
"Rakha ga dipeluk?" kata Rakha dengan muka menggemaskan.
"Lu siapa?" kata Vani.
"Masa lu lupa ama tunangan lu." kata Rakha.
"Dihh bercanda doang kali!" kata Vani sambil cubit pipi Rakha.
"Aduh aduhh aduuhh." kata Rakha.
"Dihh gitu aja sakit! lu cewek apa cowok wkwkw." kata Vani.
"Bentar bentar! gue ga salah denger kan??? lu tadi ketawa kan Vannn??? seriusann??? kalo lu ketawa gapapa cubit aja terus pipi gue!!" kata Rakha.
"Siapa yang ketawa?" kata Vani dengan muka menyeramkan.
"Emmm Vann... luka lu... emm." kata Luchas.
"Luka?" kata Vani.
"Busettt Vann!!! luka lu kebukaa!! gue panggilin dokter ya! bentar!" kata Rakha panik.
Rakha pun pergi memanggil dokter...
"Emm Van.. makasih udah mau maafin gue." kata Luchas malu malu.
"Lu gasalah kok, gue tau lu cuma ga mau kehilangan gue jadi lu harus bohong kan??" kata Vani.
"Iya." kata Luchas.
"Luchas makasih ya udah hibur gue, udah nemenin gue, udah baik sama gue, lu terbest deh!" kata Vani.
"Tapi Van gimana hubungan kita?" kata Luchas.
__ADS_1
"Gue..." kata Vani ragu ragu.
"Haha gapapa Vann gue udah tau jawaban lu bakalan kek gimana wkwk." kata Luchas dengan senyum manisnya.
"Chas maafin guee..." kata Vani sambil meneteskan air matanya.
"haha gapapa kok Van." kata Luchas sambil menahan air matanya.
"Oh iya Van gue ke toilet bentar ya.. dari tadi udah ga tahan nihh." kata Luchas.
"O-oh iya." kata Vani.
beberapa menit setelah Luchas pergi ke kamar mandi datanglah dokter dan Rakha yang sedang terburu buru.
Dokter pun memeriksa keadaan Vani dan suster membalut lukanya dengan kasa baru.
"Ahh nona Vani jangan banyak bergerak dulu ya." kata dokter sebelum pergi dari ruangan Vani.
"Baik." kata Vani.
"hah??" kata Vani.
"Lu yang sekarang tuh ga dingin kek es batu yang duluu." kata Rakha.
"ohh." kata Vani.
Saat dokter dan yang lainnya berada di ruangan Vani... Luchas di taman...
"Haahh Luchasss lu cowokk!! astogetss." kata Luchas sambil menguatkan hatinya.
"Bener aja itu elu." kata seorang cewek dari belakang Luchas.
"Hadehh siapa lagi siihh." kata Luchas sambil menengok kebelakang.
__ADS_1
Dan....
DEG!!!!
Yang benar saja! ternyata itu adik Luchas!
"Ga puas lu buat gue jadi buronan?" kata Luchas sambil nyengir.
"Hee... Kakaakk... ayo petik bunga.. HAHA!! LU PIKIR GUE BOCAH YANG KAYAK GITU?? GAK LAH! GUE BAIK KE ELU KARENA ITU SEBAGIAN DARI RENCANA GUE!! HAHAHA." Kata Claire ngegas.
"Dari awal gue udah curiga sama lu dan ternyata bener aja haha." kata Luchas.
"Kak jangan galak galak loohh nanti bunda marah... eh tapi dia kan udah jadi abu haha." kata Claire.
"Claire!! tujuan lu apa?!" kata Luchas.
"Tujuan Claire itu bunuh pewaris tahta sama permaisuri hehe." kata Claire.
"Terus kalo lu udah bunuh gue? lu mau bunuh siapa lagi?" kata Luchas.
"Bunuh papa hihi." kata Claire.
"Belagu lu! cakep kali lu! muka lu tuh anjrit! anjrit sumpah!" kata Luchas.
"Apa hubungannya begooookk!" kata Claire emosi.
"Dih emang muka lu anjrit kok." kata Luchas.
"Hufftt sabar... oh iya kakak.. ayo pulang..." kata Claire dengan senyum dipaksa.
"Kakak?? maap gue gapunya adek dakjall kek elu." kata Luchas.
"Bangkee lu jadi kakak." kata Claire.
__ADS_1
"Dibilangi juga gue bukan kakak dari seorang dakjall wanita." kata Luchas emosi.