Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+50


__ADS_3

"Apa apaan ini?" kata Vani dengan tatapan iblis.


"A... Angel?!" kata Lexa dengan nada terkejut.


"Gue bilang ada apa ini?!" bentak Vani.


"Aduh aduh Vannn huhuuu rambut gue dijambakk huuu." kata Nian sambil acting.


"Siapa yang bawa cewek itu ke sini?" tanya Vani.


"Luchas!!" kata Dhante dan Daniel sambi menunjuk si Luchas yang sedang menundukkan kepalanya.


"Luchas! Lu berteman ama mereka?! Apalagi lu berteman ama putri dari Kerajaan Yuweiyan!" kata Lexa.


"Siapa lu sebenernya? Kenapa lu tau identitas gue?" kata Vani.


"Santai aja, gue orang dari negri Yuweiyan. Salam untuk tuan putri." kata Lexa.


"Gue bukan putri dari kerajaan lucknut itu!" kata Vani.


"Aihh Angela, lu ga inget? Waktu kita masih 1 tahun lu ngapain? heh?" kata Lexa.


"Aishh Lexa banyak omong lu ah!!" kata Luchas sambil menutup mulut Lexa dengan paksa.


"Van... boleh gak Lex..." kata Luchas terpotong.


"Gak." kata Vani memotong omongan Luchas.


"Plisss." -Luchas.


"Gak!!" -Vani.


"Xa, lu di hotel aje ya." kata Luchas.

__ADS_1


"Sembarang." -Lexa.


Suasana Hening•••


"Dhante, lu mau tidur dimana?" tanya Luchas agar suasananya tidak terlalu tegang.


"Dikamar lah." kata Dhante.


"Govlok ya jelas lah! masa mau ditanah!! mau jadi mayat lu?!" kata Daniel.


"Van, bisa berhenti dulu?" kata Nian.


Vani pun langsung menepi dan memberhentikan mobilnya.


"Van, bisa gak gue aja yang nyetir?" tanya Nian.


"Gak, lu kaga tau jalan." kata Vani.


"Gue tau kok! Gue dulu pernah kesini! Gue hafal kok!" kata Nian.


Yang nyetir pun jadi Nian...


"Niat lu mau ngapain?! Heh?!" tanya Lexa.


"Ngikut aja deh lu!! Numpang aja banyak gaya!" kata Nian.


Mereka pun melanjutkan perjalanan, tak cukup beberapa menit setelah perjalanan... Dhante, Vani, Luchas, dan Daniel tertidur dengan pulas.


"Lex, lu ga tidur?" tanya Nian.


"Mana bisa gue tidur kalo yang nyetir tuh musuh gue." kata Lexa.


"Sekarang gue mau ngomong sesuatu yang penting." kata Nian dengan serius.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong aja gausah basa basi." kata Lexa.


"Gue udah putus ama Syauqi." kata Nian.


"Terus? Lu mau rebut siapa lagi dari gue?" kata Lexa.


"Lex, gue ga ngrebut dia dari elu, tapi yang ada pas itu lu yang ngrebut dia." kata Nian.


Flashback saat mereka kelas 1 SMA...


"Widih! Katanya ada anak baru cantik tuh! Katanya dia dari keluarga Wijaya." gosip dari teman sekelas Lexa.


"Ahh yang bener aja lu! Lexa juga ga kalah cantik!" gosip gosip teman Lexa.


"Eh tapi belum lama ini ada yang bilang kalo tuan muda Syauqi tuh lagi PDKT an sama cewek itu!!" kata mereka.


"Wah gila!" kata teman baik Lexa yang bernama Naira.


Dari kejauhan Lexa mendengar pembicaraan mereka. Dan Lexa merasa sakit hati...


Lexa pergi ke atap sekolah untuk menenangkan diri...


"Napa sih? Semuanya aja direbut! Arggghh." kata Lexa sambil menggaruk garuk kepalanya.


"Nih! Minum dulu, tenangin diri." kata Syauqi sambil duduk di sebelah Lexa.


"Aih makasih ya." kata Lexa.


"Sama sama, emm bisa gak lu cerita kenapa lu sedih gini?" kata Syauqi.


"Udah deh mendingan lu jauh jauh dari gue, ntar ada gosip lagi kalo gue pelakor." kata Lexa.


"Hah?? Maksud lu apaan?? Pelakor?" kata Syauqi.

__ADS_1


"Syauqi!!!" teriak Nian dari belakang mereka.


__ADS_2