Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+35


__ADS_3

Tapi,,, Sebelum Nian keluar ruangan tiba-tiba tangannya ditarik oleh dokter itu.


"Wah, musuh dalam selimut ya? Mengapa kau membenci adikmu?" tanya dokter itu.


"Lepaskan aku, dan masalah aku tidak menyukainya itu bukan urusanmu." kata Nian.


"Pasien kau sudah melihatnya jadi jangan bengong saja disitu." kata Dokter itu kepada seseorang.


"Lukaku masih sakit paman." kata Rakha sambil keluar dari balik tirai.


"Ra-Rakha!!" kata Nian terkejoed.


"Paman kau tidak memberitahunya tentang ini?" kata Rakha.


"Lua, dia musuhmu jadi mana mungkin aku memberitahunya." kata Dokter itu.


"Ahh ya ya yaa tapi biarkan dia mengurus Vani di luar." kata Rakha.


"A-Aku akan pergi membawa Vani pergi."kata Nian gugup.


"Kali ini gue lepasin lu tapi lain kali gak akan karena penghianat pantas mati." kata Rakha.


"Siapa yang penghianat?" kata Vani tiba-tiba muncul.


"Bodo! Gue udah bilang lu harus tunggu! Didepan!" kata Nian.


"Pembohong! Kau pembohong Rakha! Mulai sekarang gue ga bakal mau kenal dan dekat sama lu lagi! Bye!!" kata Vani meninggalkan ruangan dengan tangisan.


"Gue udah bantu lu buat nutupin ini semua dari Vani! Tapi lu selalu salah paham!" kata Nian sambil pergi meninggalkan tempat itu dan pergi mengejar Vani.

__ADS_1


"Biarkan gini, semua bakal baik baik aja." kata Rakha.


"Lu terlalu tolo* Kha, lu pikir cara ini baik buat mereka?" kata dokter itu.


"Paman bisa kau buat Vani melupakan semua ini?" kata Rakha.


"Mau bagaimana lagi, huuuhh." kata dokter sambil Menghela nafas panjang.


***


Sudah 2 hari setelah kejadian itu sifat Vani menjadi semakin dingin dan kejam, entah apa yang merasukinya hingga dia tega melukai kakak dan temannya.


"Nona Vania mari kita lakukan terapi." kata Dokter psikologis khusus untuk Vani.


"Kau yakin? Kau benar benar yakin? Haha nyalimu besar." kata Vani gak juelas.


"Baik nona Vania sepertinya saya harus menggunakan cara kasar." kata Dokter itu sambil menyuntikkan sesuatu pada Vani.


"Baik Nona, bisakah kau jelaskan mengapa kau menjadi seperti ini?" tanya psikolog itu.


"Apa kau tidak tau? Ini hanya acting! Iya gue acting! Udah jelas kan?" kata Vani.


"Baiklah kali ini sepertinya kau jujur, oke kita ke tahap selanjutnya." kata psikolog itu.


"Heh, hapus ingatanku. Itu perintah bukan permintaan. Kumohon." kata Vani sambil menangis.


"Baik jadi tenangkan dirimu." kata psikolog itu.


Psikolog itupun menghapus sebagian ingatan Vani, karena itu permintaan dari Vani sendiri. Dia berharap bisa melupakan kejadian menyedihkan itu.

__ADS_1


***


Tak terasa sudah 3 bulan sejak kejadian itu terjadi,,, Vani menjadi semakin kejam dan berhati dingin padahal ia sudah melupakan kenyataan pahit itu, Sedangkan Rakha juga tidak pernah lagi muncul dihadapan semua orang dan tidak ada yang tau dimana keberadaannya.


Hari-hari mereka jalani seperti biasa yang beda hanya Vani. Mereka aman dan tentram tapi tidak dengan Vani, walau Vani sudah menghapus ingatannya tapi dihati Vani seperti ada yang hilang.


***Disekolah...


"Vani, Yuk kita pengecekan ke dokter Zhu." kata Nian mengajak Vani konsultasi ke dokter Zhu. Dokter Zhu adalah dokter psikolog Vani.


"Ada apa?" Jawab Vani.


"Dokter minta kita ketemuan." kata Nian semangat.


"Tidak. Sampai Jumpa." kata Vani sambil pergi meninggalkan Nian.


Disisi lain yaitu Nian.


"Dokter, kau dengar kan? Bagaimana selanjutnya?" tanya Nian.


Ternyata pada saat itu Nian sedang menelfon Dokter Zhu.


"Aih aih biarkan sajalah, perlahan juga dia akan lupa." kata Dokter.


"Kau yakin? Dia semakin dingin dan kejam!" kata Nian.


"Tenang itu sifat bawaannya." kata Dokter.


"Gue gak bisa tenang, oke gue mau ketemuan sama lu di cafe xxx." Kata Nian.

__ADS_1


"Setuju!" kata Dokter.


***Tunggu Up selanjutnya! 😉


__ADS_2