Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+44


__ADS_3

"Hallo nama gue Luchas, kalian semua boleh panggi gue Luchas." kata Luchas dengan PD.


"Wei lu juga dari Negara Lu?" kata salah satu murid.


"Yap!" kata Luchas.


"Anjaaiiii kita samaan broo horeee." kata murid murid kelas heboh.


"Weee!!! Berarti ni kelas khusus buat anak dari Negara Lu! Yeeeee!!" teriak Luchas.


"Diem!" kata Dhante dari bangku paling belakang.


"Halo, semoga kita bisa berteman baik." kata Vani dengan senyum paksa.


Luchas juga gamau kalah...


"Hello, moga kita bisa berteman baik!" kata Luchas dengan senyum mautnya.



"M-mata gueeee." kata Reva wakil ketua kelas.


anjaiii Si Luchas tebar pesona.


"Oke oke kalian berdua boleh duduk." kata seseorang di pintu masuk.


"Ehh? lu siapa?" tanya Luchas.


"Luchas! itu tuh wali kelas kita!" kata Reva.


"Ah masa? Wali kelas kok muda banget woakaowkoa." kata Luchas.


Tanpa di beri arahan Vani menarik Luchas untuk pergi duduk.


"Aduh aduh! lu napa narik kupluk gue?" kata Luchas.


"Sekolah buat belajar, gausah membantah." kata Vani.


"Van, lu suka ama tuh guru?" kata Luchas.


"Tabok mulut lu loh." kata Vani.


"Ei eii murid baru! jangan bertengkar rebutin saya." kata Guru itu PD.


"Kepedean." kata Vani dan Luchas bersamaan.

__ADS_1


"Sewot amat!" kata guru itu.


"Pak gausah banyak basa basi. Mulai pelajarannya." kata Dhante.


"Murid murid kurang ajar!" kata Guru itu.


"Makanya diajarin pakkk." kata Reva.


"Ya Tuhankuu kenapa murid hamba gubloknya keterlaluan." kata guru itu.


"Pak... Perkenalannya belom." Kata Luchas.


"Ah lupa maap... oke nama saya Ferry, saya wali kelas EO2-M, kelas khusus Negara Lu." kata Pak Ferry.


"Oh." kata Anak anak kelas.


"Ehh ternyata anak anak dari Negara Lu itu cantik cantik ama ganteng ganteng ya! kayak saya waktu masih tua!" kata Pak Ferry.


"Pak, saya boleh tanya?" kata Wave murid pendiam di kelas.


"Ya, boleh." kata Pak Ferry.


"Bapak ngomong apa tadi?" kata Wave.


"Ngomong kalo saya ganteng dari lahir." kata Pak Ferry narsis.


Setelah Dhante berkata seperti itu semua murid bubar dan pergi keluar kelas.


"Wei weiii kalian mo kemana?? kelas belom selesai." kata Pak Ferry.


"Goodbye!" kata Reva.


"Pak maap kali ini saya gak bisa bantu!" kata Luchas sambil menepuk pundak Pak Ferry.


Dikantin•••


"Hello lu Vani kan? boleh gua makan disini?" kata Reva.


"Ya." kata Vani.


"Okee makasih yaa." kata Reva.


Suasana Canggung---


"Emm, Vani lu deket ama Luchas?" kata Reva.

__ADS_1


"Makan." kata Vani.


Belum beberapa menit setelah Vani berkata seperti itu,,, muncullah Si Luchas.


"Eyyoo Vanii, gue makan disini ya." kata Luchas.


"Ya." kata Vani.


"Van lu ngrasa ada aura membunug gak?" kata Luchas.


"Belakang lu." kata Vani.


Luchas pun menengok ke belakang, dan ternyata ada si Dhante sama Daniel yang ngeliatin Merek dengan tatapan membunuh.


"Napa kok kek mau bunuh gue sih?" kata Luchas.


"Soalnya lu ganteng." kata Reva.


"Itu sih jelas." kata Luchas.


BRAKKK.


"Gue udah selesai makan." kata Vani.


"Ehh udah? yaudah gue juga udah." kata Luchas.


Vani tidak menggubris Luchas dan pergi.


Luchas mengejar Vani... menuju arah taman.


"Eh eh Vannn lu ngapa? Lu ngambekk???" kata Luchas.


"Apa? Gue mau ketemu Dhante, gue mau bahas kelas EO2-M." Kata Vani denga tatapan dingin.


Tapi tiba tiba!!!


Kissss!!! Luchas mencium bibir Vani!!


Oke sampai disini dulu:v.


Kalian yang mana?


#TeamLuchasVani.


atau

__ADS_1


#TeamRakhaVani.


__ADS_2