Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+37


__ADS_3

PLAKK tamparan Nian kepada Syauqi.


"Jangan bahas masalah agama keluargaku." kata Nian murung.


"Ni, gue ga bermaksud!" kata Syauqi.


"Iya gue pingin tunangab sama elu tapi gue juga harus yakin pada Tuhan gue!" kata Nian.


"Baik, gue tunggu keputusan lu." kata Syauqi sambil pergi meninggalkan ruang tamu.


"Oh iya itu di depan udah gue suruh orang buat jemput lu." kata Syauqi kepada Nian.


Nian masih terdiam...


Hening•••


Sampai pada akhirnya ada bunyi telepon dari Vani.


Nian pun menjawabnya.


"Ya Van ada apa?" kata Nian.


"Kak, lu tau orang yang namanya Rakha?" kata Vani dingin.


"Nggak gue ga kenal ama dia, Vani kalo ada orang sok kenal gitu lu kaga usah tanggepin ya apalagi yang namanya Rakha itu langsung di blacklist aja." kata Nian panjang lebar.


"Udah gue blacklist tapi orangnya ada di dalem rumah, gye udah cegah dia masuk tapi gue ga tega." kata Vani.


"Vani bisa ga tegaan juga ya." kata Nian.


"Gue apain dia? lu bisa kesini?" kata Vani

__ADS_1


"Iya tunggu ya." kata Nian.


Mau bagaimana lagi Nian harus ke rumah Vani dan mencegah sesuatu yang buruk terjadi. Nian menghapus air matanya itu.


Sesampainya dirumah Vani...


"Vani, ini gue Nian." kata Nian sambil mengetuk pintu rumah Vani.


"Kak mata lu napa sembab?" kata Vani.


"Gue kelilipan Vani tadi banyak banget debu masuk ke mata gue makanya sampek gini." kata Nian berbohong.


"Mana mungkin lu kan naek mobil ngaoain kena pasir segala." kata Vani sambil membuatkan Nian secangkir teh.


"Jendelanya gue buka lebar Van jadinya gini." kata Nian.


"Oh ni lu minum." kata Vani.


"Oke, oh iya Van mana orang aneh itu?" kata Nian.


"Oh, bisa bawa dia kesini?" kata Nian.


"Dia ada disini, lebih tepatnya lu injek." kata Vani


"Astoge ascambah ascabe! anaknye orang gue injek!!" kata Nian.


"Kak Nian tolongin gueeee." kata Rakha meronta ronta.


"Iya iya gue lepasin." kata Nian.


"Katanya kaga kenal, ni maksudnya apaan?" kata Vani jengkel.

__ADS_1


"Van, lu kaga inget gue?" kata Rakha.


"Ssttt diem ntar gue ceritain ke elu semuanya." kata Nian membisik Rakha.


"Oke, ke Villa gue yo!" kata Rakha semangat.


"Yaa tapi ntar gue tenangin si Vani dulu." kata Nian.


"Bisik Bisk temennya setan." kata Vani sambil memainkan rambutnya sendiri.


"Oh ya Vani ni orang keknya mabok deh, gue mau anter dia ke rumah bapaknye dulu ya byeee." kata Nian sambil pura-pura menggotong Rakha menuju mobilnya.


Di dalem mobil•••


"Pak supir nih uang buat bapak ya tapi saya mau bawa mobil ini sendiri, makasih ya pak." kata Nian.


"Baik non ntar kalo ada apa apa telpon saya ya." kata pak supir.


"Iya Pak." kata Nian.


"Kha! Ke Villa lu ya! Otewe neh." kata Nian.


"Iyaaa cepetan badan gue remuk semua nih!" kata Rakha.


mereka pun menuju Villa kesayangan Rakha.


Sesampainya disana Rakha langsung cepet cepet turun dari mobil.


"Kak Nian tuh mobil parkir disitu aja lu turun ikut gue ya!" kata Rakha sambil tergesa gesa.


Sesampainya di dalam Villa...

__ADS_1


"Kak bisa ceritain gak tentang Vani?" tanya Rakha


"Oke, Vani minta gue hapus ingatan dia tentang elu dan Vani berharap dia kaga bisa inget lu selama lamanyaaa." Kata Nian.


__ADS_2