Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+42


__ADS_3

"E-e-e elu beneran Vani kan?!" kata Daniel. gugup.


"Oh~ kalo gue bukan Vani? lu mau apa?" kata Vani sambil memegang dagu Daniel.


Tapi tiba-tiba BRAKKK.


Pintu asrama terbuka paksa, dan orang yang diluar itu adalah Luchas dan satu orang lagi tapi siapa? mukanya kaga keliatan!


"Van! bisa lu lepasin Daniel?" kata Luchas.


"Chaasss tolongin gue!!" kata Daniel sambil gemetaran.


"Oh~ kalo ga mau hihi." kata Vani.


"Elu Vani?" kata seseorang yang mukanya kaga jelas tadi.


Dan ternyata itu si 'Rakha' yang asli.


Mengapa author menyebutnya Rakha asli? karena Rakha yang sebenarnya itu si Dhante! Dokter yang merawat Rakha berbohon dan menyuruh orang lain menjadi Rakha sedangkan si Rakha yang sebenarnya disembunyikan dan diganti identitasnya, Rakha asli ini hilang ingatan karena yang jatuh bareng si Vani itu lohh.


Paham gak? 😁.


Dijawab di koment yak hehe.


Lanjut~


"Iya, gue Vani ada apa lu nyari gue?" kata Vani dingin.


"Aarggghhhh." Teriak Dhante sambil memegangi kepalanya.


"Rakha!!" kata Vani tiba-tiba.


"Vani tau darimana oy:v." kata Author.

__ADS_1


"Kaga tau lah kan yang nulis elu!" kata Vani.


"Stop, kepala gue sakit lu berdua malah adu mulut, bantuin napa! tuh si Luchas napa diem aja, terus si Daniel juga!" kata Rakha.


"Oke oke si Rakha ngamuk ngamuk. Lanjoott~" kata Author.


•••


"Dhante! Niel lu panggil ambulans!" kata Luchas.


"Rakha! Rakha!" kata Vani sambil teriak histeris.


"Raa.. kha??" kata Vani sebelu. tergeletak di lantai (pingsan).


"Mamposs double kill." kata Daniel.


"Diem lu ahhhh, cepetan telpon ambulanss." kata Luchas.


"Udah..." kata Daniel sambil pergi ke TKP.


"Gak gue Vani!" kata Daniel.


"Niel lu ga kapok tadi digituin ama si Van Van kipas?" kata Luchas.


"Iyadehh." kata Daniel sambil mengangkat Dhante(Rakha).


"Anjirt lah keteknya si Dhante bauk." kata Dhaniel.


"Begots aowkakaowkoakakw." kata Luchas ketawa cekikikan.


"Ssttt stop maen maen." kata Author.


WIU WIU WIUUU TELOLET OM TELOLET bunyi sirine ambulans.

__ADS_1


"Dah dateng tuh cepetan diangkat." kata Luchas.


"Lu kaga gendong Vani?" kata Daniel.


"Kaga, Vani udah siuman. Ntar gue bawa dia ke UKS sekolah ini aje." kata Luchas.


"Yodahlah, bye bye." kata Daniel sambil pergi.


"Haahh akhirnya pergi juga tuh nyamuk." kata Luchas.


Setelah berkata seperti itu Luchas pun pergi menggendong Vani menuju UKS sekolah the royal garden.


Sesampainya...


"Buuu, bisa rawat anak ini? dia pingsan tadi..." kata Luchas. (Bahasa Prancis yee).


"Ohh arraseo." kata Guru UKS.


"Bu, salah bahasaaa." kata Luchas.


"Bu gyru habis belajar bahasa Korea jadi begini." kata Guru UKS sambil memeriksa keadaan Vani.


"Ahh ga nguruh itu dehh, bu mohon rawat bocah itu ya... Saya mau kembali." kata Luchas mau pergi meninggalkan ruangan.


"Luchas~ nilai bidang kesehatanmu kurang bagus loh tapi bu guru mau memperbaiki kalo kamu yang rawat murid ini." kata Bu Guru itu sambil senyum mengancam.


"Iyadeh buu." kata Luchas.


"Anak pintarr, dadahh good bye." kata guru itu sambil pergi meninggalkan ruangan.


"Haahhhh, Vann lu bos mafia tapi kok lemah gini sih." kata Luchas sambil tepok jidad.


"Siapa yang lu bilangin L E M A H?" kata Vani.

__ADS_1


"EMAK GUE JATOHIN PANCI!!! ETDAH Vannn!! jan kagetin gitu napa! kalo bangun tuh harusnya bilang gini 'Salam apa kabar?' gitu!" kata Luchas panjang lebar.


"Muasa bodolah yang penting gue hidup." kata Vani sambil beranjak dari kasur.


__ADS_2