
"**** masa gue bilang gitu aja lu marah." kata Luchas.
"Sssttt brisik amat lu jadi orangg. Nyesel gue pindah ke sini." kata Vani.
"Yee, siapa suruh lu kesini. Ehhh? lu orang negara mana?! kok bahasa kita samaan?!" kata Luchas baru sadar, dan author juga baru sadar:v.
"Gue dari negara Lu, dan gue ingetin ya... gausah sok kenal." kata Vani.
"Hidih, orang udah kenalan juga." kata Luchas.
Vani tidak ingin membalas perkataan Luchas karena capek.
"Capek Thoorrr balesin omongannya si Luchaass." tuh kata Vani.
Lanjut...
Telolet telolett bunyi hp Vani. Ada yang nelpon. Dan itu Nian.
"Apa?" kata Vani.
"Vani, napa lu kaga kasi tau gueee." kata Nian kesal.
"Emang semuanya harus lu yang atur? gue bukan bocil lagi." kata Vani sambil menutup telfon.
"Cih emang bocil, pendek gitu kok." kata Luchas dari tangga.
"Bct, lu nyiiingggg. Pendek an siapa gue atau bayi?!" kata Vani kesal.
"Ya elu lah, pendek sekaliiiii." kata Luchas.
"Alah capek gue, bye." kata Vani sambil pergi ke kamarnya.
__ADS_1
"Woy tetangga kamar. Masakin dongg." kata Luchas.
TOK TOK TOK...
"Luchas... lu di dalem? Ini gue Daniel." kata Daniel dari luar.
"Ohhh kudanil lu ngapain?" kata Luchas sambil membuka pintu.
"Aishhh gue capek gue nginep di kamar itu ya." kata Daniel sambil menunjuk kamar yang ditempati oleh Vani.
"We broo tapiii..." kata Luchas terpotong karena Daniel nyelonong masuk.
Daniel pun membuka pintu kamar Vani dan...
Gaada Isinya. ZOONKKKK.
Eh tapi shower kamar mandinya menyala dan itu membuat Daniel penasaran dan dia membuka pintu kamar mandi tersebut.
"Ada cewek rese' yaudah ayo ke kamar gue aja." kata Luchas.
BRAAKKK pintu kamar mandi terbuka.
"Siapa yang lu bilangin cewek rese' hah?!" kata Vani dengan memakai handuk.
"Pffttt bwahahahah emang lu rese' aowkowk." kata Luchas sambil tertawa terbahak bahak.
Sedangkan si Daniel mimisan seketika melihat Vani.
"Chas lu dapet bidadari dari mana?" kata Daniel.
Setelah si Daniel bilang begitu Vani melihat badannya dan...
__ADS_1
"Aaaaaaaa!!!!" Vani lagi konser.
"Keluar lu semuaa!!!" kata Vani sambil. melempar apapun barang di sekitarnya.
"Behhh parahhh Nieell keluarr yookk." kata Luchas sambil menarik tangan Daniel pergi keluar dari kamarnya si Vani.
Di Luar Kamarnya Vani•••
"Wa gilakkk telinga gue berdarahh." kata Luchas sambil memegang telinganya yang TIDAK BERDARAH SAMA SEKALI.
"Mana ada berdarah we." kata Daniel sambil membersihkan hidungnya yang berdarah tadi.
"Ga sihh tapi suaranya masih terngiang-ngiang di telinga gue." kata Luchas.
"Anjaeyyy, eh betewe lu dapet darimana tuh cewek?" kata Daniel.
"Hah? Dia tuh murid pindahan dari Negara Lu. Baru pindah tadi." kata Luchas.
"Ahhh kalo dia sama si Dhante pasti dah ******, soalnya si Dhante tuh dingin+galak beut." kata Daniel.
"Iyaa yak ckckck." kata Luchas.
Tanpa disadari Vani lewat dan pergi ke dapur.
Di dapur...
"Awas aja lu berdua! kaga gue maafin sampek lu berdua mati." kata Vani dalam hati.
Jadi Vani memasak dengan muka masam dan itu juga diketawai oleh kadal kadal busuk itu wkwkwk.
Selesai Vani memasak (Satu porsi). Vani hendak duduk di ruang TV tapi...
__ADS_1
Makanannya direbut ama si kadal kadal tersebut...