Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+33


__ADS_3

"Ohoho Vani dan Rakha yaa." kata seseorang dari belakang mereka.


Vani dan Rakha menoleh secepat kilat.


"Aihh nona Wendy kita bertemu lagi." kata Rakha sambil senyum kecut.


"Kan sudah kubilang hati-hati, tapi kalian masih ngotot, haduh anak muda jaman sekarang keras kepala sekali ya." kata nona Wendy sambil nepok jidadnya berulang kali.


"Nona Wendy terima kasih sudah mengingatkan tapi kami tidak ada waktu untuk ini." kata Vani sambil menarik Rakha pergi.


"Tidak semudah itu fergusoo xixixi." kata Nona Wendy sambil ketawa kayak kuntilanak.


"Aish nona Wendy jaga cara ketawamu... Tau ga? caramu ketawa itu kayak kuntilanak kejang kejang." kata Rakha.


"Tuyul tuyul biadap!! cepat tangkap mereka!!!" perintah nona Wendy.


"Bweekk gue bukan tuyul yang tuyul tuh nih sebelah gue." kata Rakha meledek.


"Rese' lu Kha!! mati aja lu sono." kata Vani sambil mendorong Rakha.


"Aih ih Van mudah banget marah jan marah marah nanti cepet tua kayak nenek lampir itu." kata Rakha.


"Bct ahhh mending lu cari jalan keluarnya." kata Vani tergesa gesa.

__ADS_1


"Van lewat jendela kan bisa! kalo. lu kagak bisa sini gue gendong." kata Rakha sambil otw gendong Vani.


"Ehhh Rakha! turunin!" kata Vani.


"Aduhh diem Van, untung aja lu kagak berat berat amat kalo lu berat banget pasti patah dah tulang gue." kata Rakha.


"Gue ga tau apa mau lu tapi makin lama lu makin menjadi jadi ya!! gue tampol baru tau rasa lu!" kata Vani.


Rakha terdiam..


"Van diem, kita dalam bahaya jadi lu tenang terus peluk gue se erat eratnya. karena mungkin ini terakhir kalinya kita bertemu." kata Rakha sambil meneteskan air mata.


Entah apa yang merasuki Rakha, dia tiba tiba menjadi dingin dan serius.


"Apa maksud lu Rakha." kata Vani sambil gemetaran.


Mereka pun melompat tapi pada saat mereka mulai melompat 'DORR' terdengar dengan amat sangat jelas suara tembakan. Dan tembakan itu tertuju pada Rakha.


"Rakhaaa!!!!!!" teriak histeris Vani.


"Vani maafin Rakha ya..." itulah kata terakhir Rakha sebelum ia tak sadarkan diri.


"Brengse*!!! kenapa kau mati duluan!! kenapa???!!! katanya kau ingin melindungiku?! apa apaan ini?!" oceh Vani.

__ADS_1


Setelah Vani mengoceh Bruuakkk mereka jatuh dari lantai 2 dan Vani tak sadarkan diri tapi untungnya Devan sudah memanggil polisi sebelumnya. Jadi Vani dan Rakha dibawa ke rumah sakit terdekat.


Kejadian ini membuat semuanya khawatir, stress, dan depresi. Disisi lain Byan merasa tidak pantas menjadi seorang kakak bagi Vani karena tidak bisa melindunginya, tapi apa daya ini semua takdir yang diberikan oleh Tuhan.


***


Dirumah Sakit•••


"Ra... Kha...??" kata Vani sudah siuman.


"Vani?! Puji syukur!! Ya Tuhan terima kasih!!" kata Nian semangat.


"Siapa kalian??" kata Vani.


Kata kata Vani ini membuat Nian dan yang lainnya kaget! Ada apa dengan Vani? Mengapa Vani hanya mengenal Rakha? Apa yang terjadi? Itu adalah seputar pertanyaan yang da di dalam benak Nian dan yang lainnya.


"Siapa kalian?! Jawab!! Dimana Rakha?! Dimana dia huhuuuu." kata Vani sambil menangis histeris.


"Van, lu mau liat Rakha? Beneran?" kata Nian lembut.


"Iyaa dimana dia?! Cepat beritahu!" kata Vani.


"Oke, lu yakin?" kata Nian.

__ADS_1


"Iya!!" kata Vani.


Bagaimana kelanjutannya? Ditunggu ya!


__ADS_2