
Setelah Rayna dan Keanu mengahadiri pernikahan Dara dan Azlan, sahabat sekaligus partner bisnis Keanu, mereka pulang kerumah nya dan langsung masuk ke
kamar nya untuk beristirahat. Apalagi bumil satu ini sudah sangat lelah.
Keesokan harinya, Rayna beraktivitas seperti biasa. Pagi-pagi Rayna menyiapkan sarapan buat Keanu dan dirinya juga pakaian kerja yang akan di pakai Keanu.
Rayna membangunkan Keanu yang bangun kesiangan hari ini, Keanu pun terbangun dan segera mandi. Akhirnya setelah berganti pakaian Keanu turun kebawah karena dari tadi bangun sampai udah selesai mandi dia tidak melihat Rayna di kamar.
"Sayang, kamu sedang apa? " tanya Keanu.
" Aku sedang membuat sarapan untuk kita, dan mau buat susu untuk ku. " jawab Rayna sambil melihat kearah Keanu yang mendekatinya dan memeluk dan mencium ujung rambutnya.
" Biar aku yang buatkan susu mu! " titah Keanu.
Setelah selesai membuatkan susu buat Rayna, Keanu pun duduk di meja makan dan sarapan bersama dengan Rayna. Keanu pun sudah selesai sarapan pamit kepada Rayna istri nya dan meminta jangan terlalu lelah.
Keanu berangkat ke kantor, dan Rayna hari ini seharian di rumah dengan acara nonton drama nya.
Malam hari nya Keanu pulang, dan langsung masuk ke dalam kamarnya. Keanu pun memberikan kejutan kepada Rayna.
" Sayang, aku membelikan ini untuk mu, "ucap Keanu.
" Apa Itu ka? " tanya Rayna penasaran.
" Buka saja sayang. " jawab Keanu.
Setelah membuka paper bag yang di bawa oleh Keanu.Muka Rayna memerah menahan malu dan marah. Secepat kilat tangan Rayna mengambil bantal sofa yang ada di dekatnya, lalu memukul-mukul kan bantal itu ke tubuh Keanu secara brutal. Keanu menghalaunya dengan tangan, tapi Rayna terus menghajar tubuh Keanu dengan bantal itu.
"Eh ... eh ... kamu kenapa Rayna ?! Kenapa kamu menghajarku seperti ini!" protes Keanu.
"Dasar kamu tu yaa! Hiiiihhhh ....!!" Rayna menekan bantal sofa itu ke wajah Keanu dengan geram. "Kenapa kamu mesti menunjukkan bentuk tanganmu ke sales pakaian dalam ini! Apa kamu tidak malu saat melakukannya!" desis Rayna.
"Kenapa aku harus malu? Aku kan pembeli!" tandas Keanu.
"Iya, tapikan kamu seorang pria!"
"Jadi kalau aku seorang pria, aku tidak boleh membeli pakaian dalam wanita? Begitu?"
"Setidaknya wanita yang mau kamu belikan itu ada di sampingmu! Bukan main sendiri-sendiri seperti ini! Apa kamu tidak merasa malu saat dilihat orang!" pekik Rayna lagi.
"Aku tidak pernah peduli dengan pandangan orang terhadapku! Aku tidak hidup untuk mereka! Lagian, aku mengatakan kepada sales itu kalau aku membeli semua ini untuk istriku dan dia memahami. Malah dia kagum kepadaku, dia bilang ... sangat jarang ada suami perhatian kepada istrinya seperti ini, sampai mau membelikan pakaian dalam segala!" puji Keanu membela dirinya.
Rayna mencipitkan matanya. Dia menghela nafas. Antara kagum bercampur rasa malu, itulah yang dia rasakan saat ini. Tapi, sekiranya Keanu tidak merasakan rasa malu sama seperti dirinya. Laki-laki ini jika sudah berkeinginan, tidak ada satu orang pun yang dapat mencegahnya. Dia benar-benar tidak pernah mempedulikan pandangan orang-orang terhadap dirinya.
"Kenapa kamu diam, Sayang?" tanya Keanu ketika menyadari wanitanya melamun.
Dengan bibir yang mengerucut, Rayna menilik Keanu sambil bangkit dari duduknya.
__ADS_1
"Kamu malu-maluin!"
"Sudah aku katakan, maluku hanya untukmu! Kamu mau merasakannya lagi?!" goda Keanu.
"Hiis! Dasar gak nyambung!" Rayna melangkah pergi menuju kamar.
"Eh, Sayang! Tunggu! Kamu mau kemana?!" Keanu langsung bangkit dan mengikuti langkah Rayna.
"Aku mau mandi! Setelah itu aku ingin istirahat!Kamu ngapai nyusul aku ke sini!" protes Rayna ketika tiba di dalam kamar yang terlihat besar dengan atribut minimalis di dalamnya.
"Ini kamarku! Emang siapa yang menyuruhmu menempati kamarku!" Keanu balik protes.
Hah!
Rayna salah tingkah.
Benar juga! Dia kan gak pernah bilang kalau aku harus menempati kamar ini! Haduuuh ... kenapa aku jadi kepedean seperti ini sih!
Rayna menyunggingkan senyum kaku. Dia merasa bersalah atas sikapnya barusan.
"Maaf! Aku tidak bermaksud untuk mengusir mu dari sini!" Rayna cengar-cengir tak karuan.
Senyum gemas kembali hadir di bibir Keanu.
"Aku hanya bercanda kok, Sayang! Aku sudah pernah mengatakan kepadamu kan? Kalau semua yang menjadi milikku, akan menjadi milikmu juga! Kamu bisa istirahat dulu seberapa lama yang kamu mau!"
"Benarkah?" ucap Rayna sumringah.
"Makasih ya," ucap Rayna pelan.
Keanu mengangguk lagi.
"Berarti kamu tempati kamar yang di sebelah dong yah!" tanya Rayna sebegitu polosnya.
"Enggak!" geleng Keanu "Kamar sebelah tetap akan kosong!"
"Hah! Jadi kamu tidur di mana malam ini?" tanya Rayna was-was. Perasaannya mulai tidak enak.
"Di kamar ini! Bareng kamu!"
"APA ...!!!"
Yumna kaget bukan main mendengar permintaan Keanu . Akhirnya, yang dia cemaskan pun terlontar dari mulut Keanu.
"Tidak! Kamu tidak boleh tidur bersamaku di kamar ini!! Cepat keluar!" Rayna mendorong-dorong tubuh Keanu dengan kasar.
"Kenapa tidak boleh? Aku kan suamimu! Aku kan suamimu, anakku merindukan papanya !" balas Keanu.
__ADS_1
"Aku tidak pernah mengizinkanmu menjamah tubuhku malam ini ! Kamu yang memaksaku untuk melayani mu! Aku akan memberontak jika kamu tetap menggerayangi tubuhku! Dan malam ini aku tidak mau tidur bersama kamu. Cepat keluar, atau aku yang akan pindah dari kamar ini!" kecam Rayna.
"Sakit? Aku menyakitimu? Aku kira kamu menikmati setiap sentuhan dariku ?! Aku tidak yakin kamu tidak menikmatinya, jika begitu ... kenapa saat itu kamu menjerit saja agar aku segera melepaskan mu!"
"Iiihh ...!! Keanu ...!!" Teriakan Rayna tertahan di kerongkongannya. "Ku mohon keluar SEKARANG ...!!"
"Sial." kesal Keanu.
Kenapa kehamilan Rayna membuat nya seperti ini. Keanu pun terpaksa tidur di kamar sebelah.
Rayna masuk ke kamar mandi melakukan ritual mandinya malam ini,tak lama 20 menit Rayna sudah keluar dari kamar mandi.
Akkhh ...!! Segarnya!!
Seru Rayna saat berada di dalam kamar mandi. Setelah dirasa puas merendam tubuhnya ke dalam bathtub, dia lalu bangkit dan meraih handuk berwarna putih yang tergantung di sudut kamar mandi. Rayna melilit handuk itu ke seluruh tubuhnya. Dia lalu bergegas keluar dari kamar mandi.
Langkahnya terhenti saat sudah berada di depan ranjang. Rayna tiba-tiba berdiri kaku dan membisu. Dia teringat akan sesuatu.
Oh ... my ... God!!
Rayna menepuk jidatnya. Dia melupakan sesuatu! Saat dia masuk ke dalam kamar ini, dia tidak membawa masuk semua pakaian yang di beli oleh Keanu tadi. Dia tidak sengaja meninggalkan semua pakaian itu karena ketika itu dia sedang sebal melihat ayah dari anaknya. Lalu, sekarang apa yang harus dia lakukan? Dia tidak mungkin memakai kembali baju yang tadi dia kenakan. Baju itu sudah sangat apek karena keringatnya. Apakah dia harus keluar dengan mengenakan lilitan handuk seperti ini? Atau apakah dia harus memanggil Keanu dan meminta tolong kepadanya untuk mengambilkan pakaiannya? Bahkan handuk yang melilit di tubuhnya itu sangat minim dan tidak menutupi seluruh tubuhnya!
"Tidak ... tidak! Aku tidak akan mungkin melakukan itu! Aku harus mengambil pakaianku sendiri! Jika aku meminta tolong kepadanya, bisa-bisa tubuhku yang tidak terselamatkan karenanya!"
Rayna menghela nafas. Bagaimanapun dia sangat mengenal dan mengetahui sifat Keanu yang selalu saja ingin menggeluti tubuhnya. Jika Rayna tidak selalu menghalaunya, mungkin Keanu sudah menikmati kembali kehangatan tubuhnya.
Rayna sudah tidak dapat lagi berpikir. Dia segera beranjak menuju daun pintu yang telah terkunci. Lantas, dia membuka kunci kamarnya dan perlahan mengeluarkan wajahnya dari balik pintu. Kedua matanya dengan seksama mengawasi ruang tamu yang memang berada di depan kamar yang dia tempati.
Hah!
Mata Rayna seketika membulat ketika melihat Keanu sedang duduk santai di sofa . Keanu duduk membelakanginya, laki-laki itu terlihat sedang menonton televisi. Secepat kilat Rayna menutup lagi pintu kamar itu, dan bersender di pintu kamar dengan nafas yang tidak beraturan.
"Aduh! Kenapa laki-laki itu masih ada di sana sih! Kenapa dia tidak pergi ke kamarnya dan berganti pakaian! Apa sih yang di tontonnya sampai dia enggan untuk istirahat! Aku harus bagaimana dong! Apa aku harus minta tolong kepadanya? Atau aku saja yang pergi mengambil pakaian itu? Tapi jika itu aku lakukan, entar yang ada aku bukannya pakai baju, malah ....?"
Ibarat makan buah simalakama, kini Rayna mendengus kesal. Dia tidak tahu harus melakukan yang mana, karena baginya semua itu bakalan sama ujungnya.
Iiiiihhhh ....!!
Rayna menghentak-hentakkan kakinya karena kesal. Dia mengatur nafasnya, lalu kembali membuka pintu kamar itu. Dia mengeluarkan wajahnya, mengintip ke arah Keanu yang masih saja asik menonton televisi. Tanpa dia sadari, laki-laki itu sebenarnya tidak fokus ke televisi yang menyala. Bahkan, Keanu saat ini sedang senyam-senyum sendiri menahan lucu.
Keanu menyadari kekabutan Rayna saat ini. Ketika tadi dia keluar dari kamar yang ditempati oleh Rayna , matanya langsung mendapati semua pakaian Rayna yang masih berada di atas meja Muncul sebuah ide di otak Keanu untuk menjahili Rayna . Dia akan tetap duduk di sofa itu, dan berharap Rayna segera meminta bantuan darinya.
"Akhirnya, keberuntungan berpihak kepadaku, Rayna ! Berani sekali kamu mengusirku dari kamarku sendiri! Sekarang rasakan karma yang telah kamu dapat! Oh ... Sayang! Aku tahu perasaanmu saat ini! Tapi kamu juga harus memahami apa yang aku rasakan saat ini kepadamu!"Keanu membatin. Dia terus menahan tawa yang sedari tadi sudah menggelitik dirinya.
👋🙋Haii readers,
Semoga suka dengan cerita nya,
__ADS_1
Tinggalkan jejak like dan komwelnya.
🙏💕Terimakasih