Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+60


__ADS_3

"Ha?? tunangan? gila ya lu!" kata Luchas.


"Tunangan? apa maksud lu?" kata Dhante.


"Rakha!! Lu juga ke sini??" kata Nian.


"Iya kak, kak Byan yang nyuruh." kata Rakha.


"Gue merasa aneh akhir akhir ini." kata Venom.


"Kenapa?" tanya Byan dan Nian.


"Sifat Rakha berubah drastis!" kata Venom.


"Udah basa basinya? Bisa jelasin ini napa?" kata Vani.


"Aiyaaaa Vaniii!!!" kata Vano sambil mau memeluk Vani.


"Lu masih tetep bobrok aje ya No." kata Nian.


"Heheee." kata Vano.


"Halo kak Nian lama ga ketemu." kata Devan.


"Gue kok kaya pernah liat elu si?? tapi dimana?" kata Vani sambil nunjuk Devan.


"Dulu kita hampir setiap hari ketemu loh Van." kata Venom.


"Maaf ga inget." kata Vani.


"Nian." kata Syauqi.


"L-lo juga ikut?!!" kata Nian panik.

__ADS_1


"Iyaa hehe gue dipaksa sama Byan." kata Syauqi.


"Ada apa ribut ribut?? kan gue jadinya kebangunn." kata Lexa yang keluar dari kamar Vani.


"LEXAA?!!" Kata Syauqi.


"UQI??!!" Kata Lexa.


"Hee??? Kenapa?" kata Daniel.


"Ayo ayo makan! kalian belom makan kan? Van ayo ke dapur buat masak." kata Luchas.


Vani dan Luchas pun ke dapur untuk memasak dan yang lainnya duduk manis di ruang tamu.


Di Ruang Tamu***


"Bisa bilang gak kalian ke sini buat apa?!" kata Nian.


"Hei lu yang namanya Rakha, lu ngecopy muka gue kah heeh??!" kata Dhante.


"Cukup!! Biar gue aja yang jawab in pertanyaan kalian." kata Byan.


"Yang pertama kita kesini buat liburan, terus taunya sekertarisnya Vani juga mau ke Prancis, yang kedua ini Rakha dan maaf ya dia bukan orang sembarangan dan dia itu tunangannya Vani, yang ke tiga! iya dia Syauqi dan gue mohon buat lu Lexa! gausah fitnah adek gue lagi! paham?!" kata Byan panjang lebar.


"Heh? Tunangannya Vani?? Vani tuh udah pacaran sama gue!" kata Dhante.


"Siapa pacar elu heh?" kata Vani sambil membawa makanan.


"Hei sorry ya Vani pacar gue. Dan bukannya elu bilang lu pacarnya Bryna si cewek cantik blasteran itu?" kata Luchas.


"Stop! udah malem lu semua masih mau adu mulut?!" kata Devan.


"Kita bahas masalah ini semua satu persatu besok." kata Venom.

__ADS_1


"Baiklah." kata Nian.


"N-nona Vani, maaf tapi saya mau bilang kalo perusahaan dari tadi terus mengalami kerugian di pasar saham." kata Sekertarisnya Vani.


"Apa?! Napa lu ga ngomong dari tadi?!" kata Vani.


"M-maaf non." kata Sekertaris Kim.


"Baiklah, mana?!" kata Vani.


"I-ini non." kata Sekretaris Kim.


"Ada apa ini?! kenapa sahamnya terus terusan menurun?!" kata Vani.


"Gausah panik, keknya perusahaan lu lagi diserang deh." kata Dhante.


"Mana gue percaya sama elu!" kata Vani.


"Vani, tenangin diri okee? Bisa lu serahin masalah ini ke gue?" kata Luchas.


"Lu kira gue bodo?" kata Vani.


"Van, kita disini buat bantu elu." kata Luchas.


"Ga gue bisa urus sendiri." kata Vani.


"Keras kepala banget njirt." kata Luchas.


"Udah biarin aja, Vani emang gitu kok dia orang yang ga mau nyusahin temen ato sodaranya." kata Nian.


"Kak Ni, bisa lu ceritain napa Vani bisa hilang ingatan?" tanya Venom.


"Bukannya gara gara kejadian itu?" kata Nian dengan senyum pahit.

__ADS_1


"Oh iya Rakha punya kembaran ya haha." kata Byan.


DEG!!! Rakha palsu terkejut mendengar itu.


__ADS_2