
Setelah Daniel berkata seperti itu, dengan cepat pergi nyelonong masuk ke asrama Luchas.
"Eh Chas! mana si mak lampir?" tanya Daniel dengan muka polos.
"Dia? Dikamarnya lah!" kata Luchas.
"Ajak makan juga tapi syaratnya dia yang buat masakan." kata Daniel.
"Lu ajak dia gua ga ikut." kata Dhante.
"Apaan sih lu! moody an bat dah!" kata Daniel.
"Ajak aja! Biarin dah dia!" kata Luchas.
"Lu berdua nape?? heh?? napee???" kata Daniel dengan nada kesal.
"Gue baek baek aja kok! kaga kenapa napa." kata Luchas.
"Yodah ayok mabar! makan bareng!" kata Daniel.
"Y Gue ngalah." kata Dhante.
"Okeeee." kata Daniel.
"Mak lampirrr!!! ayok maa... kann..." kata Luchas terpotong karena...
"Bwahahaha tercyduck ahahahah." kata Daniel sambil ketawa ngakak.
Ternyata di samping Luchas ada Vani yang dari tadi memperhatikan pembicaraan mereka.
"Astoge!" kata Dhante terkejoet saat melihat Vani ada di samping Luchas.
"Anzaiii! sejak kapan es balok bisa punya ekspresi? apalagi kaget!" kata Daniel.
"Berisik." kata Dhante.
"Makan?" kata Vani.
"Wahh iya iya! Bikinin kita makanan dong!" kata Daniel semangat.
"Oh, trus kalo gue bikinin lu makanan apa hadiah buat gue?" kata Vani.
__ADS_1
"Cium." kata Luchas.
"Weeee!!!!" teriak Vani, Daniel, dan Dhante.
"Anjerrrr!! Lu semua pada ngapa dah! Baperan amat!" kata Luchas.
"Maksud lu cium tuh apaan?! hehh?!" kata Dhante sambil menarik baju Luchas.
"Eh?? Seharusnya Vani yang tanya gitu, napa elu?" kata Luchas.
"Wah seru nih! gue nontonin ajedah." kata Daniel.
"Diem lu!" bentak Luchas, Dhante dan Vani secara bersamaan.
"Buset kena lagi gue." kata Daniel.
"Dibilangin diem!" Kata mereka bertiga secara bersamaan.
"Salah muluu Ya Lord." kata Daniel.
"Lu mau mulut lu dijahit??" kata Vani sambil menarik baju Daniel.
"Udahlah! katanya makan? ayokk." kata Luchas mengalihkan pembicaraan.
Di dapur•••
"Mau gue bantu?" kata Luchas.
"Gausah." kata Vani.
"Haihh sini gue yang masukin ke microwave." kata Luchas sambil merebut mangkuk yang ada ditangan Vani.
"E-eh??!!!" kata Vani.
"Apa? kenapa?" kata Luchas.
"Goblooggg itu mau gue tumiss!!" kata Vani sambil mencubit tangan Luchas.
"Adeh adeh!! Sakit!" kata Luchas.
"Makanya gausah sok tau!" kata Vani.
__ADS_1
Disaat Vani mencubit Luchas, ada Dhante yang mengawasi mereka dari jauh...
Dan... Dhante mulai kesal, ia pun menghampiri mereka berdua...
"Berisik amat! Fokus masak sono!" kata Dhante.
"Banyak omong! mending lu sendiri yang masak!" kata Vani sambil melemparkan sarung tangan untuk cuci piring.
"Adoh!! Jadi cewek kasar bat dah!" kata Dhante.
"Pffttt mamposs awokawokaowka." kata Luchas sambil ketawa cekikikan.
"Diem!" kata Vani sambil memasukkan gorengan yang masih panas ke dalam mulut Luchas.
"Ahhh ah ahhh." kata Luchas.
"Pfftt buahahahah mamposss karma is real!" kata Dhante.
"Diem lu semua! mending kalian keluar aja!" kata Vani.
"Okelah, bro ayok keluar." kata Luchas sambil menepuk pundak Dhante.
Mereka pun keluar~
Dan Vani memasak dengan tenang.
Selesainya memasak...
"Mamam noh!" kata Vani sambil menyediakan makanan yang telah ia buat.
"Wahhhh daging panggang!!" kata Daniel.
"Pinter masak juga ya lu." kata Luchas.
"Makasih." kata Dhante.
"Makan sono." kata Vani.
"Lu gak makan?" tanya Luchas.
"Udah gue makan duluan tadi, jangan lupa cuci piring masing masing." kata Vani sambil pergi ke kamarnya.
__ADS_1
Maaf man-temann upnya lama 🙏🙏. Karena author lagi fokus buat belajar! Soalnya author bentar lagi ulangan akhir semester! Makasih ya udah dukung author! Author terhura! Makasih juga kritik dan sarannya! Berkat kritik dan saran kalian author bisa tau dimana kesalahan author! Sekali Lagi Makasih!! ❤❤
Salam dari Devianna.