
"Luchas memang anak baik, bermainlah bersama adikmu ya!" ucap papa Luchas.
"Papa! Kakak sangat baikk!" kata Claire.
"Iya iya kalian lanjut bermain ya!" kata Papa Luchas.
"Sudah bisakah kita berhenti bermain?" kata Luchas.
"Tapi..." kata Claire.
"Ada pekerjaan yang harus ku lakukan." kata Luchas sambil memetik bunga lalu meletakkannya di telinga Claire dengan lembut.
"Waahhh, iya kak!" kata Claire dengan semangat.
Keesokan harinya...
"Kakak Luchasss ayo petik bunga bersama bunda!" kata Claire sambil mengetuk pintu kamar Luchas.
"Apa?" tanya Luchas.
"Ayo petik bunga bersama bunda." kata Claire.
"Luchas... ayo pergi bersama Claire." kata Alessia ibu Luchas.
"Ahh mamaa Luchas sedang bekerja." kata Luchas.
"Kamu masih berumur 2 tahun! mana boleh bekerja! Ayo!" kata Ibu Luchas dengan sangat lembut.
"Ayo bunda!" kata Claire sambil menari baju Alessia.
"Sudah kubilang! menarik baju orang lain itu tidak sopan! apa kau tidak mengerti tata krama bangsawan?!" kata Luchas.
"Maaf kakak, maaf bunda." kata Claire sambil membungkukkan dirinya.
"Claire, nanti bunda akan menyuruh guru untuk mengajarimu ya!" kata Alessia.
__ADS_1
"Apa?! benarkah bunda?! Yeaayyy!!" ucap Claire dengan senang.
Setelah itu mereka pun pergi untuk memetik bunga bersama.
"Bunda, apa arti dari bunga ini?" tanya Claire.
"Ohh bunga lavender? Arti dari bunga lavender adalah kejujuran Claire." kata Alessia sambil mengelus kepala Claire.
Keluarga Lars sangat menyayangi Claire entah karena apa. Mungkin karena keimutannya.
7 tahun kemudian... Saat mereka berumur 9 tahun.
"Bundaaa!" teriak Claire sambil berlari pergi memeluk Alessia.
"Mama jangan manjakan Claire nanti dia bodoh! hahah." kata Luchas sambil mengejek Claire.
"Kakak Luchasss!!!! Aku gigit kau!!!" kata Claire sambil mengejar Luchas.
"Sifat Luchas sudah mulai berubah karena Claire ya." kata Papa Luchas.
Dua Minggu kemudian...
"Claire! kalian jaga mama ya! papa dan Luchas pergi untuk pertemuan antar negara dulu ya." kata Papa Luchas.
"Baik papa! Hati hati dijalan! Kakak! hati hati juga ya!" kata Claire dengan senyuman polosnya.
"Baikk tunggu ya! nanti kita bermain lagi!" kata Luchas.
Saar di pertemuan antar negara...
"Luchas, jaga sikap okay?" kata papa Luchas.
"Ya papa." kata Luchas.
Saat pertemuan dimulai, Negara Lu membawa 6 keluarga besa beserta penerusnya.
__ADS_1
Dan kebetulan ada Nian, Byan, dan Vani disitu.
Luchas saat pertama kali melihat Vani merasa sangat gugup karena auranya yang begitu memyeramkan tapi entah kenapa Luchas suka dengan ciri khas Vani yang seperti itu.
"Hello, aku Luchas." kata Luchas menyapa Vani dalam Bahasa Inggris.
"Hello." kata Vani dengan nada dingin.
"Ummm, siapa namamu?" tanya Luchas.
"Gue? Vani." kata Vani sambil pergi meninggalkan Luchas.
"Gue? What is gue?" kata Luchas (ngomong sendiri).
Tiba tiba Nian dan Byan datang.
"Hello, kamu Luchas? Salam kenal Aku Nian!" kata Nian dalam bahasa inggris.
"Aku Byan!" kata Byan.
"Hallo salam kenal." kata Luchas dengan tegas.
"Dari mana kamu berasal?" tanya Byan.
"Negara Lare." Ucap Luchas dengan nada dingin.
Saat Luchas diajak mengobrol oleh Nian dan Byan, Luchas malah fokus ke Vani yang sedang bercanda dengan Rakha, Devan dan Venom.
"Umm maaf tapi apa kalian kenal anak itu?" tanya Luchas sambil menunjuk Vani.
"Maaf kami tidak kenal." kata Nian dan Byan.
"Ah baiklah makasih." kata Luchas sambil berjalan cepat menuju Vani tapi BRUUKK Luchas menabrak seorang gadis.
"Ahhh maaf maaf apa kamu tidak apa apa?" kata Luchas.
__ADS_1