
Mereka pun diperailahkan masuk...
"Lu punya sihir ya Van!" kata Rakha.
"Emak lu sihir sihir." kata Vani.
"Lah trus napa tuh penjaga nurut apa lu?" kata Rakha.
"Nih." kata Vani sambil menunjukkan tanda lahirnya.
"Emang napa ama tanda lahir luu??" tanya Rakha.
"Duhhh ini tuh tanda lahir keluarga Yuweiyan be9oo." kata Vani ngegas karena kesal dari tadi ditan,yain mulu ama si Rakha.
"Ya maap." kata Rakha.
"Ah udah ayo turun dah sampai." kata Vani.
Vani pun turun dari mobil beserta Rakha.
Mereka pun memasuki Villa keluarga kerajaan dan langsung disambut oleh pelayan.
"Silahkan duduk." kata pelayan tersebut dengan sopan.
Vani dan Rakha pun duduk.
"Permisi bolehkah saya bertemu dengan Raja?" kata Vani.
"Mohon ditunggu." kata pelayan lain sambil menyediakan teh.
Beberapa menit kemudian datanglah ibu kandung Vani.
"Baru kali ini ada keluarga kerajaan mengunjungi Villa." kata Ibu Vani dari belakang.
"Haha, selamat pagi." kata Vani.
Ratu belum sempat melihat muka Vani makanya dia masih santai, kemudian Ratu pun duduk di sofa dan...
"Angel?!" kata Ratu kaget.
__ADS_1
"Oh maaf maaf mungkin saya salah orang haha." kata Ratu.
"Tidak, anda benar kok saya Angela." kata Vani.
"Haha, Angela sudah lama hilang mana mungkin..." kata ratu tiba tiba menangis.
"Mungkin... mungkinn sudah... hiks hiks hiks." kata ratu.
"Ada apa ini??" kata papa kandung Vani yang tiba tiba datang.
"Violet?! ada apa ini?? kenapa ratu menangis!" kata papa kandung Vani.
"Maafkan atas kelancangan saya." kata Vani sambil menunduk hormat.
"Siapa kamu?" tanya Laender yang tak lain ayah kandung Vani.
"Nama saya, Angela Salfana Permata Yuweiyan." kata Vani.
"Kenapa namamu mirip dengan anak kami? siapa kamu sebenarnya?" kata Laender.
"Anak lu la bodo." kata Rakha dalam hati.
"Mana mungkin kamu putri kami." kata Laender tidak percaya.
"Dih bodo udah jelas jelas mirip banget ama lu ama istri lu masi ga percaya aja." gerutu Rakha dalam hati.
"Saya anak kandung anda, kalau tidak percaya anda boleh ambil sehelai rambut saya untuk di tes." kata Vani dengan penuh kesabaran.
"Anak kami sudah lama meninggal, mana mungkin dia hidup kembali." kata Laender.
"Aelah bodo ni raja kaga percayaan bener jadi orang pen gue tendang buwong puyuhnye." gerutu Rakha dalam hati.
"Sudah lama meninggal atau diculik?" kata Vani dengan senyum jahannamnya.
"D-dari mana kamu tau?" kata Raja sambil terkejut.
"Mampos lu dibilangin kaga percaya juga! mamam noohh." gerutu Rakha.
"Saya tau karena saya putri anda." kata Vani.
__ADS_1
"Baiklah mari kita tes, berikan sehelai rambutmu jika hasilnya sudah keluar maka akan kucari kau." kata raja.
"Nah gitu dongg, dari tadi keekk." gerutu Rakha dalam hati.
"Baik, saya pulang dulu." kata Vani.
Dan akhirnya mereka pun pulang... (kembali ke hotel)
Saat diperjalanan...
"Van sumpah gue greget ama tuh raja." kata Rakha.
"napa emangnya?" kata Vani.
"Ya dia sihh dibilangi ngotot ajee." kata Rakha.
"Hah gimana gimana?" kata Vani.
"Gue greget ama tuh rajaa soalnya kan lu udah bilang kalo lu tuh anaknya tapi dia masih aja kaga percaya ama omongan lu." kata Rakha.
"Lah **** kok elu yang greget." kata Vani.
"Gatau gue kesel aja ama tuh raja." kata Rakha.
"Haha lu lucu juga ya." kata Vani.
"Hehe, oh iya Van lu masi jadi boss mafia?" tanya Rakha.
"Haha iya lah." kata Vani.
"Lu ga tobat?" kata Rakha.
"Ga bisa Kha." kata Vani.
"Oh yaudahlah." kata Rakha.
***
Maaf banget up nya lamaaaa 😭😭😭author terlalu sibuk ngewibu hehe👉👈 maafin ya pliss🙏 mkasih ya udah dukung author smpai episode inii ❤❤
__ADS_1
-Salam manis Devianna ❤💝