apa maksudnya?" kata Luchas.


Sejak percakapan itu Vani dan Luchas jarang berbicara...

__ADS_1


2 Minggu kemudian...


"Hei Van, Lexa ama gue mau kembali ke habitat masing masing nih." kata Nian.


"Pulang?" kata Vani.


"Iya, gue juga masih ada urusan disana hehe oh iya makasih ya tumpangannya." kata Nian.


"Sama sama kak hati hati dijalan ya." kata Vani.


Setelah kepulangan Nian dan Lexa... satu minggu kemudian...


"Van kita pulang dulu ya makasi." kata Byan.


"Ok hati hati." kata Vani.


Merekapun pulang...


Dan asrama Vani kembali sepi...


"Hei Van lu udah tau berita terkini belum??" kata Luchas.


"Apa?" kata Vani.


"Lu lumayan kepo ya haha." kata Luchas.


"Beri tau!" kata Vani.


"Oke oke, jadi hari ini sebelum Dhante pulang ke asrama dia nembak Bryna." kata Luchas.


"Si cewek imut itu?" kata Vani.


"Iya haha gue jadi iri deh." kata Luchas.


"Masa lu mau iri sama cewek? gilee." kata Vani.


"Nggak gue iri soalnya gue masih jomblo." kata Luchas.


"Cari cewek aje lah! lu kan banyak yang suka! napa ribet amat!" kata Vani.


"Tapi Van cuma ada satu cewek yang gue cintai dan itu elu." kata Luchas.

__ADS_1


__ADS_2