Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+64


__ADS_3

"Heh lu berdua masih bisa mesra mesraan gitu!!" kata Dhante tiba tiba datang.


"Lu lagi lu lagi! Udah gue bilang!! Who Are You?!! Lu siapa mau ngatur ngatur gue sama siapa?! daripada lu urusin gue! mendingan lu urusin tuh pacar lu yang imut kek ****!!" kata Vani sambil pergi meninggalkan kantin.


"Otak mana otak!!" kata Luchas.


"Tunggu aja lu berdua!" kata Dhante.


"Dhante! Stop!" kata Bryna.


"Minggir lu bangke sialan!" kata Dhante sambil mendorong Bryna.


"Ada apa? aku pacarmu! dia sudah menjadi milik Luchas!" kata Bryna (mon maap ga pake bahasa inggris soalnya author ga pinter bahasa inggris)


"Hei kalo bukan karena bapak lu yang nyelametin gue! gue ga bakal nerima lu jadi pacar gue!" kata Dhante.


Setelah itu Dhante pun pergi ke asramanya, sedangkan Vani dan Luchas berada di atap sekolah.


Di Atap Sekolah...


"Haahh maap Chas gara gara gue lu juga kena." kata Vani.


"Gue siap berkorban demi elu kok Van hehe." kata Luchas.


"Makasih, btw nih makan." kata Vani sambil menyodorkan bekal.


"Lu udah makan Van?" tanya Luchas.


"Udah." kata Vani.


"Ah masa?? nih aaa." kata Luchas sambil. menyuapi Vani.

__ADS_1


"Dibilangin udah kok." kata Vani yang berusaha menghindar dari suapan Luchas.


"Idih tinggal buka mulut kunyah abis itu telen kan udaahh." kata Luchas.


"Maksa." kata Vani sambil membuka mulutnya untuk disuap.


"Gausah malu malu lu wkwkwk." kata Luchas.


"Siapa yang malu idiihhh." kata Vani sambil mencubit hidung Luchas.


"Hahahah, ternyata lu imut juga ya, dulu pas baru kenal. lu orangnya dingin banget kek kulkas 25 pintu." kata Luchas.


"Gaya luu sok tauu." kata Vani.


"Hahahaha." tawa Luchas.


"Luchas boleh gue tanya?" kata Vani.


"Apa? tanya aja apapun itu." kata Luchas.


"Van, hidup itu perlu dinikmati, sakit hati itu cuma sementara tapi kalo bahagia tuh jarang." kata Luchas.


"Hei Chas gimana kalo. lu dibenci sama papa lu yang paliingg lu sayang." kata Vani.


"Gapapa, yang penting lu hidup haha." kata Luchas.


"Luchas, napa hidup lu dark banget?" kata Vani sambil meneteskan air mata.


"Haa?? ga dark lagi kok kalo ada Vani disamping Luchas hehee." kata Luchas sambil menghapus air mata Vani.


"Luchas lu janji kan ga bakalan bohongi gue??" kata Vani.

__ADS_1


"Mana berani Luchas sang pangeran bohongin tuan putrinya."kata Luchas.


"Sa ae lu abang ketoprak." kata Vani.


"Dihh apaan gue bukan abang ketoprak! gue pangerannya Vani." kata Luchas.


"Gombal terosss." kata Vani.


"Haha Vanii Vanii." kata Luchas.


"Tapi Chas lu beneran ga bakal bohongin gue kan?" kata Vani.


"Enggakk." kata Luchas.


"Janji ya! karena lu tau kan rasanya dibohongin?" kata Vani.


"Dibohongi sama saja dengan dikhianati." kata Luchas.


Udah romantisnya! Kita ke Asramanya Dhante...


"Maafin gue Van, maafin gue! maafin gue karena udah lupain lu! maafin guee!!" kata Dhante.


"Vann maafin guee Vann gue mohoonn." kata Dhante sambil menatapi sebuah bingkai foto.


"Vann, gue mohonn gue ga inget apa apa pas ituuu..." kata Dhante sambil menangis.


"Maaf Vann kalo bukan kakak lu ga mungkin gue bakal inget lu lagi." kata Dhante.


Ada apa sebenarnya?? Apakah Dhante sudah mengingat Vani kembali? Dan juga kenapa Vani menanyakan tentang kebohongan??


***

__ADS_1


Halloo!!! Ini authorr!! Emmm 👉👈 author minta maaf upnya telat, oh iya author juga mau tanya gimana kalo visual si Luchas diganti jadi...



__ADS_2