
Sebelumnya•••
Hari itu adalah hari dimana Vani mengungkapkan isi hatinya yang paling dalam bahwa dia sangat mencintai keluarga dan teman temannya.
***
Selesai semuanya berterima kasih Vani menjelaskan apa yang sebenarnya.
"Vani seorang putri? Putri kerajaan??" kata Vano bingung.
"Iya, jadi Vani itu putri kerajaan yng diculik sama Paman Lai tapi kakek Wijaya menyelamatkan Vani dan merawatnya, sedangkan Paman Liu berusaha menculik lagi tapi gagal karena Vani iblis:v" kata Devan.
"Iblis???" kata Vani sambil mengernyitkan alis.
"Emmm nggak kok tadi Devan salah ngomong." kata Devan sambil keringat dingin.
"Oke, gue udah tau ini semua dari Pak tua Wijaya pas umur gue masih 5 tahun." kata Vani.
"Dan lu semua tau dari mana kalo gue putri kerajaan?" kata Vani lagi.
"Emm pas lu belum sadar kita ga sengaja denger pembicaraan paman Lai sama seorang perempuan tua yang gak dikenal." kata Rakha.
"Oh, dia lagi." kata Vani dingin.
"Ayo pulaannngggg gue capekk, kita nginep di hotel dulu lah." kata Vano.
"Iyaaa capek juga padahal dari tadi cuma duduk doang." Kata Nian.
Mereka pun pergi mencari hotel terdekat, pada saat sampai di hotel mereka langsung memesan kamar, tapi ternyata hanya tersisa 4 kamar saja, mereka pun mau tak mau harus berbagi dan susunannya itu... pastinya Vani disatukan ama si Rakha.
Dikamar,,,
"Lu pindah kamar! biar gue sama kak Nian!!" kata Vani.
__ADS_1
"Eittsss ndak boleh! Elu itu punya gue." kata Rakha sambil menarik Vani ke kasur.
"Siapa yang punya elu?! mimpi!" kata Vani.
"Lah elu punya gue! bukan punya orang lain." kata Rakha sambil memeluk erat tubuh Vani.
"Rakhaaa lepass sumpek tau ga?!!" kata Vani risih.
"Malam ini Vani harus sama Rakha!!" kata Rakha semangat.
Uhhh Vani berfirasat buruk dan ternyata,,,,
"Uhh aduh aduh Rakha!!! Sakit oyy!!" kata Vani.
"Tahan sebentar lagi!!" kata Rakha.
"Aduhh Rakhaaa!!" kata Vani kesel.
"Uhhh uhhh dikit lagi Vann!!" kata Rakha heboh.
"Mereka ngapain?" tanya polos Nian.
"Sssttt jan bersuara! mari kita kagetin mereka!" kata Vano.
Rakha Dan Vani,,,
"Ahhhh Rakhaaa sakitttt hadoohhh." kata Vani.
"Yess akhirnyaaaa." kata Rakha senang tapi tiba tiba
GUBRRAAKK pintu mereka di buka paksa.
"Baaaa!!!! ketahuaannn!!!" kata Venom hueboh.
__ADS_1
"Apasih! gue cuma lagi ngeluarin duri di kaki Vani kok! tadi tuh kena duri di kamar mandi!" kata Rakha.
"Mana ada duri di kamar mandi." kata Devan.
"Adaaa!!!! Lu kok ngetet sih!!" kata Vani ngegas.
"Buset santai Van-_" kata Byan.
"Lah lu semua sukanya salah sangka mulu! siapa yang gak kesel." kata Vani dan Rakha bersamaan.
"Ciee jodohhh ciee." kata Nian.
"Emang jodoh bwekkk😝" kata Rakha sambil mengejek tapi SPLAASSHHH pukulan hangat dari Vanii.
"Vanii,,, kita emang jodoh!" kata Rakha.
"Lanjutkan permainan kalian, kita pergi duluu byeee." kata Nian sambil beranjak keluar dari kamar.
"Kakak!!!" kata Vani tersipu malu. Baru kali ini Vani tersipu dan itu membuat Rakha senang.
"Udah gue tidur di sofa aja elu di kasur." kata Rakha sambil membawa bantal.
Tanpa disadari Vani menarik tangan Rakha.
"Rakha tidur ama Vani aja." kata Vani lembut.
Mana ada yang gak leleh sama ekspresi dan suara lembut Vani.
"Hmmm tumbenn nihh." kata Rakha menggoda.
"Temennin gue gak?!" bentak Vani.
__ADS_1
Akhirnya mereka tidur bersama~~