
Seperti yang dikatakan Azlan semalam hari ini tepat jam 10.17 dia sudah berada di rumah Dara , dengan memakai kemeja berwarna Putihnya yang sudah dia gulung lengannya.
"Katanya kakak nggak mau kekantor tapi kok malah pakai kemeja gitu kenapa nggak pakai pakaian biasa aja," ucap Dara saat mereka sudah berada diruang tamu.
"Kalau aku pakai pakaian biasa dari rumah bisa ketahuan sama Papa dan Mama kalau aku mau bolos kerja, lagian aku juga udah telpon mbak Arini dan dia bilang hari ini nggak ada jadwal penting," ucap Azlan
"Kamu juga gak ngantor? " Azlan balik tanya ke Dara.
"Aku ijin cuti ka hari ini" ucap Dara dan langsung meledek Azlan.
"Ciee telpon mbak Arini, Hahahaha," ucap Dara dengan tawanya
"Ushh Dara udah berapa kali aku bilang nggak boleh gitu suara itu aurat," ucap Azlan
"Iya kak maaf," ucap Dara.
"Lagian ya untuk apa juga aku harus ingat masalah kemarin, itu tuh udah bagian dari masa lalu, mungkin emang mbak Arini bukan jodoh aku," ucap Azlan Santai tanpa ada kesedihan Seperti kemarin
"Syukurlah kalau gitu, yaudah Dara ambilin kuenya dulu ya," ucap Dara, belum sempat Dara melangkah Azlan langsung memanggilnya.
"Dara , tante Fisya mana?," tanya Azlan
"Bunda lagi di butiknya," ucap Dara santai tapi tidak dengan Azlan dia kaget dan langsung berdiri.
"Astaghfirullah, jadi kita cuma berdua tadi didalam rumah ini? Kalau terjadi fitnah gimana?," ucap Azlan panik
"Ishh ngomong apa sih kakak, kalau Cuma Dara tadi di rumah ini mungkin Dara udah nggak izinin kakak masuk tadi. Lagian ya Ada Bi Marni, sengaja Bunda suruh kerja disini untuk jagain Qilla kalau Bunda kebutik," ucap Dara.
"Ohh terus Bi Marni mana?," ucap Azlan
"Ada kok di dapur, ya udah Dara ambilin kuenya dulu ya," ucap Dara dan berlalu pergi.
πππππ
"Kuenya enak," ucap Azlan setelah menyantap kue yang telah dibuat oleh Dara . Dara yang mendengar pujian Azlan hanya dapat menunduk dengan pipinya yang sudah memerah.
"Memang enak kan Dara yang buat," ucap Dara yang masih menundukkan pandangan.
__ADS_1
"Iya deh asal kamu yang buat pasti enak," ucap Azlan yang tambah membuat pipi Dara merah padahal itu hanya ucapan biasa tapi kenapa responnya sangat besar pada Dara.
Setelah kepulangan Azlan, Dara pun masuk ke kamarnya.
π»π»π»π»π»
Malam ini tidak Seperti biasanya, Dara melihat banyak sekali makanan yang tersedia dimeja makan padahal yang mau makan kan cuma Ayahnya, Bundanya, dia dan Bi Marni, tapi kenapa makanan ini banyak sekali.
"Bunda kok tumben masak banyak malam ini?," tanya Dara.
"Iya sayang sebentar ada tamu yang mau datang," ucap Fisya sambil tersenyum kearah Dara.
"Siapa Bunda?," tanya Dara lagi
"Nanti juga Dara pasti tahu, yang pasti dia sahabat Ayah dan niatnya kesini ingin lamar Dara buat anaknya," ucap Fisya yang langsung membuat Dara kaget.
"Apa Bunda ngelamar Dara ?," ucap Dara tak percaya
"Iya sayang, Ayah dan Bunda berharap kamu terima perjodohan ini, bukannya Bunda paksa Cuma menurut Bunda dia itu cocok untuk kamu, dia itu anak baik dan dari keluarga yang baik, kamu pasti tahu sayang," ucap Fisya yang membuat Dara tambah bingung apa Maksud Bundanya 'kamu pasti tahu' Memangnya siapa Laki-laki itu.
"Tapi Dara mau bantuin Bunda masak," ucap Dara.
"Nggak usah udah selesai juga apa yang mau Dara bantuin, ya udah Qilla ke kamar aja dulu," ucap Fisya dan terpaksa Dara pergi ke kamarnya.
π»π»π»π»π»
Saat Dara berada di kamarnya, Dara menangis mendengar ucapan Bundanya tadi.
"Ya Allah, apakah kak Azlan yang sering Dara sebut dalam doa Dara memang bukan jodoh Dara ? Apakah Dara harus menerima perjodohan ini? Sungguh Dara nggak bisa lupain Kak Azlan, dia itu sahabat sekaligus cinta pertamanya Dara , tapi kalau Dara nolak pasti Ayah sama Bunda sedih," ucap Dara pada dirinya sendiri sambil menangis.
Tiba-tiba pintu kamar Dara diketuk dari luar.
Tok.. Tok.. Tok..
l
"Sayang, Bunda masuk ya," ucap Fisya sambil membuka pintu, Dara cepat-cepat menghapus sisa air matanya yang masih membanjiri pipinya.
__ADS_1
Ceklek
Bunda langsung menghampiri Dara duduk di atas kasur Dara.
"Dara kok mata kamu sembab sayang, kamu habis nangis ya?," ucap Fisya yang membuat Dara gelagapan.
"Kamu jangan sedih ya hanya karena perjodohan ini, Ayah sama Bunda nggak akan maksa Dara kok, tapi Dara ketemu dulu ya sama mereka, nanti keputusan semuanya diserahkan kepada Dara ," ucap Fisya
"Emangnya mereka udah datang Bunda?," ucap Dara.
"Iya sayang, yaudah ayo kita turun nggak baik membuat tamu menunggu, tapi sebelumnya Dara ganti baju dulu ya?," ucap Fisya
"Iya Bunda," ucap Qilla
Dara pun mengganti pakaiannya dengan gamis sederhana berwarna merah maroon dengan hijab senada yang sangat cantik bila melekat ditubuhnya
Dara pun berganti pakaian di bantu sang bunda, dan turun kebawah bersama dengan bunda nya.
π»π»π»π»π»
Dari kamar sampai diruang makan Dara terus saja menunduk tak berani melihat tamu yang datang kerumahnya.
"Dara duduk sayang," ucap Fisya karena melihat Dara yang tak kunjung duduk.
Dara pun akhirnya duduk di kursi samping Bundanya.
"Dara apa kabar nak," ucap seorang wanita yang suaranya tak asing bagi Dara. . Dara pun langsung melihat kearah orang itu dan betapa kagetnya dia saat melihat siapa tamu dari orangtuanya yang akan melamar.
*Sampai sini dulu ya, mohon maaf apabila ceritanya nggak nyambung Dan banyak typonya
* Tinggalkan jejak like dan komwelnya
Terimaππ kasih
# Jazakumullahu_Khair
# HappyReading
__ADS_1