
Bagaimana kelanjutan nasib monyet-monyet itu? oke lanjut.
***
Sebelum Vani pulang si monyet-monyet bersembunyi di lemari kesayangan Vani. Dan keadaan monyet-monyet lucknut itu...
"Wee geblek gue gabisa gerak!" kata Vano.
"gue juga:")" kata Devan lemes.
"Gue aja sesak napas nih!" kata Venom.
"Rakha mana?? Rakha???!!!" kata Vano panik.
"Rakha pasti diluar! pasti udah dilahap sama iblis betina itu." kata Devan selow.
Tanpa mereka sadari ternyataa Vani ada diluar dan mendengar percakapan mereka bertiga, sedangkan Rakha apa yang terjadi pada Rakha, Rakha jadi bantalan tempat duduk bagi mereka bertiga, kasian si Rakha.
Pada saat mereka berbincang ria ghibahin Vani tiba tiba KREEEKK suara pintu lemari besar itu terbuka dan boomm ada iblis cantik diluarnya.
"I-iblis!! ampun, Venom ampun hamba meminta ampun tolong nona besar, nona muda, nona baik, nona ib..." kata Venom terputus karena mulutnya disumpel pakai sesuatu yang ada di dalam lemari.
"M-Maaf Vani g-gue gak sengaja." kata Vano, Vano minta maaf karena kain yang disumpel di mulut Venom itu,,, barang privasi:v.
__ADS_1
Vani tambah marah sekarang bukan iblis lagi 100000 tingkat diatas iblis, wajah Vani menjadi seperti pembunuh yang siap menerkam mangsanya, tapi tiba tiba si Rakha bergerak dan menarik Vani kedalam lemari.
"Vani a,, yok sembuuunyiii." kata Rakha sesak napas.
"Rakkhaa???!!!!" teriak ketiga orang itu.
Mereka pun segera menyingkir mumpung Vani masih dipegangi sama Rakha, Ketiga monyet laknat itu menutup dan mengunci lemari yang didalamnya ada Rakha dan Vani.
"Eh Nom, lu kaga keterlaluan?! gaada oksigen!! mereka bisa mati loh karena kekurangan oksigen!!" kata Devan.
"Kan ada AC hehe." kata Venom kayak bocil
"Gubluk!! ya gak sampek di dalem lemari juga beg*!! tolong deh tolo*nya keterlaluan!" kata Vano.
Sedangkan yang didalam lemari,,,
"Vaniiii ini elu kan?! lu jangan marah ya Van!! gue minta maaf!! gue baka cari paman Liu buat lo!! jangan khawatir! gue bakal ngungkap semuanya!" kata Rakha sedikit serak.
"Hei,,, siapa yang menyuruhmu memasuki lemari kesayanganku?" tanya Vani serem.
"G-gue gue diseret sama bocah bocah laknat itu!! maaf Vani gue gak sengaja!!" kata Rakha.
__ADS_1
Sebelum Vani menjawab Vani pingsan mungkin karena hanya ada sedikit oksigen yang masuk, Rakha pun panik dan menggedor-gedor pintu lemari dan berteriak.
"Tolongin Vani!!! heyy monyet, rubah, orang utan!! bantuin gue!! uhuk uhuk!!" kata Rakha sambil terbatuk batuk.
Mendengar itu Ketiga orang itu langsung membuka pintu dengan sangat amat cepat.
"Lu apain Vani?! kenapa bisa pingsan?!" kata Vano.
"Udah jangan bertengkar! cepetan bawa Vani kerumah sakit!!" kata Devan panik.
Mereka semua pun bergegas membawa Vani kerunah sakit, sebelumnya Vani pernah masuk rumah sakit karena Vani terkena asma, tapi Vani selalu menjaga dirinya agar tidak masuk rumah sakit dan merepotkan orang lain.
Sesampainya dirumah sakit...
"Vani, maafin kita semua! maapinnnn Vani kan baek." kata Venom.
"Yakin baek? beneran?" kata Devan.
Tanpa ada pertanda apapun Vani langsung bangun bagai mayat yang hidup kembali. Dan Vani membuat kaget monyet-monyet gak tahu diri itu.
"Vaniiii!!!!" kata mereka serempak sambil ingin memeluk Vani.
__ADS_1