Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+46


__ADS_3

3 menit kemudian...


"Omaygatt!!! Panggil ambulans!! Cepatttt!!" kata Pak Ferry setelah melihat Karin penuh darah di kepalanya.


"astaga! Ulah siapa ini?!" kata Bu Aella.


"B-b-buu, t-to-tolong." kata Karin.


"Ya! Ya! Sebentar lagi Ambulans datang! Sabar ya! Kalau kamu sabar pasti bakalan disayang pacar!" kata Bu Aella.


"Begooo!! Situasi lagi rumit lu malah sempet sempet sempetnya bucin." kata Pak Ferry sambil nepok jidatnya Bu Aella.


Dah lanjot lanjot! Author males bahas si pelakor:v.


***


Saat Vani kembali ke asramanya...


Ceklek pintu terbuka... Vani pun masuk.


Gelap•••


"Hei lu ga niat nyalain lampunya kah? gelap loh?" kata Luchas yang sedang berdsandar pada tembok.


"Ga niat." kata Vani.


Ceklokk lampu nyala.


"Huh? Lu abis bunuh orang? napa di baju lu banyak darah?" kata Luchas.


"Bukan urusan lu." kata Vani.


"Haiyo, Van lu jujur aja deh." kata Luchas.


"Heh! gue tanya lu juga habis darimana? habis gebukin si Wave? iya? kok baju lu juga banyak darahnya?" kata Vani.


"Aigoo, kalo iya kenapa?" kata Luchas.


"Heh muka malaikat hati iblis." kata Vani.

__ADS_1


"Kita sama Van... oke sekarang bisa ga lu buatin gue makan? gue janji bakal bersihin asrama ini." kata Luchas.


"Ga percaya." kata Vani sambil pergi masuk ke kamarnya.


Saat Vani sudah dikamar...


TELOLET TETELOLET SARI ROTI ROTI SARI ROTI... (sound kalau dapet terlfon dari orang).


"Siapa?" kata Vani.


"Salam dulu dongg." kata orang itu.


"Gajelas." kata Vani hendak mematikan telfon.


"Eits eits tunggu dulu... Nona! apa lu kaga inget gue?" kata orang itu.


"Siapa, ga kenal." kata Vani.


"Andra!" kata orang itu.


"Elu? Andri?!" kata Vani.


"Apa mau lu?!" kata Vani.


"Gue? Ya mau gue tuh elu! gue mau elu jadi milik gue selamanya! Dan mungkin besok besoknya gue bakal sering jemput elu." kata Andra.


"Kita ga ada urusan lagi, lu pengkhianat!" kata Vani.


"Vani sayang, gue khianat tuh ada gunanya! dan gara gara gue khianat lu malah bebas dari penjara itu!" kata Andra.


"Ndra lu jan belibet! Kesian si Vani." Kata Luchas yang sedang bersender di pintu kama Vani.


"Siapa lu?!" kata Andra.


"Sini! Sini! Biar gue aja yang bicara!" bisik Luchas kepada Vani.


Vani pun langsung memberikan hpnya kepada Luchas.


"Hallo broo, gue Luchas." kata Luchas.

__ADS_1


"Oh lu lagi ya?" kata Andra.


"Lama ga ketemu brehh!! huahaha." kata Luchas.


"Oyi bro! kapan kapan ketemuan bareng kuy!" kata Andra.


"Bolehh.... tapi lu mati aja dulu!" kata Luchas sambil mematikan telponnya.


"Lu kenal bocah itu?" kata Vani.


"Kagak." kata Luchas.


"Siapa lu sebenernya?" Tanya Vani.


"Gue Luchas lah! Oh iya gue udah nolongin lu dari brengs*k itu! jadi... lu bikinin gue makanan yak!" kaya Luchas.


"Y. Keluar! gue mau mandi." kata Vani.


"Oke Van Vann." kata Luchas.


Diluar kamar Vani...


"Andra ya? Seru nih." kata Luchas dalam hati.


Tok Tok Tok...


"Itu lu kah? Daniel?" kata Luchas.


"Oyii, gue bawa ikan salmon nih ama kimchi jugak." kata Daniel dari luar.


"Oke oke lu tunggu bentar." kata Luchas.


"Iyaa cepet nihh pegel gue pegangnya!" keluh Daniel.


"Oke bentar." kata Luchas sambil membuka pintu dan ternyata tidak hanya ada Daniel tapi ada si Dhante juga.


"Katanya elu doang??" kata Luchas.


"Gue kaga bilang gitu kok, oh iya si Dhante bawa daging. hehe." kata Daniel.

__ADS_1


__ADS_2