Cantik Cantik Bos Mafia

Cantik Cantik Bos Mafia
+49


__ADS_3

"Vann kalo kecelakaan gimana?!" kata Daniel sambil gemetaran.


"Mati ya mati aja, siapa suruh tadi minta ikut." kata Vani dengan santai.


"Dahlah, ikutin aja...ntar selamet juga kok." Kata Luchas sambil garuk garuk kepala.


"Diem gausah banyak ngomong!" kata Vani.


Mereka pun melewati jalan licin itu...


*Mama mama mamaaaaaaaa. (Gerutu dalam hati Daniel).


*Tahannn, tahannn, Luchas lu lakiii jadi tahaann tahann. (Kata Luchas dalam hatinya sambil berusaha menenangkan dirinya).


Sedangkan Dhante...



Dhante tertidur dengan pulas...


"Gila! masih bisa tenang si Dhante! Yodah gue juga tidur aje." kata Luchas sambil mencari posisi yang enak.


"Ikottt." kata Daniel.


Mereka pun tertidur bersama sama~


Sedangkan Vani lagi bertempur dengan jalanan licin kaga ada akhlak.


"Arghh dikit lagii." gerutu Vani.


Dannnn.... Akhirnyaaa.... Selesai juga melewati jalanan itu.


Sekilas Vani melihat mereka bertiga yang sedang tertidur pulas di belakang.


Dan Vani tersenyum.


"Anak kucing manja heh." kata Vani.


Vani pun melanjutkan perjalanannya...

__ADS_1


Sesampainya di parkiran bandara•••


"Bangun udah sampe." kata Vani.


"Ahh?? Udah sampe??" kata Daniel sambil ngucek ngucek mata.


"Lama banget Van." kata Luchas.


"Banyak omong lu, masih untu lu masih idup." kata Dhante sambil sentil jidat Luchas.


"Lu semua tunggu disini sebentar aja, gue cuma pergi jemput orang." kata Vani sambil. pergi meninggalkan mereka.


"Orang? Cowok?" kata Dhante dan Luchas secara bersamaan.


"Etdahh posesif amat lu semua! ingett kaga boleh suudzonn." kata Daniel.


"Oke oke gue tenang." kata Luchas.


KRING KRING KRING. Bunyi telpon dari hp Luchas.


"Hello Luchas." kata orang dari telpon.


"Adoh adohh Chasss jangan panik panik amat! Ini gue! Lexa." kata Alexana teman baik Luchas dari kecil sampai sekarang.


"Lexxa? Siapa ya?" kata Luchas.


"Gausah sok gatau! Gue ada di Prancis nih! Gue boleh nginep di asrama lu selama satu minggu gak?" Kata Lexa.


"Gaada kamar kosong." kata Luchas dengan nada dingin.


"Lah kamar yang dibawah itu?" tanya Lexa.


"Udah ada orangnya." kata Luchas.


"Gapapa ntar gue satu kamar ama dia aja!" kata Lexa maksa pake banget.


"Aahhhh iya iya! Lu dimana?!" tanya Luchas dengan nada kesal.


"Dibandara kok, gue ada didalem." kata Lexa.

__ADS_1


"Lu tunggu gua." kata Luchas sambil. pergi meninggalkan mobil.


Beberapa menit saat Luchas pergi Vani datang dan membawa Nian.


"Kak lu masuk dulu ya, gue pergi beli roti dulu." kata Vani.


"Oke." kata Nian sambil. masuk ke dalam mobil.


Saat Nian masuk ke dalam mobil...


"Ra-Rakha?! Napa lu ada disini?! Lu udah jadian ama Vani?! Gimana gimana?? Coba kasih tau gue!!" kata Nian heboh.


"Hah? Rakha? Mbak salah orang kali! ini nihh namanya DHANTE bukan RAKHA." kata Daniel.


"Lu siapa? Rakha siapa?" tanya Dhante kepada Nian.


Nian tertegun...


Kemudian Ceklekk pintu mobil bagian belakang terbuka...


"Lu duduk disini dengan tenang! Oke?!" kata Luchas kepada Lexa.


"Le-lexa??" kata Nian.


"Lu kenal ama nih bocah?" tanya Luchas.


"Heh kenal lah, pelakor juga masa gue kaga kenal." kata Nian.


"Heii yang pelakor tuh siapa ya?? bukannya elu yang ngrebut Syauqi dari gue?!" kata Lexa sambil menjambak rambut Nian.


"Aduh aduh amjinkk lepasin gakk??!!" kata Nian.


"Ogahh!! Aawww rambut gue!" kata Lexa.


Tiba tiba....


Ceklek pintu mobil dibagian pengemudi terbuka...


Diluarnya ada Vani dengan tatapan Iblis...

__ADS_1


Apa yang terjadi selanjutnya? :v


__ADS_2