Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+24


__ADS_3

Disisi lain Vani kaget karena didepannya,,,


Ada orang!! tinggi gede badannya kayak raksasa versi manusia dan Vani nabrak orang itu.


"Sorry, i'm so sorry sir." kata Vani.


"Oh, ini bukannya anaknya Pak Wijaya ya??" kata Cowok itu.


Vani pun mencoba melihat mukanya tapi ya Vani kecil, pendek, bocil, jadi Vani tidak bisa melihat jelas muka orang itu.


"Nama kamu Vania kan? anak bungsunya Wijaya?!" kata Cowok itu.


"Y" kata Vani singkat.


"Astagaa Vania kamu ngapain ke negara ini?!" kata cowok itu.


"maaf, tapi anda siapa? kok berani melarang saya bepergian ke negara ini?" kata Vani.


Kata kata Vani mak jlebb dihati cowok itu, dan akhirnya cowok itu memperkenalkan diri.


"Vani, saya Leo o,,," kata orang itu belum selesai berbicara sudah disela oleh Vani.

__ADS_1


"Leo?? huhahhahaha wkwkwkwkkw aowkwowkwowkwok ada macan disini geeessss wkwkwkk." kata Vani sambil terbahak bahak.


Uhhh untung saja pada saat Vani tertawa tidah ada monyet-monyet laknat itu jadi Vani bebas untuk tertawa, padahal Vani adalah orang kaku, dingin, gk mau bersosialisasi(iyalah lagi ada corona jadi social distancing).


"Baiklah Vani!!! Nama saya Leo Danpuro Wijaya Saya Om kamu!!" kata Pak Singa(panggilan nama dari Vani.)


"Oh Paman ketiga? sedang apa disini?" kata Vani santuy.


"Sedang ngurusin corona pindah-pindah Negara!!" kata Paman Leo.


"Pekerjaan Paman sangat buruk dan tidak bermoral!" seseorang berkata dari belakang, eehh ternyata para monyet-monyet laknat itu.


"Paman cuma bercanda, lagian sekarang kalian harusnya dirumah!" kata Paman Leo.


"Oke oke kalian kesini mau ngapain?" kata Paman.


"Mencairkan es batu." kata Devan.


"Es batu???" kata Paman sambil menoleh ke Vani yng sedng membeli minum.


"Ohh bocil mafia itu?" kata Paman itu ceplas ceplos.

__ADS_1


"Jangan panggil dia anak kecil paman!" kata Rakha. (mungkin ada yang tau kata itu darimana).


"Bocil ya tetap bocil Rakha! dia masih kecil tapi udah jadi bos bosan mafia! apalagi dia seorang girl, apalagi dia pemimpin perusahaan, apalagi dia anak dari 6 keluarga besar huhuu aku sedih seharunya dia menjadi anakku." kata paman itu ngebacot.


"Ngomongin apa? gausah basa basi! Paman cepat kembalilah ke negaramu!" kata Vani tegas sambil menarik tangan monyet-monyet itu.


Mereka pun berpisah sampai akhirnya,,,.


"Vani lu duluan aja sama Rakha sama Devan juga, gue sama Vano ada urusan bentar." kata Venom.


Entah urusan apa tapi Vani membiarkan mereka pergi sendirian eh enggak ding mereka berdua jadi bukan jomblo.


Sedangkan Vani dan yang lain menuju mobil mereka tapi pada saat menuju parkiran tiba tiba Rakha menghilang, beberapa menit setelah Rakha menghilang Devan tiba juga tiba tiba terjatuh, dan pada akhirnya BRUUUKK Vani terpukul dari belakang dan pingsan.


Entah apa yang terjadi tapi pada saat mata Vani terbuka Vani melihat bahwa badannya sudah diikat dengan tali dan talinya sangat kencang, mulut Vani disolasi menggunakan solasi gede.


Disamping kiri Vani ada Rakha yang masih pingsan dan disamping kanan Vani ada Devan yang sudah tersadar.


"Ohh ini Vani? penerus dari keluarga besar Wijaya?" kata orang itu.


"Menjijikkan sangat menjijikkan." kata orang itu sambil berbalik kearah pintu keluar.

__ADS_1


"Cih yakin menjijikkan?" kata Vani tiba tiba.



__ADS_2