
PLAKK!!!
Vani menampar Luchas dengan sangat keras.
"Va-Vani? Kenapa?" kata Luchas sambil memegangi pipinya.
"Lu pikir gue apa he??" kata Vani.
"Lu manusia! Masa setan!" kata Luchas.
CUT CUT Luchassss!! Yang seriuss!!!.
"Oke oke maapkan Thorr." kata Luchas.
Lanjut...
"G-gue ga sengaja Van!" kata Luchas.
Vani dengan badmood pergi meninggalkan Luchas.
Ehh saat diperjalanan.... BRUUKK!!! Vani nabrak seseorang.
"Sorry." kata Vani.
"Kamu dari kelas EO2-M?" tanya orang itu. (Dalam bahasa Prancis ye).
"Ya, kenapa?" kata Vani.
"Oh kita sama, kenalin nama gue Wave." kata Wave.
"Oh hai." kata Vani sambil pergi melewati Wave begitu saja.
"Anjaiii idamaannn." kata Wave dalam hati.
Saingan Rakha ada dimana mana...
Disisi lain yaitu Dhante(Rakha).
"Rin, masalah kelas lu bisa urus kan." kata Dhante.
"Santai, gue ama Reva bakal urus kok." kata Karin.
__ADS_1
"Ok, trus buat 2 anak pindahan itu lu urus mereka, buat mereka pisah." kata Dhante.
"Sadis lu Te." kata Karin.
"Dhante, lu beneran punya tunangan?" kata Karin.
"Bukan urusan lu." kata Dhante pergi meninggalkan Karin.
Ada yang mau tau visual si Karin?
Lumayan gak? Kalo gak ganti aja Visualnya hehe:v.
•••
Saat Rakha hendak keluar dari perpustakaan... di depan pintu perpus ada Vani yang sedang bersender.
"Ada apa?" kata Dhante.
"Urusan kelas mending lu gausah kasihke Karin." kata Vani.
"Hei kalo masalah kelas kaga kelar, lu Dhante bakal keluar dari kelas EO2-M!" kata Vani dengan tatapan kebencian.
"Why? Lu siapa? Disini ketua kelasnya itu gue." kata Dhante.
"Heh lu pikir dengan posisi lu yang ketua kelas itu lu bisa ngatur segalanya?" kata Vani.
"Ck." kata Dhante pergi meninggalkan Vani.
Setelah Dhante pergi datanglah Karin.
"Haish haish haishhhh murid baru banyak ngomong, lu pikir lu siapa di sekolah ini? heh?!" kata Karin sambil menjambak rambut Vani.
"Lepas!" bentak Vani dengan nada dingin.
"Lon*e kaya elu tuh gausah idup!!" kata Karin.
"Sekali lagi gue bilang LEPAS!" Kata Vani dengan nada lebih menyeramkan.
"Heh! Elu siapa berhak nyuruh nyuruh gue!" kata Karin.
__ADS_1
"Kalo bilang lepas ya lepas bodo!" kata Vani sambil memegang tangan Karin laluuu...
KREEKKK!!! (Bunyi Patah Tulang).
"Aaaahhh!!! Mama!!!" kata Karin sambil menangis histeris.
"Kubilang lepas ya lepas ya jangan ngotot." kata Vani sambil menjambak rambut Karin.
"Oh iya yang Lon*e itu siapa ya? Bukannya elu?!" kata Vani sambil membenturkan kepala Karin ke tembok.
Sadis brehh:"v.
"Aahhh!!! Huhuuuu!!! Mamaa!!!!" kata Karin.
BUKK BUKK BUKK sudah ke 20 kalinya Vani membenturkan kepala Karin ke tembok.
"Seru gak mainnya?" kata Vani dengan senyum. psikopatnya.
"Kapan kapan main lagi ya hehe." kata Vani dengan ketawa jahannamnya.
"Sialan kau!!!" kata Karin menjambak kembali rambut Vani.
"Oh masih mau main?" kata Vani denga. mengangkat dagu Karin.
Lalu... BRRAAKKKK.
Vani membuang badan Karin sekeras kerasnya ke lantai.
"Wah wah seru! besok lagi ya mainnya!" kata Vani sambil pergi meninggalkan Karin yang babak belur.
***
"Kekejamannya tidak berubah." kata seseorang dibalik rak buku.
Orang itu pun pergi ke tempat Karin.
"Hei, dengarkan baik baik ya! Sekali lagi kau membuat nonaku marah, maka kau tidak akan pernah keluar hidup hidup, Paham?!" kata orang itu.
"A-aku paham t-tolong a-aku ku-kumohon!" kata Karin.
"Sekitar 3 atau 4 menit akan ada guru guru yang datang, tunggu saja ya!" kata orang itu sambil meninggalkan Karin.
__ADS_1