Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+70


__ADS_3

Setelah itu mereka pun sampai dan membawa Vani ke UGD.


"Akhirnya udah haha." kata Luchas.


"Vani gimana keadaannya ya?" kata Rakha.


"Baik baik ajalahh." kata Luchas.


"Amien moga aja." kata Rakha.


"Dah kita tinggal tunggu hasil aja." kata Rakha.


"Iyadeh." kata Luchas.


Mereka pun menunggu sampai 3 jam lamanya...


"Duhhh ngapa lu busa tidur siihh!! apalagi di bahu gue!" kata Luchas.


"Tau gaa?!! baju gue kotor gara gara iler luuuu." kata Luchas emosi tapi Rakha tetap tertidur.


"Dahlah gue juga capek! jan salahin gue kalo ilerin pala lu." kata Luchas.


Luchas pun tertidur...


1 jam kemudiann....


"Permisiii??? Ini keluarganya?? halloo???" kata dokter yang sedang berusaha membangunkam mereka berdua.


"Wee kebooo bangoonnn tuh cewek dah selamett." kata dokter itu emosi tapi... tidak ada respon dari mereka berdua.


"Diihh tidur dah kek orang mati aja." kata Dokter.


Saat dokter hendak pergi meninggalkan mereka tiba tiba tangan Luchas meraih tangan dokter itu...


"Maaf gue ketiduran." kata Luchas sambil kucek kucek mata.


"Iye iye tapi tuh baju lu urus dulu deh." kata dokter.


"Hah?? baju?? gapentinggg yang penting Vani selamatt." kata Luchas.


"Liat baju luuu!! ntar tuh cewek kaga mau sama eluu." kata dokter.


"hah?" kata Luchas sambil menoleh ke bahunya.

__ADS_1


"Aaaaaa!!!! bangun lu **** busukkkk!! liat gaaa baju gue bau njirrrr!! minggir ga lu?!" kata Luchas.


Karena teriakan Luchas lumayan kenceng si Rakha pun terbangun dari tidurnya...


"apaan sih!" kata Rakha.


"Liat ga?! baju gue! baju gue! aaaaa!!!" kata Luchas panik.


"Bisa ga jan teriak teriak! ini rumah sakit bukan rumah emak lu." kata dokter.


"tapi dok gue ga punya emak." kata Luchas dengan muka polos.


"Mampos lu Dark." kata Rakha.


"Maap maap gue ga tau." kata dokter.


"iye oh iya gimana Vani?" kata Rakha.


"Hei seharusnya gue yang bilang gituu." kata Luchas.


"Sstt jan ribut!" kata Rakha sambil menutup mulut Luchas.


"Udah baik baik aja habis ini mau dipindahkan ke ruang 219." kata Dokter.


"Makasih dok." kata Luchas.


"Iya tapi jangan lupa biayanya ya." kata dokter.


"wokeehhh." kata mereka berdua.


Mereka berdua pun masuk ke ruangan Vani...


"Hei kapan masalahnya berakhir... gue capek loh Van." kata Rakha sambil megan tangan Vani.


"Emang lu doang yang capek? kita juga kali." kata Luchas.


"Tapi gue capek nungguin kapan gue bakalan nikah ama Vani." kata Rakha.


"Hah? maksud lu? jadi lu pengen cepet cepet nikah ama Vani gitu? jan ngadi ngadi lu yee! gue bilangin Bryna tau rasa lu." kata Luchas.


"Elahh Bryna tuh kesalahan gue! gue kan pas itu belum tau." kata Rakha.


"Semua cewek cantik aja lu embat!" kata Luchas.

__ADS_1


"Gue kaga ngembat kok! gue cuma dipaksa sama si Bryna sama bapaknya yang kek dajj@l itu." kata Rakha.


"Alesan lu." kata Luchas.


"Berisik! gabisa buat gue istirahat gak?!" kata Vani tiba tiba.


"Vani?!!" kata mereka terkejut.


"Apelu semua." kata Vani sambil memegang kepalanya.


"Vani!! akhirnya lu sadar juga!" kata Rakha sambil memegang erat tangan Vani.


"Vaniii....." kata Luchas.


"Apa?" kata Vani.


"Maafin gue ya udah boong ke elu." kata Luchas.


"Chas bisa lu mendekat?" kata Vani.


"G-gak! gue salah jadi gue harus jauhan sama elu!" kata Luchas.


"Mendekat ato gue ga bakalan maafin elu!" kata Vani.


"I-iya..." kata Luchas sambil mendekat.


saat berada di dekat Vani tiba tiba!!


"V-vani?!" kata Luchas yang terkejut karena Vani memeluknya.


"Vani! Lu masih luka!" kata Luchas.


"Bersyukur aja lu masih dipeluk ama Vani... gue aja ga dipeluk." kata Rakha.


"E-ehh???" kata Luchas.


"Makasih ya Chas udah temenin gue sampe sini." kata Vani.


"E-eh?? sa-sama sama Van." kata Luchas sambil memeluk balik Vani.


...


Maaf banget jarang up!! MT author eror paraahh!! 😭😭😭 makasis ya yang udah setia nunggu novel ini up! 😭😍❤❤ jangan lupa like, share, vote, and fav yaa lop yuuu ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2