CEO DINGIN & Istri Kesayangan

CEO DINGIN & Istri Kesayangan
Eps. 52. BIANCA IKUT


__ADS_3

Setelah tiga hari di rawat Rayna dibolehkan pulang hari ini sama Dokter.Setelah menjalani pemeriksaan terakhir, Keanu pun membereskan Barang-barangnya Rayna di bantu bibik dan Rayna pun duduk di kursi roda yang disiapkan suster, Rayna dan Keanu melangkah dari ruang rawat menuju tempat mobil mereka ter parkir.


Rayna dan Keanu akhirnya pulang kerumah. Keanu tampak diam sambil mengemudikan mobilnya. Sedangkan Rayna merasa aneh dengan sikap sang suami tercinta. Apakah Keanu cemburu? Entahlah Rayna kesal dan rasanya ingin pulang sendirian saja.


"Kak," panggil Rayna pada Keanu. Namun, sang suami hanya berdehem saja.


"Kakak, kenapa sih? Diem aja dari tadi. Kakak cemburu aku ngobrol sama Dimas?" tanya Rayna.


"Nggak apa-apa santai aja kok," jawab Keanu.


Rayna menghembuskan napasnya kasar dan sedikit merebahkan kepalanya ke kursi penumpang yang ia duduki saat ini. Suaminya ini memang selalu seperti itu kalau cemburu memang lelaki.


"Dasar istri nggak peka. Nggak tahu apa suaminya cemburu malah tidur," dumel Keanu sambil menyetir mobil.


"Tuhkan cemburu," celetuk Rayna sambil membuka matanya.


"Kalo iya kenapa?"


"Uhh, suamiku sayang," gemes Rayna sambil mencubit pipi Keanu .


Keanu seketika memberhentikan mobilnya di tepi jalan. Dia menatap wajah istrinya yang tengah tertawa.


"Jangan ngobrol sama laki-laki lain kecuali kakak sama ayah. Awas aja ya kalo ketahuan. Kakak gelitikin sampe lahiran," ancam Keanu pada Rayna yang membuat sang empuh bergidik ngeri.


"Emang kakak tega gelitikin aku sampe lahiran?" tanya Rayna.


"Nggak," jawab Keanu.


Rayna menahan tawanya "Iya sayang maafin aku ya. Tapi, bener loh tadi itu Dimas yang nyapa duluan. Kamu kan tahu aku ramah sama semua orang nggak bisa cuekin Dimas pura-pura nggak tahu."


"Lain kali jangan begitu lagi. Ingat ada Kakak!" tekan Keanu m


"Iya, sayangku."


Sementara di tempat Dimas.


Di sebuah cafe Dimas tengah duduk sambil menikmati sebuah kopi panas. Asap rokoknya mengepul di ruangan khusus yang ia pesan dari pegawai cafe tersebut.


Dimas memejamkan matanya menikmati setiap hisapan rokok yang ia hembuskan. Pikirannya melayang mengingat pertemuan pertamanya dengan Rayna setelah sekian lama tak bertemu.


Ternyata Rayna sang pujaan hati yang selama ini ia dambakan dan kagumi sudah menjadi milik orang dan akan menjadi ibu dari anak-anak suaminya.


Mata Dimas terbuka membayangkan kebahagian Rayna bersama Keanu . Hatinya tidak terima seharusnya Rayna bersama dia saat ini.


"Pesan satu minuman," perintah Dimas pada salah satu pelayan disana.


Pelayan tersebut memberikan sebotol minuman yang entah apa namanya. Namun, mampu membuat Dimas meracau dan hilang kesadaran.


"Rayna , seharusnya aku yang jadi suami kamu. Seharusnya kita sekarang sudah bahagia. Bahagia menantikan kelahiran anak kita. Tapi, kenapa kamu menikah dengan CEO sialan itu," racau tak jelas Dimas.


Di rumah Dimas, Gea terus menelponin sang suami yang sampai jam makan malam belum pulang kerumah. Gea sedikit khawatir takut-takut Dimas akan berbuat nekad kembali untuk merebut Rayna dan Keanu


"Apa cantiknya si Rayna ini. Bisa-bisanya dia buat dua cowok cinta mati sama dia," ucap Gea sambil terus menelponi Dimas.


Tak berapa lama kemudian Dimas pulang dengan keadaan susah untuk dijelaskan. Baju dan rambutnya awut-awutan. Wajahnya sedikit memar di bagian dahi kanannya. Entanlah ada apa dengan pria satu ini.


Gea berlari ke arah sang suami memapah Dimas untuk duduk di kursi ruang tamu. Namun, Dimas menolak dan menepis tangan Gea.


"Kamu kenapa jadi begini Dimas ?" tanya Gea panik.


"Bukan urusan kamu," jawab Dimas.


"Ini urusan aku juga aku masih istri kamu."


"Aku nggak anggap kamu istri aku!" teriak Dimas "Istri aku harusnya Rayna bukan kamu."


Gea mengepalkan tangannya sudah cukup "Yang buat aku jadi istri kamu yaitu kamu sendiri coba kamu nggak ngelakuin itu sama aku. Mungkin kita nggak akan nikah dan punya anak!" balas teriak Gea.


Dimas terdiam dia tidak ingin berdebat bersama Gea malam ini. Dia berdiri dari posisi duduknya dan berjalan kearah kamar.


"Rayna selalu nama perempuan itu yanh ada di pikiran kamu. Wanita itu harus di musnakan dari muka bumi," jelas Gea.


Di tempat Rayna


Setelah sampai rumahnya, Rayna turun dar mobil langsung ke kamar, sebelum nya Rayna minta dibuatkan rujak sama bibik. Bibik pun tersenyum dan mengangguk.


Tak lama ada sekitar 20 menit , rujak pesenan Rayna diantar bibik kekamar Rayna.


Tok.. Tok... Tok


" Permisi non, ini bibik. "


"Masuk.bik" jawab Rayna.

__ADS_1


Bibik pun masuk kedalam kamar Rayna cuma ada Rayna sedangkan Keanu sedang ke kamar mandi. Bibik meletakkan rujak nya diatas meja.


" Rujak.di taro disini non? " bibik bertanya dan diangguki oleh Rayna yang beranjak turun mendekati sofa dikamarnya.


" Bibik permisi non" ucap Bibik.


" Iya bil, terimakasih. " jawab Rayna.


Sedangkan Rayna tengah menikmati rujak jambu air di dalam kamarnya. Ditemani sang suami yang tengah memijat bahunya.


"Enak banget kayak ratu disiapin semuanya kayak begini, hehehe," ucap Rayna.


Keanu ikut terkekeh mendengar ucapan sang istri tercinta. Rayna semakin hari semakin menggemaskan di mata Keanu . Apalagi usia kandungan sang istri akan menginjak Empat bulan.Dan itu menambah berat badan Rayna sehingga pipinya tambah bulat dan berisi.


"Apapun yang kamu mau pasti kakak kasih," jelas Keanu sambil mencubit pipi Rayna.


"Ahh, jadi sayang deh," ucap Rayna sambil memeluk Keanu.


"Udah abisin rujaknya terus sikat gigi langsung tidur."


"Siap sayangku ."


Keanu kembali mencubit pipi Rayna gemas. Dan memeluk sang istri erat. Keanu sangat menyayangi dan mencintai istrinya.


"Keanu"


Suara panggilan Bianca, dan Rayna mengernyitkan kening ada suara wanita lain di rumah.


Bianca?!


" Siapa itu mas? _ tanya Rayna


" Bianca, sepupuku anak Uncle ku yang kerjasama dengan perusahaan ku.! " jelas Keanu tidak ingin istrinya curiga.


"Kenapa dia ikut dan tinggal disini? tanya Rayna.


" Aku belum sempat minta Ronald carikan apartemen buat dia tinggal" jelas Keanu kembali yang sudah di tatap tajam sama istrinya.


Keanu seketika ingat dengan perempuan berpakaian minim itu. Apa dia betah tinggal serumah dengan istrinya Rayna? Seingatnya, hubungan Bianca dan Rayna sedikit kacau balau. Rayna tidak pernah menyukai Bianca, dengan alasan itu Rayna dengan senang hati sering menjaili Bianca selama bertemu.


Keanu keluar dari kamar dengan menggandeng tangan Rayna. Tak lama Bianca menepis tangan Rayna dan memeluk Keanu di depannya.


Grep!


Keanu menepis tangan Bianca. "Terus?"


Wajah antusias Bianca seketika luntur. "Kok terus, sih? Kesan kamu kayak nggak peduli gitu!"


"Rayna , kamu kemana ?" Revano memutar bola mata malas, melangkah menuju kamarnya di lantai dua.


"Setidaknya tanya keadaanku, By! Baby! Keanj ! Kau jangan mengabaikan ku seperti itu! Keanu !" Perempuan dengan hotpants dan baju tanpa lengan itu meneriaki Keanu di ujung tangga. Wajah kesalnya mencabik.


Keanu sudah tidak mendengarkan. Dia segera memasuki kamarnya dan mengunci pintunya. Tentu saja, di rumah ini ada perempuan yang bukan muhrimnya. Untuk jaga-jaga makanya ia mengunci pintu.


Keanu mengambil handuk dan langsung ke kamar mandi setelah sampai di dalam kamar. Menghabiskan waktu setengah jam untuk membersihkan tubuh yang terasa lengket oleh keringat itu.


Keluar dari kamar mandi, Keanu dikejutkan dengan ketukan dari meja depan sofa istrinya yang tengah minta penjelasan


" Sayang, besok aku akan ajak dia tinggal apartemen suruh bodyguard agar tidak mengganggu mu lagi " tegas Keanu .


Dengan pakaian yang sudah lengkap, Keanu,


Keanu berjalan menuju meja riasnya. Mengambil sisir yang terletak di antara parfum mahalnya. Meskipun rumah ini banyak barang istrinya,perabotan di dalamnya tetap lengkap. Keanu tetap melanjutkan kegiatannya. Menyisir rambut.


" Sayang, cepat ganti baju mama mengajak kita makan malam! " perintah Keanu, dan Rayna pun langsung pergi ke kamar mandi.


Keanu meletakkan sisirnya, berjalan ke arah balkon. " Ronald carikan apartemen buat Bianca dan carikan bodyguard untuk nya"titah Keanu menelpon asisten nya Ronald.


Setelah selesai dengan ritual mandinya Rayna keluar dan berganti pakaian di Walk in closeth


Rayna berdandan dengan cantiknya, semprot parfum khasnya. terus memutar badan nya yang chubby, karena perut udah sedikit menonjol Rayna memakai baju baby dool yang telah ia beli saat bersama mama mertua nya.


"Sayang ayo cepatan mama dan papa menunggu makan malam di rumahnya.


"Kita bawa apa nanti malam?" Rayna bertanya, menatap Keanu serius.


Kening Keanu berkerut. "Nggak usah bawa apa-apa, Pa. Kan hanya makan malam."


"Makan malam sama siapa, " Bianca tiba-tiba datang dan langsung bertanya kepada Keanu dan Rayna langsung berhenti langkah.


Wajah Bianca langsung cemberut. Perempuan dengan pakaian masih sama seperti yang Keanu terakhir kali lihat itu duduk dengan wajah ditekuk di sebelahnya.


"Bagaimana bisa makan malam ? Keanu masih memiliki kontrak kerja dengan Daddy. Dia harus kembali ke Paris , Rayna ," ucap Bianca dengan nada sebal.

__ADS_1


"Aku akan membatalkan, jika kau macam-macam apalagi mengusik istiku! " ancam Keanu


Bianca mencabik kesal karena Keanu mengancamnya. Tidak ada yang melihatnya, dan Keanu langsung melengkahkan kaki nya bersama dengan istrinya keluar menuju mobil yang sudah disiapkan pak sopir


"Mau apa ke rumah perempuan itu?" Bianca kembali bertanya. Bianca dengan nada tidak suka langsung menyeletuk.Dan berlari keluar di tatap tajam sama Keanu membuatnya terdiam dan menunduk.


"Kan tadi udah dibilang , diundang untuk makan malam, dan jika kamu macam-macam aku pulangkan kamu dan batalkan kerjasamanya " ancam Keanu dengan nada kesal. Dia sama halnya dengan Keanu, kurang cocok dengan perempuan seperti Bianca.Sementara Rayna hanya diam, karena dia juga tidak menyukai adik sepupu suaminya dangan pakaian kurang bahannya.


"Keanu,aku ikut?" Bianca kembali bertanya, menoleh pada Keanu


"Tidak,kamu dirumah saja ." Lelaki itu tidak mau menoleh saat menjawab.


"Kenapa ?" Bianca dengan wajah mengiba, Keanu gak peduli mengabaikan Bianca.


" Bodyguard tolong awasi nona Bianca!" perintah Keanu pada bodyguard nya, dan bodyguard tersebut menggangguk.


"Memangnya ada apa, Bian?" Rayna ertanya, nada suaranya lembut. Tangannya tengah mengusap punggung tangan Keanu.,suaminya itu tadi sempat ingin mengeluarkan suara, tapi ditahan olehnya. Takut bicara suaminya nanti menyinggung sepupunya lagi.


"Bianca mau ikut." Keputusan sepihak kembali gadis itu ambil.


Keanu langsung memperbaiki duduknya, hendak mengeluarkan suaranya. Usapan tangan sang istri membuatnya diam, menoleh dengan kesal ke arah istri tercinta.


"Kenapa mau ikut?" Keanu bertanya, nada suaranya datar.


"Kau juga kenapa ikut?" Bianca bertanya, ketus.


"Karena ini acara keluarga istriku dan keluarga ku " Keanu menimpali dengan nada kesal.


"Aku tetap akan ikut!" Bianca yang keras kepala tidak mau kalah.


"Bianca!" Suara Keanu terdengar. Gadis yang berdiri di depan Keanu itu langsung meringkuk terkejut. Baru kali ini ia mendengar kaka sepupu nya berkata dengan nada tinggi.


Rayna memberikan sentuhan yang ajaib bagi Keanu. Laki-laki yang sempat ingin berteriak marah itu seketika terdiam saat usapan penuh cinta dari sang istri menyentuh kulitnya, tapi matanya tetap menatap tajam adik sepupu nya itu .


"Bian, kamu ganti baju dulu sana. Kita sebentar lagi mau berangkat," ucap Rayna memberikan isyarat pada Bianca.


Gadis itu seketika mendongak, menatap berbinar pada Nathalie. "Thank you, Rayna !"


"Rayna ?" Keanu langsung protes pada Rayna kala Bianca berlari girang memasuki kamarnya di lantai bawah.


"Nggak pa-pa, sayang,Bianca nggak mungkin buat masalah nanti."


Keanu tetap tidak terima dengan keputusan istrinya. Berkali-kali ia meminta Rayna untuk bilang kepada Bianca, dia tidak perlu ikut. Nathalie tetap menggeleng, membiarkan Bianca ikut.


"Revano duluan ke rumah Risya, Ma, Pa." Revano berdiri, memilih pergi karena jengah mendengar perdebatan Mama Papanya. Kedua adiknya pun sudah pergi tadi.


Setelah 20 menit menunggu Bianca, Bianca pun langsung masuk mobil dekat pak sopir, karena di belakang sudah di duduki Keanu dengan wajah jengkel pada dirinya.


Mobil pun melaju kerumah mama dan papa nya Rayna.


Setelah menempuh perjalanan 15 menit sampe lah dikediaman rumah mama dan papa Rayna, mereka pun turun dari mobil. Sementara Keanu menggandeng tangan Rayna, dan Bianca di belakang mereka.


Ting tong. ...bunyi bel rumah Rayna.


Dua kali bel berbunyi, , Keanu memilih langsung membukanya. Untungnya tidak dikunci, jadi lelaki itu bisa langsung masuk ke dalam.


"Assalamu'alaikum " ucap Rayna dan Keanu.


" Waalaikumsalam. " jawab semua yanga da dalam ruangan.


Didalam ruang tamu sudah ada papa dan mamanya Keanu yang kaget melihat Bianca juga ikut, dan tersenyum kepada Rayna dan Keanu juga Bianca.


Revano menghentikan langkahnya saat melihat ke arah gadis kecil si Naumi,Wajah berbinar dengan fokus ke layar ponsel itu begitu terlihat bahagia. Bahkan, ia tidak menyadari kehadiran Keanu yang saat ini masih berada di ambang pintu.


"Itulah. Kan aku kangen ... banget sama sayangku ini." Naumi terlihat menjulurkan lidahnya ke arah ponselnya, terlihat mengejek seseorang di seberang sana. Kemudian tertawa lepas.


Keanu menatap dengan wajah datar. Perasaan yang sama saat ia melihat gadis itu tertawa bersama sahabatnya.


"Ekhem!" Keanu berdehem keras, dengan ....


Brak!


Sangat keras.


" Kaaka ?" Wajah Naumi terlihat berbinar.


"Cepet dateng, ya. Aku sayang kamu." Naumi menutup VC-nya setelah memberikan kiss pada seseorang di seberang sana.


"Kaka akhirnya datang juga!" Naumi angsung loncat dan menghampiri Keanu dan memeluk tubuh atletisnya.


Keanu melepaskan pelukan Naumi menatap datar gadis itu. Dia kesal, tapi dia tidak mungkin melampiaskan kekesalannya pada gadis itu.


Semua keluarga yang melihat mentertawakan ulah Naumi yang begitu kekanak-kanakan kepada kaka ipar nya. Sementara Bianca diam saja mendapat tatapan tajam dari pamannya, ayahnya Keanu.

__ADS_1


Keanu pun menjewer kuping adik ipar. " Bandel masih kecil sayang-sayangan! " kesalnya Keanu.


__ADS_2