
*Hallo salam kenal gua David temen deketnya Devianna, sorry ya gua ama Yella lagi tuker hp dan pas udah tukeran hp dia baru inget kalo dia harus up buat ni novel, jadi gua bantuin deh, sekali lagi maaf ye hehe 😅 emang Yella oon.
***
Seketika suasana hening...
"Ssstt napa hening?" tanya Daniel.
"Lagi mikir." kata Vani, Nian dan Luchas.
"Mikir apa?" tanya Lexa dan Daniel.
"Gue heran maksud si Dhante ngerasa deja vu tuh apaan??!!" kata Nian heboh.
"Gue?" tanya Dhante.
"Gue juga berasa deja vu." kata Vani.
"Lu beneran Dhante kan? Bukan Rakha kan? Iya kann??? Jawabb!!" kata Nian.
"Iyalah! Gue Dhante." kata Dhante.
Telolet telolet... Nada dering hp Vani...
"Angkat tuh telpon Van." kata Nian.
"Ya, bentar gue ke toilet dulu." kata Vani sambil pergi berjalan ke arah toilet.
Di toilet...
"Rio? Ada masalah apa?" kata Vani.
"Nona, saham kita menurun dan juga golongan naga merah terus memberontak, kita harus bagaimana?" tanya Rio.
"Saham?" kata Vani.
"Iya non." kata Rio.
__ADS_1
"Gue bakal urus masalah saham secepatnya, trus masalah golongan busuk itu hancurkan mereka, apa lu paham?" kata Vani.
"Siap paham non, tapi sekertaris nona sekaran sedang dalam perjalanan menuju Prancis." kata Rio.
"Apa?!" kata Vani.
"I-iya non katanya dia sudah di bandara sekarang." kata Rio.
"Kenapa lu ga kasi tau gue?!" kata Vani.
"Sekertaris nona baru saja memberi tau saya." kata Rio.
"Ahh baiklah, urus semuanya ok?" kata Vani.
"Baik non." kata Rio sambil menutup telpon.
"Aarghh napa bisa gini?!" kata Vani.
"Lu terlalu panik. Coba tenangin diri lu." kata seorang cewek dari belakang Vani.
Vani pun kembali menuju tempat Nian dan yang lainnya.
Tidak sengaja saat Vani hampir sampai ke tempat mereka, Vani mendengar...
"Chas lu ngejar ngejar Vani?" tanya Lexa.
"Kalo iya napa? Haha." kata Luchas.
"Gue saranin lu ga usah deket deket Vani lagi." kata Nian.
"Hah napa? Ada masalah?" kata Luchas.
"Iya ada masalah." kata Nian.
"Apa masalahnya?" kata Luchas.
"Vani udah punya tunangan dan pas dia lulus dia bakalan nikah sama tunangannya." kata Nian.
__ADS_1
"Hah cuma gitu aja? Gue bawa Vani kabur dari pernikahan lah, gitu aja susah." kata Luchas.
"Luchas!!" bentak Lexa.
"Kakak ayo pulang, Luchas lu bangunin Daniel sama Dhante, gue tunggu kalian di mobil, masalah siapa yang bayar gue udah bayar tadi." kata Vani tiba tiba datang.
"Vani?!" kata Nian dan Luchas kaget.
"Cepetan!" kata Vani.
Di mobil•••
"Apa apaan?! Napa gue kesel?!" gerutu Vani.
"Ngapa gue kesel pas Kakak bilang Luchas ga boleh ngejar gue?! Apa apaan sih!!" gerutu Vani sambil memukul setir mobil.
Ceklek... Pintu mobil terbuka, Luchas dan yang lain pun masuk.
"Van, lu gapapa? Tadi yang telfon siapa?" tanya Nian.
"Bukan urusan lu, cepetan pake sabuk pengaman." kata Vani dengan nada dingin.
"O, oh yaudah." kata Nian.
Mereka pun pulang•••
Sesampainya di asrama...
"Van gue ama Lexa tidur dimana?" tanya Nian.
"Dikamar gue." kata Vani.
"Emang cukup?" kata Lexa.
"Gue tidur di sofa bye." kata Vani sambil membawa satu bantal dan selimut.
Vani pun tidur di sofa tapi...
__ADS_1