Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+56


__ADS_3

"Hah?? R??" kata Nian.


"Permisi, ini pesanan anda." kata pelayan sambil memberikan minuman.


"Terima kasih." ucap mereka.


"Iya." kata pelayan itu.


"Daniel, bisa lu mulai cerita??" kata Vani.


"Okelah kalo lu semua maksa." kata Daniel.


"Jadi gue dari keluarga yang kurang mampu, gue cuma punya mama doang dan ga punya keluarga lain, kita bekerja keras supaya sukses dan gue juga rajin belajar, tapi tiba tiba pas gue pulang sekolah..." kata Daniel.


Ke Jaman Daniel...


"Maamaa... Daniel pu.. la.. ng." kata Daniel yang awalnya senang tiba tiba menjadi sangat lemas.


"Mama?! Mama??!!!" teriak Daniel.


"Siapa yang berani menembak mama?! Keluar!!" kata Daniel.


"Oh kau anaknya? Salam kenal, saya papa kamu." kata orang itu.


"Siapa kalian? Papa? Mama bilang aku tidak punya papa!!" kata Daniel.


"Daniel! Dia penghianat! Dia kabur dan membawamu pergi! Dan dibunuh itu balasan yang terbaik untuknya." kata orang itu.


"Tidak! Mama baik sekali denganku!" kata Daniel dengan menangis histeris.


"Daniel sayangku, dia bukan mamamu..." kata orang itu.


"Tidak dia mamaku!" kata Daniel.


"Daniel, dia orang gila yang menculikmu!" kata orang itu.


"Tapi Daniel sayang sama mama!!" kata Daniel.

__ADS_1


"Sudah kubilang dia bukan mamamu! tapi orang yang dibelakangmu itu mamamu." kata orang itu.


Daniel pun menoleh ke belakang...


Tepat di belakang Daniel ada seorang wanita yang mirip sekali dengan mamanya tapi wanita itu lebih anggun dan lembut daripada mamanya.


"Mama?" tanya Daniel sebelum ia tergeletak pingsan.


Saat Daniel sadar...


"Daniel?? Sudah bangun?? Panggil dokter!!" ucap seorang wanita di sebelahnya.


"Ma.. maa..???" tanya Daniel dengan nada lemas.


"Iya! Daniell... ini mama.. ini mama.." kata orang itu sambil menggenggam erat tangan kecil Daniel.


"Keadaannya mulai normal, usahakan makannya teratur,dan dia sudah bisa pulang besok." kata dokter setelah memeriksa Daniel.


"Baik dok!" kata wanita itu.


"Mama sudah sembuhkah? Mama orang jahat yang menembak mama itu siapa? biar Daniel bunuh mereka!" ucap Daniel.


"Terus kau siapa?" tanya Daniel.


"Aku, ibu kandungmu." kata wanita itu.


"Tapi..." kata Daniel.


"Daniel... Dia menculikmu dari kami." kata wanita itu.


"Kenapa dia menculikku?" kata Daniel.


"Karena dia depresi." kata Mama Daniel.


"Depresi gara gara apa?" tanya Daniel.


"Anaknya meninggal sayang..." kata mama Dani sambil mengelus kepala Daniel.

__ADS_1


"Tapi kenapa mama mirip sekali dengan dia?" kata Daniel.


"Dia saudara kembar mama Daniel..." kata Mama Daniel denga. lemah lembut.


"Benarkah? Mama Daniel takut." kata Daniel sambil memelum mamanya.


"Tidak apa, Daniel maafkan mama ya karena telat menjemputmu." ucap mama Daniel.


"Tidak apa ma..." kata Daniel.


***


"Udahh cerita gue happy ending! gak kayak Luchas! ceritanya ngegantung!" kata Daniel.


"Bicit li bicih (Bacoot lu bocah)." kata Luchas dengan nada ngegas.


"Gausah ngegas juga kali!" kata Lexa.


"Wait a minute! Dhante kemana?" kata Vani.


"Di Lantai." Kata Daniel dan Luchas dengan wajah tak berdosa.


"Napa lu injek anaknye orangg!!!" kata Nian dan Vani heboh.


"Lu juga! napa bisa tidur sampe segitunya?!" oceh Vani ke Dhante.


"Eh gue kok berasa Deja Vu ya? tapi kapan?" kata Nian.


"Gue juga." kata Dhante.


Seketika suasana hening•••


**Halloo yang mau tau wajah Claire bagemana... Ini!!



*Haloo ini Authorr, maap ya upnya telat! Tapi sementara ini author break dulu ya soalnya lagi ulangan hehe, trus hp author juga bakalan disita. Sekali lagi maaf ya!! Terus author juga minta maaf kalo ceritanya kurang bagus atau kurang memuaskan.

__ADS_1


Gomenasai!! (Ehh?? bener gak?).


Salam Hangat~ Devianna~❤


__ADS_2