
"Hei, bocil gue mau tanya, napa tadi pas si Dhante pingsan elu nyebut nama Rokha atau siapa lah." kata Luchas.
"Heh? masalah buat lu?" kata Vani pergi meninggalkan Luchas.
"Aisshh bener bener gak inget ya." kata Luchas sambil garuk garuk kepala.
Setelah itu Luchas pun memutuskan untuk pulang...
Di Asramanya...
"Salam." kata Luchas yang baru masuk.
"Salam balik." kata Vani sambil memasak sesuatu.
"Aisshhh capeknyaa..." kata Luchas sambil membuang dirinya ke sofa.
"Nih, lu belum makan kan? Makan noh." kata Vani sambil memberikan satu porsi toppokki.
"Ahh masih perhatian ya... masih sama kek dulu hehe gue suka." kata Luchas sambil makan dengan lahap.
"Cih." kata Vani.
Si Luchas tidak menggubris karena asik makan toppokki buatan Vani.
"Van, gue boleh tanya? Rakha tuh siapa elu? Kok lu histeris banget kalo denger namanya." kata Luchas.
"Memori." kata Vani dengan muka dingin dan pergi ke ruangan TV.
"Apa maksudnya dengan memori? Ingatan Vani hilang? Mengapa menjadi rumit?" kata Luchas dalam hatinya.
"Siapa Rakha? Kenapa terdengar begitu familiar ya?" pikir Luchas.
"Alah lu diem aja ntar lu tau juga." kata Author.
"Iyaaa, cewek selalu benar." kata Luchas.
Dah Skip skip, si Luchas ga pinter acting.
"Iyainnnnn." kata Luchas.
__ADS_1
Udah Skip:").
Paginya•••
Tok Tok Tok. Luchas mengetuk pintu kamar Vani.
"Van, inget hari ini sekolah." kata Luchas.
Tak lama setelah Luchas berkata seperti itu muncullah Vani menggunakan seragam sekolah yang unik itu dan Vani keluar keluar sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.
"Mata gue kok langsung jernih ya Thor? Lu apain mata gue Thor." kata Luchas kepada Author.
"Gue semprot baygon." kata Author.
Lanjut ke Vani.
"Apa? Lu pikir gue pikun?" kata Vani.
"E-enggak, y-yaudah gue berangkat duluan ya!" kata Luchas gugup.
"Wey, gue gimana? gue kaga tau apa apa disini." kata Vani sambil menari baju Luchas.
"Oke oke lu kelas berapa?" kata Luchas.
"Ahh kebetulan deh kita sekelas!" kata Luchas.
"Ya ya ya, udah gue mau siap siap! lu tunggu ya!" kata Vani.
"Aduh iya iya princess." kata Luchas.
"Jangan pernah panggi gue princess!" bentak Vani dengan tatapan yang amat dingin.
"Iyaa cepetan sonooo." kata Luchas.
Selesai bersiap siap mereka pun pergi bersama...
Di perjalanan...
"Kapan nyampe oy! capek! 😑" kata Vani.
__ADS_1
Melihat gaya Vani seerti itu muka si Luchas memerah ⁄(⁄ ⁄•⁄—⁄•⁄ ⁄)⁄
"B-bentar lagi sampe kok." kata Luchas gugup.
"PeHaPe." kata Vani.
"Kagaa! gue kaga php! di depan noh udah ada kelasnya!" kata Luchas.
"Oh, ayo." kata Vani dengan menarik tangan Luchas.
"Gila gue deket deket ama ni anak! jantung gue ga kuat anjiirrrr." kata Luchas dalam hati.
"Chas, tangan lu dingin." kata Vani.
"Angetin Van." kata Luchas otewe jadi pakboy ternama.
"Diangetin? Bentar lagi sampai kelas cepetan!" kata Vani polos.
Sesampainya di depan kelas•••
"Wow cantik sekali perempuan yang di luar kelas." kata Salah satu murid di kelas itu.
"Iya! Cowok yang di sebelahnya juga sangat tamvan." gosip anak anak kelas.
"Masuk yok Van." kata Luchas.
"Ayo." kata Vani.
Mereka pun masokk...
"Hello namaku Vania kalian bisa memanggilku Vani." kata Vani dalam. bahasa Prancis ye:^.
"Dan haalloo namaku Luchas kalian bisa panggi Luchas." kata Luchas dengan pd.
"Sama aja bambangg! pemborosan kata!" kata Author.
"Beda dikit gepepe lahh." kata Luchas.
__ADS_1
...
Oke eps 43 sampai disini dulu! ditunggu eps selanjutnya ya!