Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+58


__ADS_3

*Maap ya upnya lama gara²👇



Tolong dimaklumi yaa, katanya MT nya eror.


***


Vani pun tidur disofa tapi...


Luchas tidak sengaja lewat dan melihat Vani, ia pun menghampiri Vani yang sedang tertidur pulas.


"Wedew singanya udah tidur nih, kalo tidur yang awalnya singa jadi kucing." kata Luchas.


"Aduhh Van lu kudu terima kasih sama gue nanti." kata Luchas sambil menggendong Vani menuju kamarnya.


Dikamar Luchas...


"Luchas lu gendong Vani ke sini ngapain?" tanya Daniel. dengan muka polos.


"Kasian, dia tidur di sofa jadi gue bawa ke sini biar dia tidurnya lebih nyaman." kata Luchas.


"Sok perhatian." kata Dhante.


"Chas emang cukup nih kamar?" tanya Daniel.


"Cukup kok tenang aja." kata Luchas sambil. membaringkan Vani di tempat tidurnya.


5 menit kemudian»


"Chas lu **** ya, kok jadi gini sih??" gerutu Daniel.


"Napa harus kita bertiga yang dilantai sedangkan Vani di kasur?" kata Dhante.


"Kan ga baik kalo si ceweknya di lantai, terus gabaik juga kalo kita tidur bareng dia, bener gak?" kata Luchas.

__ADS_1


"Gue ngalah oke, selamat malam." kata Dhante.


"Alah mbohlah gue ikut juga dah, met malem." kata Daniel.


"Met bobo lu berdua, gue masih mau mandangin mukanya si kucing dulu." kata Luchas.


1 Detik setelah Luchas bilang gitu»


"Beneran kucing kalo tidur." kata Dhante.


"Iya kan imut kan, ga nyesel kan lu." kata Luchas.


"Berisik ama lu berduaa, gue mau tidurrr." kata Daniel.


"Tidur tidur aje, ngapain lu urusin kita berdua." kata Luchas.


"Lu berisik sih." kata Daniel.


"Tidur tuh cuma merem habis itu kita mimpi! apa hubungannya dengan suara." kata Luchas.


"Ye ye ye." kata Daniel.


"Woke yok lanjut liatin." kata Luchas.


Saat melihat Vani tertidur pulas tiba tiba!!


Dhante melihat suatu bayangan yang didalamnya ada dia dan Vani...


Dan sepertinya itu salah satu serpihan dari ingatan Rakha yang hilang...


TAAPPP Luchas menepuk pundak Dhante dan bertanya "Napa Dhan?"


"Luchas, lu tau kenapa Vani pindah ke sini?" tanya Dhante dengan wajah khawatir bercampur dingin.


"Katanya sih gara gara di jodohin trus dia kabur." kata Luchas.

__ADS_1


"Lu tau siapa yang dijodohin ama dia??" tanya Dhante.


"Seinget gue Nian kakaknya itu pernah bilang kalo yang dijodohin sama dia tuh." kata Luchas terpotong.


"Dijodohin sama Rakha." kata Daniel tiba tiba.


"Lu bisa ga sih jan kek gitu!" kata Luchas sambil sentil jidat Daniel.


"Aduh aduh iyaaa, tapi yang gue bilang itu bener kan?" kata Daniel.


"Iya sih emang bener kalo tunangannya tuh namanya Rakha, tapi katanya Nian si Rakha tuh mirip banget sama Dhante." kata Luchas.


"Hah?? Gue? Ga mungkin lah!" Kata Dhante.


"Tapi memang mirip kok." kata Nian di pintu kamar mereka.


"Astogettttssss!!" teriak Daniel kaget.


"Kak, lu bisa tunjukin foto si Rakha itu ga?" kata Luchas.


"Napa gue harus tunjukin ke elu?" kata Nian.


"Buat bukti supaya si Dhante percaya." kata Luchas.


"Aihh oke okee nih." kata Nian sambil menunjukkan foto Rakha.


"Beneran mirip ****! gimana kalo si Rakha itu Dhante yang hilang ingatan!" kata Daniel.


"Bisa jadi!" kata Luchas.


"Hei, lu kok bisa kepikiran sampe si Dhante yang hilang ingatan?" tanya Nian.


"Gue cuma nebak, tapi setiap tebakan gue selalu bener kok." kata Daniel.


"Oh gimana kalo kita test DNA si Dhante ama bapaknye si Rakha itu!" kata Luchas.

__ADS_1


"Hemmm bisa juga!" kata Nian.


"JANGAN!" kata Vani tiba tiba terbangun dari tidurnya.


__ADS_2