Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+61


__ADS_3

"Eh iya njritt mirip banged." kata Vano.


"Haha, mungkin cuma kebetulan." kata Rakha dengan senyum. canggung.


"Mungkin ya wkwkw." kata Syauqi.


"Eh iya Nian lu ketemu Lexa diamana?" kata Byan.


"Ah?!" kata Lexa yang baru saja bengong.


"O-oh kita ketemu dibandara kok hehe." kata Lexa sambil. memegan tangan Nian.


"Ohh kebetulan dong haha." Kata Byan.


"Lex, maafin gue ya udah nolak lu dulu." kata Syauqi.


"Haha gapapa kok." kata Lexa.


"Makasih udah maafin yah." kata Syauqi sambil tersenyum lebar.


"Iya, eh bentar gue masih ada urusan di kamar." kata Lexa sambil. pergi ke kamar Luchas.


"Heh, lu yang namanya Syauqi! Lu pikir permintaan maaf itu cukup? tau ga lu? Lexa tiap malem nangis gara gara elu! belum lagi si Nian juga kena bully gara gara elu juga! lu pikir kata maaf bisa menghapus semua kesedihan dia?!" kata Luchas panjang lebar.


"T-tapi gue ga pernah ngira bakalan kaya gini! gue juga merasa bersalah!" kata Syauqi.


"Gaada otak lo Qi!" kata Nian sambil pergi ke kamar Luchas.


"Nah lu udah liat kan?! Mamposh!" kata Luchas.


"Udah! Udah!!" kata Byan.


"Punten, gue mau tidur dolo... byeee lu semua bertengkar aje terooss." kata Devan.


"Wahh ikoott." kata Vano.

__ADS_1


"Gua mau ke toilet dimana ya?" kata Venom.


"Disono." kata Luchas sambil menunjuk kamar mandi.


"Oke makasi." kata Venom.


"Hey lu yang namanya Rakha?? Ga mau kenalan sama temen gue?" kata Luchas sambil ngerangkul Dhante.


"O-oh halo gue Rakha tunangannya Vani." kata Rakha.


"Dhante." kata Dhante dengan wajah menyeramkan.


"Dan halo gue Luchas, mulai sekarang kita musuh ya." kata Luchas sambil menatap tajam Rakha.


"Hah musuh?" kata Rakha.


"IYA!" kata Luchas dengan nada dingin


"O-oh haha." kata Rakha.


"Maaf ya kamarnya cuma dua." kata Luchas.


"Lah terus kita tidur dimana?" kata Byan.


"Di sofa lah." kata Luchas dan Dhante secara bersamaan.


"Siapa suruh datang tak diundang, kaya jelangkung aja." kata Dhante.


"Weh weh sorry nih temen gue kebanyakan makan lombok." kata Luchas.


"Mattalo burem." kata Dhante.


"Mattalo butek! oh iya tenang aja gue sama Dhante juga tidur di sofa kalo ga lantai." kata Luchas.


"Napa? bukannya lu punya kamar sendiri sendiri?" tanya Byan.

__ADS_1


"Hemm kayaknya ditempati ciwi ciwi yang lagi curhatan." kata Luchas.


"Haha, terus sekertaris Kim tidur dimana?" kata Byan.


"Banyak tanya lu jadi orang!! ya tidur bareng Vani lah!" kata Luchas dengan nada nyolot.


"Kaga ada akhlak!" kata Byan.


"Nyenyenye." ejek Luchas.


"Woi temen lu yang ke kamar mandi napa ga keluar keluar?" kata Dhante.


"Lah paling juga eeq." kata Byan.


"Oh yodah tinggal tidur aje." kata Luchas.


Dan yang sebenarnya terjadi di kamar mandi adalah....


"Mampos gua kekunci, tapi keknya ga deh. Dohh gimana nehh, mana gue ga bisa teriak lagi." kata Venom DALAM MIMPI.


Ya begitulah si Venom ketiduran dikamar mandi dan kebetulan dia mimpi kekuncian di kamar mandi tapi ga bisa teriak.


Dan tidak ada satupun yang memperhatikan Venom.


***


Disisi lain yaitu Vani...


"Haahh udah selesai... Kim lu udah bisa istirahat." kata Vani.


"Emm nona ga mau dibuatkan susu dulu?" tanya Sekretaris Kim.


"Gue bikin sendiri lu tidur aja." kata Vani.


Vani pun pergi ke dapur...

__ADS_1


Di dapur Vani membuat susu tapi tiba tiba...


__ADS_2