Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+9


__ADS_3

Vani pergi dan tidak menghiraukan kakaknya.


"Vani kamu jangan keras kepala!! kamu tahu kan akibatnya kalau kamu melanggar peraturan keluarga?!" kata Byan membentak.


Vani berbalik dan mengatakan


"Hah peraturan keluarga? kakak gila? aku bertahun tahun tinggal bersama kakek dan nenek, aku ga ngerti peraturan kalian jadi,,, maaf." kata Vani samb senyum sinis.


"VANIII!!! JANGAN BERANI BERANI KAMU!!!" bentak Byan.


Vani tidak menghiraukan kakaknya, Vani pergi berjalan dengan santai sambil memegangi tasnya dan terlihat baik baik saja. Dan itu membuat Byan marah besar tapi Nian mencoba untuk menenangkan Byan, dan akhirnya Byan mengalah.


Sesampainya Vani di parkiran, Vani melihat banyak sekali orang yang menunggu di mobilnya. Vani menghampiri mobilnya.


"Hey hey ini Vani!!" Kata Vano.


"Apalagi mau kalian? Yang dikantin tadi masih belum cukup?" Kata Vani dingin.

__ADS_1


"Ow ya belumm, hari ini kami cuma mau nraktir lu! jangan salah paham." kata Vano.


"Maaf ga tertarik." kata Vani dingin.


"Jual mahal nihh?? gaseru ah, kuy bubar." kata Vano.


Vani tidak menggubris mereka dan langsung pergi menaki mobilnya untuk pulang


Sesamlainya dirumah Vani langsung pergi mandi, selesai mandi Vani langsung pergi tidur. Saat tidur tiba tiba ada yang mengetuk pintu rumah Vani, tapi Vani cuek saja mungki. itu cuma orang iseng.


Dan ternyata orang yang dibalik pintu adalah Vano, Vani menarik nafas dalam dalam kemudian menghembuskannya dengan kasar.


"Mau apa lagi elu? gue udah bilang gak ya gak! dan lu kenapa bisa tau rumah gue!" bentak Vani.


"Ah Vano? Vano berbua apa sama elu?" Kata cowok gajelas itu.


"Cih pura pura lupa lu! kurang kerjaan banget!" kata Vani sambil mau menutup pintu.

__ADS_1


"Eh eh bentar! kembaran gue apain lu? gua tanya doang!" katanya dengan lembut.


"Hah?! kembaran gila elu! gausah sok deh!" Bentak Vani.


"Iya, gua beneran kembarannya, gua Venom Dwa Putra Dasalma." kata Venom dengan lembut.


Vani pun membiarkannya masuk karena menurut Vani Venom adalah orang baik. Dan menyuruh Venom menjelaskan semuanya kepada Vani.


"Oke jadi gini gue inj baru kembali dari Paris, gua SMA di paris dan sekarang gue memilih buat kembali ke negara asal gue, tapi sebelumnya gue mau menemui temen masa kecil gue yaitu elu! masa lu kaga inget kakek lu selalu suruh gua temenin lo main tapi akhirnya lu kaga main lu malah baca buku dan gue tau alamat lu dari Rakha, Rakha dulu tuh juga sahabat lu tau. Sekarang lu udah inget semuanya?" kata Venom panjang kali lebar kali tinggi.


"Hah masa kecil? sorry gue udah kaga inget kalian lagi, masa lalu ya masa lalu. biarlah semua berlalu." kata Vani dingin.


"Kalo lu mau berteman sama gue silahkan, terserah lu mau apa." katanya lagi.


Venom terngangah mendengar perkataan Vani yang begitu menusuk hatinya. Sebenarnya Venom dari dulu telah suka dengan Vani tapi kalau tahu Vani akan seperti ini Venom tidak akan pergi keluar negeri pada saat kelas 5 SD.


Melihat Venom yang kecewa Vani merasa empati dan membuatkan Venom makanan, baru kali ini Vani merasa empati kepada seseorang.

__ADS_1


__ADS_2