Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+32


__ADS_3

Maaf ya para readers! kemarin chat-chatan Vani bersama Andra itu ga bisa ke upload maaf banget ya mengecewakan kalian.


•••~


"Van, kok gue baru sadar kalo gue ga pake baju sih ya?" tanya Rakha kepada Vani.


"Kebanyakan tanya! cepetan pake baju sono!" kata Vani sambil mendorong Rakha.


"Eehhh?? Yodah abis ini kita ke alamatnya Paman Liu okeyy." kata Rakha.


"Y." kata Vani.


Selesainya Rakha memakai baju mereka semua berangkat bersama sama.


"Nian lu duduk dibelakang sama Syauqi soalnya tempat duduknya ga cukup buat kalian." kata Byan.


"Lah kok,,," kata Nian terputus.


"Kak, gausah ngotot." kata Vani.


Aslinya si Nian seneng banget karena duduk bareng Syauqi tapi dia malu malu, dan pada akhirny mereka duduk bersama.


Selama perjalanan tidak ada hal yang aneh tapi pada saat telah sampai di alamat yang diberikan itu suasananya sedikit aneh dan ber-aura mistis.


Untuk memastikan bahwa apa tempat itu benar atau tidak Rakha dan Vani disuruh untuk pergi mengecek keadaan.


Rakha dan Vani pun pergi tanpa ragu...

__ADS_1


Sesampainya didalam rumah itu...


"Van, lu baik-baik aja kan?? sini pegang tangan gue." kata Rakha khawatir.


"Gausah. Gue gapapa." kata Vani dengan nada dingin.


"Oiya Van lu ngrasa rumah ini kayak kaga beres gak?" kata Rakha.


"Udah tau kumuh gini siapa yang gak curiga bodo." kata Vani.


"Iya tapi disini kayak ada aura mistis tau gak?" kata Rakha.


"Tuhan selalu melindungi kita." kata Vani.


"Oke lanjut cek lantai 2." kata Vani sambil menarik tangan Rakha.


Saat sudah sampai di lantai 2 tiba-tiba ada suara langkah kaki. Rakha dan Vani pun mulai waspada.


"Kha sepertinya mereka mulai beraksi." kata Vani.


"Ohohoho Tuan Putri peka sekali." kata seseorang dari balik pintu lemari kosong.


"O sembunyi ya? gue udah tau niat lu." kata Vani.


"Putri tenanglah aku hanya menyapamu." kata Paman Liu berjalan mendekati Vani.


"Loh Rakha kemana?!" kata Vani dalam hati.

__ADS_1


"Lu pikir kita semua beg*? kita udah rencanain ini semua dan ternyata yang terpancing itu elu! heh lemah!" kata Rakha tiba-tiba muncul dan meninju Paman Liu.


"Kha,,, napa lu gak ngajak? kan kalo main sama-sama seru!" kata Vani dengan aura Iblisnya.


"Kalo lu ikut kan di mati ntar Van." kata Rakha sambil. menginjak tubuh Paman Liu.


"Rio lu udah liat kan? tunggu apa lagi cepet sandra Liu bajengan taek itu." kata Vani esmosi.


"Baik nona." kata Rio ga tau muncul dari mana.


"Heh kalian pikir bisa menangkapku? HALUUU." kata Paman Liu.


"Aihhh udah bau tanah masih tetep goblo* juga? ckckck dasar otak lutut." kata Vani.


"Huh lihat saja!! anak anak!!! keluar!!" teriak Paman Liu.


Tapi setelah paman Liu berteriak tidak ada respon apapun. Paman Liu bingung.


"A-apa yang terjadi?! apa kau membunuh anak anakku?!" kata Paman Liu.


"Santai aku hanya menangkap mereka. Masih untung kan?" kata Vani.


"Aish Vani yok keluar. Lama lama najis gue disini." kata Rakha.


"Rio, bawa dia." kata Vani.


Vani pun pergi keluar bersama Rakha tapi,,,

__ADS_1


Sepertinya ada yang menghalangi perjalanan mereka untuk keluar dari rumah busuk tersebut. Bagaimana kelanjutannya?? Cek terus! 😉


__ADS_2