Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+34


__ADS_3

"Apa apaan ini? kau membawaku ke ruang mayat?" kata Vani tidak percaya.


"Van lu harus terima ini." kata Nian sambil diam diam menangis.


"Ceh jangan main main! cepat tunjukkan dimana Rakha?!" kata Vani ngotot.


"Vani, Rakha udah mati!! Lu kenapa kayak gini?!!" bentak Nian kepada Vani.


"Dimana mayatnya." kata Vani tiba-tiba tenang.


Nian kaget mengapa Vani tiba-tiba menjadi sangat tenang.


"Van lu serius?" Tanya Nian.


"Dimana mayatnya?" kata Vani.


Mau tak mau Nian harus menunjukkan dimana Rakha, tetapi pada saat Nian masuk ia tidak menemukan dimana jasad Rakha.


Tapi pada saat itu untung saja masih ada staf yang kebetulan lewat, Nianpun bertanya pada staf itu.


"Permisi kak, dimana jasad Rakha Lua Zena?" tanya Nian.


"Hah? jasad? sepertinya mbak salah! orang yang bernama Rakha Lua Zena itu masih hidup." kata Staff itu.


"Kakak tau dimana dia?" tanya Vani.


"Ohh dia sedang di operasi karena tertembak." kata staf itu.


"Bisa kau tunjukkan dimana ruangnya?" tanya Vani dingin.

__ADS_1


"Ahh kakak tinggal lurus terus belok kanan dan belok kiri sudah deh sampai!" kata staf itu.


"Terima Kasih." kata Vani tetap dingin.


"Sama-sama." kata staf itu.


"Vani,,, maaf gue gak tau, g-gue tadi dikasi tau ama Vano kalo si Rakha udah meninggal! maaf Vann maaf!!" kata Nian sambil menangis.


"Antar gue ke ruangan itu." kata Vani dingin.


"Oke." kata Nian sambil mendorong kursi roda yang dipakai Vani.


"Sialan." kata seseorang dari belakang mereka.


***


Didepan ruang operasi•••


Dari tadi Vani tertunduk diam dan menangis.


Dan Nian merasa bersalah•••


"Heh Rakha pasti hidup, itu sudah pasti." kata Vani menyemangati dirinya sendiri.


"Iya Rakha pasti hidup kok Van, elu tenang aja." kata Nian menenangkan Vani.


Setelah berjam jam lamanya akhirnya operasinya selesai. Dokter pun keluar.


"Ah?? Anda keluarga orang ini?" tanya dokter itu.

__ADS_1


"Iya." kata Vani.


"Ahh baiklah operasinya berjalan lancar tapi mungkin dia akan koma beberapa bulan belum lagi dengan benturan keras di kepalanya jadi mungkin saja dia amnesia sementara." kata dokter itu.


"Terima kasih banyak Dok, terima kasih banyak huhuhuuu." kata Vani sambil menarik keras baju dokter itu.


"Nona, tidak apa apa. Oh iya siapa Vania itu? kenapa di lengan pasien Rakha ada nama orang itu?" Tanya dokter.


"I-Ini Vania dok." kata Nian sambil menunjuk Vani.


"Aih nona cantik ini ya? mungkin pasien sangat menyayangin anda, jadi mohon untuk pemulihan pasien saya harap anda akan selalu disampingnya." kata Dokter itu.


"Terima kasih." kata Vani.


"Dan nona yang disebelah ini siapa namanya?" kata Dokter itu.


"Nian Voleta Wijayanti, Panggil saja Nian." kata Nian.


"Oh baiikk tapi nona Nian bisa andaikut saya sebentar?" tanya dokter itu.


"Baiklah, Vani kamu tunggu disini ya." kata Nian.


Didalam ruangan•••


"Nona Nian perkenalkan nama saya Bryan Vhuja, saya hanya mau mengatakan kalau pasien Rakha ini memiliki cedera serius." kata dokter itu.


"Lalu apa masalahnya sama gue cih." kata Nian.


"Ahh sepertinya jika pasien melihat orang pertama yang dia temui saat sudah sadar maka orang itu akan sangat dibenci olehnya. Jadi saya sarankan untuk nona yang bernama Vani itu tidak bertemu dengan pasien saat pertama kali siuman." kata dokter itu panjang lebar.

__ADS_1


"Ceh masa bodo." kata Nian sambil meninggalkan ruangan.


Tapi,,,


__ADS_2