Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+41


__ADS_3

"Jyahahahahaha dapet makanan gratisss bye bye mbak Vani." kata Daniel.


Dengan muka dingin sedingin es batu balok (hadeh gatau lah pokoknya dingin bangetttt ngelebihi kutub selatan ama kutib utara).


"TIDAK." Kata Vani.


"SEMUDAH." lanjutan dari kata kata Vani.


"ITU." lanjutannya lagiii.


"FERGUSOOOO." kata Vani sambil merebut kembali makanannya.


😈😈😈 👈contoh muka Vani setelah merebut makanannya kembali.


"Nama Gue Luchas bukan Ferguso." kata Luchas sambil pergi dari ruang tv.


"Gue juga, nama gue tuh Daniel bukan Perguso perguso tuh." kata Daniel mengikuti Luchas.


Vani ya masa bodo sama mereka yang kekanak kanakan. Vani pun melanjutkan makannya dengan TIDAK TENANG karena 2 bocah tuh ribut teross gara gara ga dikasi makan.


Dann pada akhirnya Vani membuatkan mereka mie instant.


"Puas?" kata Vani sambil memberikan semangkuk mie kepada mereka.


"Lah kok cuma semangkuk?" keluh Luchas.


"Ga suka? Bikin sendiri." kata Vani.


"Hhh, yodahlah mao bagemana lagee." kata Daniel, sambil. menghelas nafas panjang.


"Makan aja daripada lu kelaperan, kalo gue pergi ke rumahnya es balok aja." kata Luchas sambil pergi keluar.


"Es balok? Si Dhante?" kata Daniel.


"Yesss, jadi lu makan aja tuh mie buatan nenek lampir." kata Luchas sambil mengejek Vani.

__ADS_1


"Masa buodo." kata Vani beranjak pergi ke kamarnya.


"Hareudang hareudang panas panas panaasss." kata Daniel tiba tiba.


"Gue ga jadi pergi deh." kata Luchas tiba tiba kembali masuk.


"Huahahahha emang bener ya lu takut kalo. ada orang nyanyi Hareudang." kata Daniel sambil ketawa cekikikan ngalahin kuntilanak.


"Stop lu diem!" kata Luchas sambil berlari pergi ke kamarnya.


"Luchass Luchass aneh bat lu jadi orang aowkwowkwowk." kata Daniel.


"Danieelllllll, laptop gue lu bawa kemanaaa???" teriak Luchas dari atas.


"Gue jual kemaren." kata Daniel sambil makan santai.


"Aisshhhh yodah gue pergi ke es balok!" kata Luchas buru-buru pergi.


Di Asramanya Si Es Balok alias Dhante.



Pintu pun terbukaa•••


"Kacang menteeee." kata Luchas pergi memeluk Dhante tapi sayangnya Dhante pindah posisi dann si Luchas cium lantai.


"Jahat lu." kata Luchas.


"Berdiri." kata Dhante.


"Ya ya ya. Eh iya Te gue pinjem laptop." kata Luchas.


"Stop panggil 'Te', Panggil 'Dhan'." kata Dhante.


"Oke oke Dhaann gue piii....." kata Luchas terpotong karena mulutnya disumpel es batu. Terus di lepeh ama si Luchas (Iyuhh Luchas jorok).

__ADS_1


"Gila lu bjerrr." kata Luchas.


"Nih cepet pergi." kata Dhante dengan memberikan Laptop beserta perlengkapannya.


"Tengkiyuu." kata Luchas kabur dari asrama Dhante.


Oiya selama Luchas di asrama Dhante... Vani ama Daniel berantem tiada henti karena setelah Daniel memakan mie nya Daniel pergi menggedor gedor pintu kamarnya Vani.


"Apaan lu kudanil?!" kata Vani dari balik pintu.


"Woyy gue minta mie lagiii buatin!!" kata Daniel.


"Muasa Buodo." kata Vani.


"Bahasa apaan tuh?" kata Daniel.


"Bahasa ketekmu busuk." kata Vani.


"Lah elu kalii." kata Daniel emosi.


"Oiya yang keteknya busuk tuh si Luchas ya gue lupa hehe." kata Daniel gajelas.


"Sedeng." kata Vani.


"Elu yaa tikus selokan banyak gayaaa." kata Daniel emosi.


"Heleh heleh." kata Vani membuat Daniel emosi.


"Minggat aja lu Pannnnn kesel gue." kata Daniel sambil menendang pintu kamar Vani.


"Bisa berhenti gak?" kata Vani tiba-tiba dengan muka iblisnya



Maaf ya kalo ceritanya kali ini rumit atau ga jelas, karena author lagi sakit jadinya gini:"(.

__ADS_1


Oiya kalian harus jaga kesehatan yaa... 😉❤


Salam dari author Devianna❤❤


__ADS_2