Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+39


__ADS_3

Vani tersadar....


"Eihh Vaniii." kata Nian sambil memeluk Vani seerat ertanya.


"Apa?" kata Vani.


KRING KRINNGG... bunyi nada hp Vani.


"Kak, boleh keluar?" kata Vani.


Nian pun pergi keluar..


"Ada apa Rio?" kata Vani.


"Nona, lagi lagi geng Mafia berlian merah menyerang kita, tapi untungnya kita berhasil mengalahkannya." kata Rio yang tak lain adalah tangan kanan Vani.


"Apa? Sisa kan 1 orang untuk diinterogasi dan yang lainnya kuliti mereka." ucap Vani.


Nian yang tanpa sengaja mendengar pembicaraan Vani dia kaget! Mengapa Vani menguliti orang orang tersebut? Sungguh membuat Nian kaget.


"Baiklah Rio bisakah kau urus baj*ngan baj*ngan tersebut sementara aku berada di luar negri?" kata Vani.


"Saya akan usaha Non, Nona tida usah khawatir." kata Rio.


"Baik, urus mereka dengan benar." kata Vani sambil menutup telpon.


Nian pun masuk...


"Vann lu beneran mau kulitin mereka? Apa gunanya Van?" kata Nian.


"Bukan urusan Lu." kata Vani sambil menarik selimut.


"Aishh Van lu mau kan ke Perancis?" kata Nian.


"Y, kita bicarakan besok." kata Vani.

__ADS_1


•••Esoknyaa.


"Nona, bangun." kata Perawat yang ada di ruangan itu.


Nian terkejut dan terbangun dari tidurnya...


"Aihh ada apa ya sus?" kata Nian.


"Emm dimana pasien yang ada di kamar ini?" tanya suster itu.


"Hah??!! Maksudnya Vani gaada gitu?!" kata Nian panik.


"Tenang saya hanya bertanya dimana pasien." kata suster.


"Tidakk, sus uang administrasinya ada di tas saya silahkan di ambil, saya pergi dulu permisi."kata Nian tergesa gesa.


"Aihhh Mana sihh ni bocahh." kata Nian.


TENONETTT bunyi notif pesan di hp Nian.


"Astogetttssss bocahhhh. muesstii aisss." kata Nian marah marah.


Sementara Vani yang sudah ada di Prancis dia bersenang senang. Dan pergi ke sekolah barunya.


Disekolah barunya•••


Selesai pendaftaran yaaa...


"Kamar EOd nomer 2?" kata Vani terheran sambil berkeliling memcari kamar tersebut.


Dan akhirnya ketemu...


Vani pun membuka pintunya dengan Cardlock...


"Syukurlahh, bersih!" kata Vani.

__ADS_1


"Eih? Ada lantai 2 nya toh?" kata Vani sambil pergi ke lantai dua.


Sesampainnyaaa, Jeng jeng jenggg kotor sekali seperti kandang ****.


"Astogeeeeee!!!!! Woy siapa lu yang berani kotorin kamar gue!" kata Vani.


"Apaan anjay pagi pagi gini berisik amat dah!" kata Seseorang dari balik pintu kamar.


"Elu siapa?! kok ada dikamar gue?!" kata Vani.


"Gue Luchas, dan gue bilangin ke elu yaa kamar lu tuh dibawah bukan disini, kalo disini tuh kamar gue! paham ga? dasar pendatang baru!" oceh Luchas.


"Y, Dasar Wiskhas pakan kucing." kata Vani meledek


"Eehh lu yaaa nama gue Luchas de Lars! Bukan Wiskhass." kata Luchas marah-marah.


"Masa bodo yang penting gue seneng." kata Vani sambil pergi turun ke lantai 1.


"Dih ternyata mukanya doang cantik tapi tutur katanya bosok." kata Luchas.


"Mau mati?" kata Vani dengan tatapan iblisnya.


"Ga gue ga mau ngelawan cewek, oh ya nama lu siapa?" kata Luchas.


"Vania." kata Vani sambil pergi.


"Hah Vania? kek gak asing." kata Luchas.


"Vania, sebutin nama lengkap sama asal lu!" kata Luchas.


"Vania Dewi Anugrah Wijayanti, asal gue lu kaga usah kepo." kata Vani si es balok.


"Hah? Vania... njirr lu yang bos mafianyaa geng itu yaa!! geng apasih gue lupaaa." kata Luchas.


"Gausah sok tau, ntar mati lu." kata Vani.

__ADS_1


__ADS_2