Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+72


__ADS_3

"Ngeselin banget lu jadi orang!" kata Claire sambil mengeluarkan cutter dari sakunya.


"Etdah neng tangan kosong kalo berane!!" kata Luchas.


"Duh ah males gue! pengen pergi aja!" kata Claire.


"Pergi aja sonoo ga butuh gue ame elu." kata Luchas.


"Cih!!" kata Claire sambil pergi meninggalkan Luchas di taman.


Dan setelah itu Luchas pergi ke ruangan Vani...


Saat di ruangan Vani...


"Van kita harus bicarain ini semua baik baik ke papa mama kita." kata Rakha.


"Oke." kata Vani.


"Permisiii Vanii gue datengg." kata Luchas dengan riang.


"Luchas?? Lama banget lu." kata Vani.


"Hehee rame tadi." kata Luchas.


"Napa lu kek kesenengan gitu? abis ngintip yaakk." kata Rakha.


"Sok tau lu!" kata Luchas.


"Oh iya Chas abis ini kit ujian kan?" kata Vani.


"Emm iya.." kata Luchas.


"Habis ujian gue sama Rakha bakalan balik ke negara Lu." kata Vani sambil memasan muka kecewa.


"Hemm?? hati hati dijalan yak! ntar kalo udah mo berangkat hehe." kata Luchas.


"Haha makasihh Chass." kata Vani.


"Iya." kata Luchas.


"Eh iya, Chas lu ga balik ke negara Lare?" kata Rakha.


"****! gue kan buronan." kata Luchas.

__ADS_1


"Tenang aja Chas abis ini gue bantu lu kok." kata Vani dengan senyuman malaikatnya.


"Makasih banyak ya Vann." kata Luchas.


"Van apa lagi rencana lu?" kata Rakha dengan muka serius.


"Hemmm??" kata Vani.


"Adadeh pokoknya." kata Vani.


"Jangan bilang kalo!!!" kata Rakha.


"Sssssttttt diem aja ya Vani mau tidur." kata Vani.


"Oke." kata Rakha.


Mereka pun pergi meninggalkan Vani dan pergi ke taman.


"Hei lu tau apa rencana Vani?" kata Luchas.


"Emm keknya Vani bakalan kembali ke Yuweiyan." kata Rakha.


"Apa lu maksud?!!!" kata Luchas.


"Tau tapiii." kata Luchas ragu ragu.


"Nah menurut gue Vani tuh bakalan kembali jadi putri Angela." kata Rakha.


"terus?" kata Luchas penasaran.


"Pastinya putri yang telah lama hilang terus kembali bakalan disayang yakann?? dan Vani manfaatin itu buat bebasin lu." kata Rakha.


"Hah?? maksudnya?? gue ga ngertii.." kata Luchas.


"Duh ah! ntar lu juga bakalan tau!" kata Rakha.


***


5 hari kemudian... pada saat ujian dimulai...


"Oke anak anak silahkan dikerjakan yaa." kata guru setelah membagikan kertas ulangan.


"Anak anak di ujian kali ini semua mata pelajaran ada, dan oleh sebab itu lembarannya sangat banyak, selamat mengerjakan." kata guru.

__ADS_1


"Jadi pak dalam kertas ujian ini ada seluruh mata pelajaran??" kata salah satu siswa.


"Iya." kata guru.


"Oh iya yang dekat dengan Vani siapa ya??" kata guru.


"Saya!" kata Rakha dan Luchas serempak.


"Ehmm Vani katanya ada dirumah sakit karena kecelakaan?" kata Guru.


"iya pak." kata Luchas.


"Ohh dirumah sakit mana?" kata guru.


"Rumah Sakit *****" kata Rakha.


"Oke nanti kita kesana bareng bareng ya." kata guru.


"Buat apa pak?" kata Rakha.


"Vani mengerjakan soal di rumah sakit saja tapi saya awasi." kata guru.


"oh ok." kata Rakha.


Mereka pun mengerjakan soal itu selama 2 jam lebih tapi Rakha, Luchas, dan Wave sudah selesai duluan.


"Oke sekarang kalian boleh istirahat." kata guru.


"Baik!! kata anak anak secara serempak.


"Luchas dan Dhante(Rakha) kalian ikut bapak ke rumah sakit." kata guru.


mereka pun kerumah sakit... dan sesampainya.


"Permisii Vani." kata guru.


"Emm?? pak guru? Salam... " kata Vani sambil memberi salam.


"Vani? kenapa kamu bisa kecelakaan?" kata guru.


"Saya dicopet pak setelah itu ditusuk dibagian perut." kata Vani.


"Ohh baiklah ini kertas ujian kamu, bapak bakalan tunggu kamu sampai selesai." kata guru.

__ADS_1


"Baikk." kata Vani


__ADS_2