Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+16


__ADS_3

Vani sedih mendengar perkataan kakaknya tapi dia menahan air matanya.


"Jadi, karena lu baru kenal muka dia 3 atau 4 hari lu gabisa ngenalin muka dia sama sekali?." tanya Vani.


"Hmm iyaa gue ga terlalu hafal sama mukanya. maaf ya jadi curhat, makasih udah nemenin gue, gue cabut dulu ya, bye." kata Nian.


"Ya." kata Vani


Vani pun berpikir keras mengapa Nian tidak bisa mengenalinya dalam waktu 3 atau 4 hari Vani berpikir kalau Nian memiliki masalah bagian pengenalan wajah. Untuk menyelidiki masalah pada kakaknya ini Vani pergi untuk pulang dari kafe tersebut.


Sesampainya dirumah ia mendapatkan telepon dari sekertaris di perusahaannya.


"Nona, beberapa hari ini anda tidak masuk ke perusahaan, ada kendala apa?" kata sekertaris Kim.


"Ah, maaf sekertaris Kim, aku bakalan berangkat ke kantor sekarang." kata Vani.


"Baik, apa saya harus bawa supir untuk menjemput anda?" kata Sekertaris Kim.


"Tidak usah, aku akan berangkat sendiri." kata Vani sambil menutup telepon.

__ADS_1


Vani pun mengganti baju dan bersiap untuk pergi ke kantornya. Setibanya Vani di kantor, Vani langsung menuju ruang kerjanya dan,,, banyak sekali tumpukan kertas tugas dan berkas berkas yang harus diselesaikan oleh Vani.


"Aahhh, aku menyesal ga masuk kantor selama beberapa hari ini." kata Vani.


Vani pun menyelesaikan tugasnya, tapi dia lembur sampai jam 12 malam, dan akhirnya Vani memutuskan untuk kembali mengerjakannya besok. Setelah Vani pulang ternyata ada Devan di kantornya.


"Masih pemalas aja." kata Devan di depan pintu rung kerja Vani.


"Huuhhh sekertaris Kim jangan bilang bilang ke Vani ya, kalo bilang gajimu dikurangi!" kata Devan.


"Baik tuan apa saya boleh pulang?" kata Sekertaris Kim.


"Iya pulang aja kunci kantornya kasih ke gue." kata Devan.


Devan pun mengerjakan semuanya hingga beres dan tidak ada yang salah. Akhirnya Devan selesai dan pergi untuk pulang tapi di parkiran dia melihat mobil Vani dan mobil Rakha, Devan bingung mengapa mobil mereka ada di kantor Vani.


Devan menghampiri mobil Vani dan mengecek di dalamnya, dan didalamnya tidak da seseorang, Devan pun mulai mengecek semua parkiran dan menemukan Vani dan Rakha di belakang mobilnya sendiri.


"Woi, ngapain lu berdua di belakang mobil gue!" kata Devan.

__ADS_1


Seketika dua orang itu kaget.


"Apaan sih gue lagi marahin si Vani soalnya dia lembur, tau dia lembur gue kan bisa bantuin." kata Rakha.


"Lah, ngapain lu bantu si bocil awowkowk." kata Vano tiba tiba datang dengan Venom.


"Heh lu kaga trauma tulang lu dipatahin Vani." kata Venom.


"Mungkin pengen di patahin lagi tuh tulang wkwk." kata Devan bercanda.


"Gue aja di sikut sama Vani trauma, gimana elu yang tulangnya patah?" kata Rakha.


Sementara mereka bertengkar Vani pergi menaiki mobilnya dan pulang. Dan anak anak cowok itu tetap bertengkar hingga akhirnya Venom sadar Vani tidak ada di sini.


"Weii Vani kemanaa? kok ga keliatan, lu sembunyiin ya!" kata Venom menuduh Rakha.


"Sembarangan aja mata lu buta ya di sebelah gue ada Vaaannn,,, Vaniiii kemana lu!!" kata Rakha kaget.


"Bodo elu yang buta." kata Devan.

__ADS_1


Mereka pun mencari Vani dan baru sadar mobil Vani tuh gaada di parkiran.


"******!!" kata Venom.


__ADS_2