
"OWOOYY!!!!" teriak Luchas dan Nian.
"Santai aja napa uwoe!" kata Vani.
"Napa lu bangun tiba tiba njirt! bikin kaget ajee." kata Nian.
"Kak gue mimpi ada orang yang nyelametin gue." kata Vani.
"Hah??!! Gimana gimana??!" kata Nian.
Dalem hati Nian -"Masa ingatan dari kejadian itu?!"
"Gue mimpi kalo ada cowok yang lagi gendong gue dan dia niat nyelametin gue dari orang orang jahat!" kata Vani.
"Van, itu cuma mimpi jangan dianggap serius ya." kata Nian dengan senyum pahit.
Vani curiga dengan senyum pahit kakaknya itu, sepertinya dibalik senyumannya itu ada sesuatu yang Nian sembunyikan dari Vani.
"Kak lu tau kan kalo 'Kebenaran harus di ungkapkan walau itu pahit'??" kata Vani.
"Van gue laper nyemil yok." kata Dhante.
"Kesambet apaan lu! kok tiba tiba jadi manja gitu!" kata Luchas.
"Dahlah gue ngomong sama Vani bukan sama elu." kata Dhante sambil menarik Vani pergi ke dapur.
"Kak Ni?? kok dari tadi bengong si?" tanya Luchas.
"Lu merasa aneh gak sama si Dhante?" kata Nian.
"Hemmm iya sih aneh." kata Luchas.
"Kok gue semakin yakin kalo dia itu si Rakha ya." kata Nian.
"Rakha tuh siapa?" kata Luchas.
__ADS_1
Dengan begoonya Nian menjawab "Tunangannya Vani."
"Whatt??!!" kata Daniel terkejoet.
"Apasi coeg! gue kaga percaya dah! gue mau ke dapur! bye!!" kata Luchas.
"Siapa Rakha?" tanya Daniel dengan muka polosnya.
"Lu gak denger ya!! Rakha tuh tu... Alamak!! gue keceplosan!!!" kata Nian.
"Hahh???" kata Daniel.
Disisi lain yaitu Dapur•••
"Hei lu bakalan percaya ga sama omongan gue?" tanya Vani kepada Dhante.
"Ya, gue bakal percaya." jawab Dhante.
"Ok, kalo gue bilang yang nyelametin gye di mimpi tuh elu gimana?" kata Vani.
"Hei gausah pura pura beg*." kata Vani sambil menuangkan air panas untuk teh.
"Apaansih." kata Dhante.
"Kalo gue bilang lu mirip seseorang yang gue cintai gimana??!" bentak Vani.
DEG!!
"Ahahah halu lu deh!" kata Dhante.
"Gue lagi ga bercanda." kata Vani.
"Heh Van gue bilangin ya! orang yang gue cintai tuh Bryna!" kata Dhante.
"Vanii gue minta tehnya boleh ga??" kata Luchas.
__ADS_1
"Nih buat lu." kata Vani.
TING TONG bunyi bell asrama Vani.
"Gue aja yang buka." kata Vani.
Vani pun pergi ke pintu, sementara Dhante dan Luchas...
"Lu punya hati ga sih?! Kok bisanya ngebentak cewek!" kata Luchas.
"Emang apa hubungannya sama elu??" kata Dhante.
"Lu tuh ya!!" kata Luchas sambil menarik baju Dhante.
"Byan??!!!" teriak Nian dari tangga.
Ternyata yang datang adalah Byan, Vano, Venom, Devan, Syauqi, Rakha(palsu) dan sekertaris Vani.
"Apa apaan?! lu mau konser di asrama gue?! napa banyak banget orang?!!" kata Vani setelah membuka pintu.
"Weii!! Dhante beneran punya kembaraann!!" kata Luchas.
"Diem lu!" kata Dhante.
"Bisa biarin kita masuk?? Capek neh!" kata Byan.
"Iya Van gue juga capek dari tadi bawa tas nih." kata Vano sambil nyelonong masuk.
"Lu semua siapa?" tanya Vani.
"HAAAA???!!!" Ucap mereka bersamaan.
"Oke oke ntar aja kita kasi tau tapi biarin kita masuk dulu ya." kata Byan sambil nyelonong masuk.
"Gue inget lu kok kak By." kata Vani.
__ADS_1
"Terus lu ga inget tunangan lu??" kata Rakha (palsu).