
Setelah rusuh sana sini mereka pun bersiap untuk pergi mencari keberadaan Paman Liu dan Paman Lai.
Mereka menuju rumah teman Paman Lai dulu...
"Eii bener disini?" Tanya Rakha.
"Sesuai perkataan kakek, rumahnya disini." kata Byan.
Sementara yang lain berbincang-bincang dan bertanya Vani langsung saja memencet bel rumah tersebut dan ada orang yang menghampiri mereka.
"Umm maaf apakah anda memiliki pertemua khusus?" kata Pelayan itu.
"Iya, kami ingin menemui pemilik rumah ini." kata Vani.
"Baik, bisa tunjukkan identitas anda?" kata Pelayan itu lagi.
Mereka pun menyodorkan KTP mereka, dan pelayan itu mengajak mereka masuk.
Sesampainya di ruang tamu, pemilik rumah pun menghampiri mereka.
"Kalian bukannya penerus 6 keluarga besar? ada apa kalian kesini?" kata Pemilik rumah itj dengan sopan dan anggun.
"Nona Wendy tujuan kami kesini untuk mencari tau bagaimana Paman Liu itu." kata Vani.
"Oh, Liu lagi! Aku sudah di kunjungi berkali kali karena masalah ini." kata Nona Wendy sambil cemberut.
"Ada apa?" kata Rakha.
"Liu membuat banyak sekali masalah dan dia selalu melibatkanku, huuhhh." kat Nona Wendy sambil menghembuskan nafas dalam.
__ADS_1
"Baiklah bisa Anda ceritakan tentang Paman Liu?" Tanya Vani.
"Yahh,,, dia mengalami stress berlebihan jadi dia melakukan hal hal gila untuk menghilangkan stressnya." kata Nona Wendy.
"Seperti apa???" Tanya Byan.
"Bukannya kalian pernah diculik oleh Liu dan Lai??" Tanya Nona Wendy.
"Iya, apakah itu karena dia stress?" Tanya Syauqi.
"Iyaa dia menghilangkan stressnya dengan membunuh dan menculik tapi untungnya kalian selamat pada saat itu." kata Nona Wendy.
"Mengapa bisa seperti itu? Apa dia gak mau menemui psikiater?" Tanya Devan.
"Aiihhh dia benar benar gila! sebaiknya kalian tidak berurusan dengannya." kata Nona Wendy dengan muka kasihan.
"Nona Wendy, bisa beri tau di mana alamat Paman Liu?" Tanya Vani.
"Terima kasih Nona, anda sangat membantu." kata Vani sambil membungkuk hormat.
"Iya, kalian hati hati ya." kata Nona Wendy.
Mereka pun berniat untuk pulang dulu baru besoknya memcari tempat itu.
Pada saat di perjalanan(。’▽’。)♡
"Van, Apa lu ga curiga sama Nona Wendy?" Tanya Rakha.
"Gue tau rencana dia, jadi kita ikutin aja alurnya." kata Vani.
__ADS_1
"Nona Wendy itu wanitanya Paman Liu, jadi mana mungkin dia menyuruh kita untuk menangkap Liu." kata Vani panjang lebar.
"Betul makanya kita tidak boleh menampakkan wajah curiga." kata Vano menyahut.
"Cehh sok tau lu." kata Venom.
"Yeee emang bener, tadi akting kita bagus banget tau ga?" kata Vano ngegas.
"Diem, atau patah tu tulang-tulang lu." Kata Vani.
Seketika Hening•••
Tapi heningnya bubar gara gara Si Rakha minta beli jajan.
"Van Van Vaniii ada makanan enak tuhhh beli yok." kata Rakha.
"Bukannya Vani ya yang minta? kenapa elu? Sifat kalian ketuker ya?" kata Byan.
"Ehm ehm oke oke, Vani gue beliin lu jajan mau ga?" kata Rakha sok cool.
"Heh??" Tanya Vani.
"Aduh Vannn makanya tuh Earpod dilepas dulu napa." kata Nian.
"Apasi???" Tanya Vani dingin.
"Vani jajannya udah lewat. Gajadi." kata Rakha sambil muka lemes.
"Bodo! Ya balik lagi lah! Cepetan!" Kata Vani tegas.
__ADS_1
Mereka pun kembali untuk membeli jajan dan akhirnya makan makan bersama.