Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+73


__ADS_3

Vani pun selesai mengerjakan ujiannya dalam waktu 30 menit...


"Vani memang pintar haha, bapak pergi dulu ya." kata guru.


"Baik, terima kasih." kata Vani.


"Van, luka lu gimana??" tanya Rakha.


"Udah baikan dokter bilang lusa mungkin udah boleh pulang." kata Vani.


"Haha syukur kalo gitu." kata Luchas.


"Oh iya Van gue sekitar 5 hari lagi bakalan ke rusia." kata Luchas.


"Mau ngapain lu ke rusia?" kata Rakha.


"Belajar sambil cari sesuatu." kata Luchas.


"Cari apaan?" kata Vani.


"Haha ga penting Van." kata Luchas dengan senyum pahitnya.


"Lusa kita bolos sekolah ya." kata Vani.


"Ngapain?" kata Rakha.


"Mungkin lusa hari terakhir gue di sini." kata Vani.


"Iya iyaa ayoo." kata Luchas.


Entah mengapa pembicaraan mereka begitu canggung dan juga apa yang Luchas cari di rusia??


Dua hari berlalu, Vani sudah dibolehkan pulang...


"Jadi ga nih kita jalan jalannya???" kata Luchas.


"Jadi kok, ayo." kata Vani.


Mereka bertiga pun menghabiskan waktu mereka buat jalan jalan sampai malam...


pada saat jam 9 malam...


"Vani makasih udah hadir dalam hidup gue." kata Luchas.


"Sama sama Chas, gue juga makasih ya." kata Vani.

__ADS_1


"Emm mungkin ini terakhir kali kita bicara haha." kata Luchas.


"Haha tetep ketawa ya Chas tetep ceriaa kek dulu." kata Vani.


"iya Van makasih yaa, gue pergi dulu... byee..." kata Luchas sambil meninggalkan Vani dan Rakha.


"Rakha lu ga ngucapin selamat tinggal buat dia?" kata Vani.


"Kita bakal ketemu lagi kok Van haha." kata Rakha.


"Haha, ayo ke bandara gue udah pesen tiket." kata Vani.


Mereka pun pergi ke bandara dan pulang ke Negara Lu.


Sesampainya di Negara Lu mereka disambut oleh Nian, Byan dan lainnya kecuali Rakha palsu.


"Akhirnya lu berdua balik jugaa." kata Vano.


"Heh lu semua udah tau dari awal kalo gue Rakha yang asli??" kata Rakha.


"Enggak sih tapi pas gue liat lu pertama kali di asrama Vani gue udah ada firasat kalo itu elu." kata Byan.


"Apasihhh ga ngerti gue!" kata Rakha.


"Udah udah ayo pulang istirahat." kata Vani.


"Napa??" kata Vani.


"Mama papa lagi marah marah gara gara lu kabur dari rumah." kata Nian.


"Gapapa kok, ayo pulang." kata Vani.


Sesampainya di rumah... (maaf ya skip skip muluu soalnya author udah gada ide:v).


"Salamm, mama papa Nian ama Byan pulang." kata Nian.


"Darimana? katanya dari ngopi bareng temen? tapi kok bawa koper?" tanya mama Vani.


"Emmm Van masuk." kata Nian.


Vani pun masuk... dannn....


"Vani!!!!" kata Mama Vani sambil berlari memeluk Vani.


"Mama..." kata Vani sambil balik memeluk mamanya.

__ADS_1


"Dasar anak gatau diri! lu ga mikir gimana perasaan orang tua?!!" kata papa Vani tiba tiba datang.


"Maaf pa.." kata Vani.


"Vani ingat! papa gak marah sama kamu tapi papa cuma khawatir!!" kata Papa Vani.


"M-maaf papa." kata Vani.


"Haahhh papa juga maaf sudah kasar pada Vani." kata papa Vani sambil memeluk erat tubuh Vani.


"Ma-makasih udah jadi orang tua Vani." kata Vani sambil menangis.


"Iyaa..." kata mama Vani.


"Walau papa sama mama bukan orang tua asli Vani." kata Vani.


DEGGG!!!!! Papa dan mama Vani terkejut mendengar Vani berkata seperti itu.


"Dari mana.... darimana kamu tau?!!" kata mama Vani langsung heboh.


Vani memalingkan wajahnya.


"Vani?! beri tau! siapa?! kakek??? paman?? siapa vani?!!" kata mamanya.


"Vani tau sendiri mah." kata Vani.


"Maaf Vani... Maaf....." kata mama Vani.


"Mama gaperlu minta maaff..." kata Vani.


"Vani, kamu tau siapa orang tua aslimu??" kata papa Vani.


"Tau pa." kata Vani.


"Siapa?" tanya mama Vani.


"Pemimpin negara Yuweiyan." kata Vani.


"Oh baiklah." kata papa Vani.


"Papa mama Vani boleh kembali ke keluarga asli Vani??" kata Vani.


"Tidak." kata mama Vani.


"Kenapa????" kata Vani.

__ADS_1


"Tidak ya tidak." kata mama Vani.


__ADS_2