
"Vaniiii!!!!" kata mereka serempak sambil ingin memeluk Vani.
Tapi plak plak plak!! tompel merah lagi!
"Salah apa gue." kata Rakha.
"Gasopan! punya aturan gak?!" kata Vani tegas.
"Dih Vani kita kan sayang sama elu." kata Venom.
"Iya makanya kita bawa elu kerumah sakit." kata Vano.
"Diem ntar Vani tambah risih sama kalian." kata Devan sok bijak.
"Nyocot lu semua gue mau tidur!" kata Vani.
"Vaniii cantikk bagaimana dengan pipi gue??" kaya Rakha.
"Pipi gue juga!" kata Vano.
"Gue juga oy!!" kata Venom.
"Gak cuma kalian gue juga!" kata Devan gak mau kalah.
Vani masa bodo dia langsung pergi ridur dan membiarkan mereka bertengkar, tapi lama lama Vani risih karena mereka berisik banget hingga akhirnya Vani capek dan,,,
__ADS_1
"Bisa diem gak? atau hari ini ada yang patah tapi bukan hati, mau coba?" kata Vani sambil senyum setan.
"Van, gue tunangan elu, ya jelaslah gue khawatir." kata Rakha sedikit murung.
"Tunangan? yakin masih mau tunangan? palingan elu mati dulu baru tunangan sama gue." kata Vani.
"Van ini peraturannya!" kata Rakha ngotot.
"Apa emangnya? heh palingan gue bantai tu semua!" kata Vani.
"Lu bakal tau semuanya dari Paman Liu nanti." kata Rakha.
"Emang lu punya info tentang Paman buluk sok bijak itu? cih!" kata Vani.
"Gue tau dimana dia sekarang." kata Rakha
"Cepet!! dimana Paman Liu??!!" kata Vani.
"Vani!!! tenang!!! sabar!!!" kata Rakha.
"Emang lu mau sabarin orang yang pernah mau bunuh elu pas kecil?!! inget!!! gue perjuangan buat dapetin Paman Laknat itu!!" Bentak Vani.
"Jadi bener ya itu semua perbuatan Paman Liu?" kata Devan tiba tiba.
"Apa betul itu? nggak gak mungkin! Paman Liu orang kepercayaan kakek Vani jadi ga1 mungkin berbuat hal sekejam itu!!" kata Venom.
__ADS_1
"Sok tau!! lu gak ngerti gimana perjuangan gue nyelametin lu semua dari rubah tua licik itu!!!" kata Vani.
"Vani!! jangan gegabah! kita harus buat rencana sebelum menyerang!!" kata Rakha.
"Enggak! gue mau bunuh dia!!" kata Vani.
Vani menarik Rakha sekencang kencangnya dan menyuruh Rakha untuk memberi tahu dimana rumah Paman Liu sekarang.
"Vani,,," kata Rakha.
"Diem dan bilang dimana rumah rubah tua licik itu!" kata Vani.
"Vania!! pikirin perusahaan, keluarga, dan sekolah lu dulu!! baru lu bisa ngerjain ini semua!!" bentak Rakha.
"Gue bisa urusin itu semua!!" kata Vani.
Mau gak mau ya Rakha mengalah. Mereka memasuki mobil milik Vani dan keluar dari perkiran.
"Kasih tau! cepat gak pake lama, titik gak pake koma." kata Vani.
"Paman Liu diluar Negeri." kata Rakha.
"Pesan tiket sekarang dan telfon ketiga bocah itu dan suruh mereka pergi ke bandara secepatnya, pesan 5 tiket VIP biar gue yang bayar!" perintah Vani panjang lebar.
Rakha pun menuruti apa kata Vani dan Vani mengwbut pergi ke bandara.
__ADS_1
***
Sesampainya di bandara terdekat, Vani masih belum melihat ketiga monyet tersebut. Dann pada akhirnya setelah mereka berjam jam menunggu ya Vani sama Rakha capek, mereka memutuskan untuk pergi duluan tapi TAP ada yang menepuk pundak Vani dan Rakha, ya itu si trio monyet dengan wajah tak bersalah datang kepada Vani.