
Vani menatap dingin kakel cowok yang ngeselin itu. Tau tau kakel cowok itu merasa tersindir dan merasa diejek sama bocil (Bocah Cilik).
"Weh lu ngapain natap gw kaya gitu? gw cakep ya!" kata kakel ngeselin itu.
Tanpa basa basi Vani ngrangkul si kakel cewek itu dan nuntun menuju UKS. Disisi lain si kakel cowok masih merasa kesal bukan main tapi tiba tiba saat dia mau balik menuju kantin ada segeromban orang yang menuju ke arahnya.
"Permisi bos kami menyuruh kami membereskan kamu." kata salah satu orang dari gerombolan itu.
"Namamu Rakha Lua Zena, Kelas 2 SMA, Berasal dari keluarga Zena, Memiliki 1 adik perempuan, Kamu memimpin 3 perusahaan yang didirikan oleh Keluarga Zena, adik perempuanmu itu adalah adik angkatmu. Apakah pernyataan dari saya ada yang salah?". kata salah satu orang dari gerombolan tersebut.
"Tidak ada yang salah, kenapa kamu tau identitasku? apa tujuanmu?" kata Rakha.
"Tidak Tuan, Nona kami menyuruh kami kesini dan mengumpulkan data dari semua siswa yang ada disini." katanya.
__ADS_1
"Siapa Nona kalian?". kata Rakha.
"Tidak ada yang boleh tau identitas Nona kami, masih untung Nona kami tidak menyuruh kami untuk merobek mulut tuan karena tuan adalah putra dari keluarga Zena." kata orang itu.
Kemudian orang orang itu langsung pergi setelah berbicara.
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Vani menyuruh kakel cewek itu duduk. Setelah kakel itu duduk tiba tiba Hp nya berbunyi, ternyata itu adalah notif dari segerombolan orang tadi. Dalam notif itu berisi pesan.
"Nona, kami sudah mencari identitasnya dan juga kami sudah memberi tahu kepadanya. Selanjutnya tugas kedua akan kami kirimkan. Siap melayani anda Nona." pesan dari tangan kanan Vani.
"Nama: Lina De Zena, Kelas 2 SMA, Berumur 17 tahun, anak angkat dari Keluarga Zena, Anak kesayangan dari keluarga Zena, memiliki satu kakak laki laki bernama Rakha Lua Zena, Nona yang terikat janji perjodohan keluarga Zena dengan keluarga Witanto. Sekian informasi dari saya semoga Nona puas." pesan kedua dari tangan kanan Vani.
__ADS_1
Vani langsung mematikan hpnya dan langsung mengobati tangan Lina dengan hati hati. Lina terheran heran mengapa Vani mau membantunya. Lina luluh akan kebaikan Vani dan mengajak Vani untuk berteman atau bersahabat, tapi Vani terdiam dan tetap fokus mengobati tangan Lina dan tidak menjawab pertanyaan Lina. Setelah selesai Vani langsung pergi tanpa mengatakan sepatah kata.
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Pembagian kelas dimulai para OSIS membagi kelompok dan melakukan pengarahan pada murid baru, tapi Vani tidak kelihatan sama sekali. Rakha sibuk mencari Vani untuk meminta penjelasan karena Vani telah membawa saudaranya kemana. Rakha mencari diseluruh pelosok sekolah tapi Vani tidak kelihatan sekalipun. Pada akhirnya Rakha kembali dan melihat ada Vani diantara murid murid bary itu, Rakha menghampiri Vani.
"Woy, lu bawa kemana Lina?? Lu apain adek gw?! tangan dia luka karena tadi tau ga! gw mau ngobatin ni!!" kata Rakha sambil bentak.
Vani pergi tanpa berkata sepatah katapun. Rakha membuntuti Vani dan setelah membuntuti Vani dia melihat bahwa didepannya Vani ada Lina. Rakha pun langsung manggil Lina, dan Lina pun berbalik langsung kaget bahwa dibelakangnya itu sang kakak.
Lina kaget karena wajah Rakha yang panik bercampur sok cool itu. Tanpa basa basi Rakha langsung melihat tangan adeknya, ternyata sudah diobati.
π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£
__ADS_1