
"Kenapa ma?!" kata Vani.
"Mama gak rela..." kata mama Vani.
"Sudahlah biarkan saja dia kembali ke orang tua aslinya." kata papa Vani.
"Tidak boleh." kata kakek Vani yang ada di tangga.
"Kakek?!" kata Vani, Nian dan Byan secara bersamaan.
"Vani, kakek sudah bilang! kamu harus jadi boss mafia! bukan seorang putri manja." kata kakek Vani.
"Kakek... Vani masih tetep jadi leader kok." kata Vani.
"Tidak! kamu ga bakalan fokus!" kata kakek Vani.
"kakek Vani janji, kalau Vani bakalan tetap jadi leader mafia tapi kek ijinin Vani kembali ke keluarga asli Vani ya." kata Vani mencoba membujuk kakeknya.
"Kalau sampai Vani melanggar, Vani siap menerima hukuman apapun itu." kata Vani.
"Aih aih cucu kakek sudah besar! sudah bisa memberi penjelasan yang bagus!" kata kakek Vani.
"Iya kek, jadi... boleh kah?" kata Vani.
"Baiklah jaga dirimu baik baik ya, jangan lupa mampir ke sini." kata kakek Vani sambil mengelus kepala Vani.
"Baik kek! terima kasih banyak! dan... Mama papa kak Nian sama kak Byan... makasih ya! udah merawat Vani dan juga udah baik banget ke Vani, Vani gabakal lupain itu semua." kata Vani.
"Yang merawat Vani itu kakek jadi terima kasihlah ke kakek." kata Byan.
"Terima kasih banyak kek! Terima kasih banyak juga buat keluarga Wijaya yang udah berbaik hati merawat Vani sampai sebesar ini." kata Vani sambil membungkuk.
"Sama sama jaga diri baik baik ya." kata keluarga angkat Vani.
__ADS_1
"Iya! Vani pergi dulu ya!" kata Vani sambil pergi meninggalkan rumah besar itu.
"Hati hati." kata Nian saat Vani sudah pergi dari rumah itu.
Dan sekarang perjalanan Vani dimulai!
Vani pergi bersama Rakha dan memesan tiket pesawat untuk pergi ke negara Yuweiyan.
Saat sudah berada di bandara...
"Rakha lu yakin keluarga gue bakalan nerima kedatangan gue?" kata Vani.
"Pastinya! soalnya elu putri yang dicari cari selama ini." kata Rakha mencoba meyakinkan Vani.
"Haha makasih Chas." kata Vani.
"Chas?? Luchas?? Vanii gue Rakhaa." kata Rakha.
"emm maafff maaff gue ga sengaja." kata Vani.
"Oke." kata Vani.
Mereka pun berangkat dan naik pesawat menuju negara Yuweiyan.
Saat sudah sampai...
"Van gue ga ngerti bahasa orang sini seriusan." kata Rakha.
"Tenang gue udah belajar kok pas di pesawat tadi." kata Vani.
"Mana sempat keburu ga hapall." kata Rakha.
"Hafal lah! bahasanya aja hampir mirip sama negara Lu." kata Vani.
__ADS_1
"Seriusan?" kata Rakha.
"Iya tapi cuma beberapa hehe." kata Vani.
"Yaudah lah ayo cari hotel." kata Rakha.
"Gue udah pesen, hotelnya ga jauh dari sini." kata Vani.
"Oke ayo." kata Rakha
Mereka pun menuju hotel tersebut... dan setelah beberapa jam keliling keliling akhirnya mereka sampai.
"Gila ya lu Van! Katanya deket yang ada jauhnya kek surga ke neraka." kata Rakha.
"Jan banyak omong! ayo masuk gue udah capek!" kata Vani.
"Udah capek apa udah ga sabarr" kata Rakha mencoba menggoda Vani.
"duhh diem gue beneran capek." kata Vani.
"Mau gue gendong?" kata Rakha.
"Dihh kuat lu?! palingan juga kagak." kata Vani.
Ehhh setelah Vani bilang begitu Rakha langsung menggendong Vani.
"Dih Rakha! Turunin! Malu tau gakk!! Turuninnn." kata Vani sambil memberontak.
"Ssstt diem atau gue hukum nanti." kata Rakha yang sedang membisik telinga Vani.
Vani pun langsung terdiam karena takut dihukum oleh Rakha, eh tapinya pada saat sudah sampai di kamar Rakha tiba tiba...
Tiba tiba apa hayooo🌚🌚🌚
__ADS_1
*Haloo ini authorr maaf banget se banget banget bangetnyaa karena jarang banget up! sumpah author sibuk banget:( author janji nanti bakalan up cepet kalo lagi ga sibuk! makasih yaa, maaf juga 👉👈❤❤
Salam Manis Devianna ❤