CEO DINGIN & Istri Kesayangan

CEO DINGIN & Istri Kesayangan
Eps. 10.TIDUR DI SOFA


__ADS_3

Resepsi telah usai beberapa menit yang lalu. Kini, Rayna tengah duduk di tepi ranjang kamar hotel sambil memijit kakinya yang rasanya mau patah. Bagaimana tidak? Ia berdiri hampir seharian penuh untuk menyalami para tamu undangan yang memberinya ucapan selamat tadi, apalagi ia memakai heels yang lumayan tinggi.


Tamu undangan yang hadir tadi pun sangat banyak, baik dari karyawan, kolega bisnis dan sisanya teman dan sahabat dari Keanu dan Rayna . Rayna pun teringat akan suatu hal beberapa jam lalu, saat dirinya tengah izin ke toilet dan bertemu seseorang.


~Flashback On


Rayna keluar dari toilet wanita sembari merapihkan sedikit gaun nya. Ia sengaja ke toilet disini karena dekat dengan balroom hotel yang dijadikan sebagai tempat resepsi pernikahan nya. Karena jika ke kamar mandi yang ada di kamarnya itu akan jauh dan me mbuang waktu.


"Bisa kita bicara berdua," bariton suara lelaki mengagetkan Rayna yang tengah merapikan gaun nya.


Rayna mendongak menatap orang yang mengajaknya bicara "Bisa. Mau bicara apa? Gue gak punya banyak waktu," ujar Rayna .


"Kenapa lo gak bilang kalo lo mau nikah? Dan lo nikah sama sahabat gue ... Keanu," Revan menggelengkan kepalanya pelan.


"Apa urusan nya sama lo? Mau gue bilang atau enggak itu bukan urusan lo Van," tegas Rayna.


"Jelas itu urusan gue Ay gue balik ke indonesia itu buat nemuin lo. Gue pengen kita kaya dulu lagi, gue pengen perbaiki semuanya Ay , tapi lo malah ..." kata Revan, ada sorot kecewa dimatanya.


Rayna tersenyum kecut "Van denger gue, mau gue nikah atau pun belum sekarang ini gue gak akan mau sama sama lo lagi setelah apa yang lo lakuin ke gue dulu. Jadi, stop jangan kaya gini lagi jangan berlaku seolah lo itu korban yang tersakiti," jelas Rayna memberi pengertian.


"Gue minta maaf Ay , gue tau gue dulu itu salah. Tapi, apa lo gak bisa maafin gue? Kasih gue kesempatan Ay sekali lagi gue mohon," pinta Revan memelas.


"Gue udah maafin lo Van jauh sebelum ini tapi, gue gak bisa lupain gitu aja perlakuan lo dulu. Dan gue gak bisa kasih lo kesempatan," ucap Rayna menghela nafas "Perasaan gue ke lo itu udah mati, dan gue itu udah anggep lo sebagai abang gue sendiri gak lebih. Tolong hargai keputusan gue Van, karena sekarang status gue itu seorang istri dari sahabat lo," tegas Rayna.


"Pernikahan tanpa cinta, lo nikah sama Keanu cuman kepaksa kan? Ini demi perusahaan bokap lo yang terancam bangkrut kan? Jadi, buat apa lo bertahan sama pernikahan kaya gini sih Ay ," sinis Revan. Membuat emosi Rayna memuncak.


"Ini hidup gue, pernikahan gue dan lo gak berhak ngatur-ngatur hidup gue. Biarpun pernikahan ini tanpa cinta, gue yakin dengan berjalan nya waktu gue bisa terbiasa sama ini semua," setelah mengatakan itu Rayna melenggang pergi meninggalkan Revan seorang diri.


~Flashback Off


"Ngelamun terus, sana mandi!" sindir seorang cowok yang baru saja keluar dari kamar mandi yang tengah mengusap rambutnya dengan handuk.


Rayna tersentak kaget dan mendongak mendapati Keanu sedang berdiri di hadapan nya "Eh, ini juga mau mandi kok," jawab Rayna cepat seraya berlari masuk ke dalam kamar mandi sampai ia lupa membawa baju ganti.

__ADS_1


Keanu duduk di sofa yang ada dikamar itu seraya memainkan ponselnya. 15 menit berlalu dan Rayna bingung antara keluar atau tidak dari dalam kamar mandi.


"Duh kenapa pake lupa bawa baju ganti sih, kan jadi ribet," gerutu Rayna merutuki kebodohan nya sendiri.


Setelah berfikir cukup lama akhirnya Rayna memutuskan untuk keluar dari kamar mandi dan mengambil baju ganti. Pasalnya dirinya sudah kedinginan di dalam sini.


Rayna mengintip keluar ia melihat Keanu tengah duduk di sofa dan sibuk dengan ponselnya. Kesempatan bagus, pikirnya. Ia berjalan pelan agar tidak menimbulkan suara, dengan segera Rayna membuka lemari untuk mengambil baju betapa terkejutnya Rayna ketika mendapati isi lemarinya.


"Hah?" sontak suara Rayna membuat Keanu menoleh, dan pandangan pertama yang ia lihat adalah Rayna sedang berdiri di depan lemari yang terbuka dengan handuk yang melilit tubuhnya dari batas dada sampai paha dan rambut hitam panjangnya yang basah tergerai.


"Heh! Kenapa kamu tidak memakai baju, kamu mau menggoda saya?" tanya Keanu dengan suara tak biasa.


Rayna menoleh melihat Keanu sudah berdiri sembari melipat tangan di depan dada "Eh, bukan gitu pak. Saya gak bawa baju ganti tadi," aku Rayna .


"Ceroboh!" Sinis Keanu lalu membuang muka tidak ingin melihat lekuk tubuh Rayna. Bagaimana pun juga ia masih lelaki normal, yang bisa saja membuatnya khilaf.


"Cepat pakai baju sana!" Bentak Keanu .


"Ah anu pak ... itu," Rayna bingung harus bicara apa. Dengan geram Keanu menghampiri Rayna, dan ia juga sama tak kalah terkejut dengan Rayna tadi. Karena isi lemari itu adalah lingergie semua.


"Sa--saya juga gak tau pak, kenapa baju saya jadi kaya gitu semua," cicit Rayna.


"Yasudah pakai saja, apa kamu akan memakai handuk seperti itu terus," Rayna melotot ke arah Alvin. Bagaimana bisa ia memakai pakaian seperti itu. Kemudian dengan terpaksa ia mengambil lingergie itu dan pakaian dalamnya untuk ia pakai.


***


Rayna kembali masuk ke kamar mandi untuk berganti baju. Tak lama kemudian dia keluar kamar mandi dengan lingergie yang mengekspos paha dan lengan cewek itu.


Keanu menelan salivanya susah payah, setelah melihat Rayna berpakaian seperti itu. Buru-buru ia mengalihkan pandangan lalu, dengan gerak cepat ia melempar hodie hitamnya yang sudah ia siapkan tadi ke arah Rayna dan mendarat tepat di wajahnya.


"Pakai itu dingin, jangan mengumbar tubuhmu itu di hadapan saya. Mana tau barangkali saya khilaf," ucap Keanu sarakastik.


"Maksih pak," ucap Rayna setelah selesai memakai hodie itu.

__ADS_1


"Hm,"


Keanu berjalan ke arah ranjang dan membaringkan tubuhnya di sana. Rayna pun melakukan hal yang sama karena tubuhnya sudah merasa sangat lelah. Ia hanya ingin cepat-cepat tidur dan istirahat.


Belum sempat Rayna mendudukkan tubuhnya di ranjang, suara berat Keanu menghentikan aktivitasnya.


"Mau apa kamu?" sinis Keanu membuka matanya kembali.


"Tidur pak," cicit Rayna pelan.


"Tidur di sofa, saya tidak ingin berbagi tempat tidur dengan mu," ketus Keanu dan memejamkan matanya kembali.


"Tapi pak---"


"Ini perintah!"


'Tuh kan keluar sifat aslinya, sabar Rayna sabar,' batin Rayna. Rayna dengan terpaksa ia mengambik bantal dan berjalan ke arah lemari untuk mengambil selimut, dan ia merebahkan tubuhnya di sofa.


Mencari posisi ternyaman untuk tidur, ia melepas hodie yang dipakai karena merasa gerah dan tak lama kantuk pun menyerang Rayna membuatnya tak kuasa menahan nya dan tertidur.


Keanu membuka matanya, ia belum benar-benar tidur. Ia melirik ke arah sofa dimana Rayna sudah tertidur pulas. Alvin menghela nafas, ia melakukan ini karena ia merasa aneh saat melihat Rayna apalagi dengan pakaian yang Rayna pakai.


Tidak tega melihat Rayna tidur di sofa, Keanu pun bangkit dari tidurnya lalu mengangkat tubuh Rayna yang hanya memakai lingergie. Meneguk salivanya susah payah Keanu langsung membaringkan tubuh Jihan di ranjang dan menyelimutinya.


"Kenapa hodie nya pake di lepas segala sih," gumam Keanu .


Kini, Keanu yang akan tidur di sofa tidak mungkin ia membiarkan seorang wanita tidur di sofa apalagi wanita itu adalah istrinya sendiri. Dan Keanu pun langsung tertidur kala kantuk menyerangnya.


👋🙋Haii readers,


Semoga suka dengan cerita ku


Happy reading and nice day.

__ADS_1


See you❤


__ADS_2