
Menyusahkan tapi menyenangkan, mau tahu itu apa? Itu adalah ngidamnya Rayna. Susah tapi, Keanu selalu menuruti dan melakukannya dengan senang hati.
Ngomong-ngomong soal pengantin baru, Keral dan Dara sedang melakukan bulan madu atau honeymoon. Walaupun belum tiba libur tapi Dara terpaksa mengambil cuti atas permintaan sang suami dan orang tuanya.
Sebenarnya Keanu dan Rayna ingin pergi juga, tapi ada kendala. Dengan pekerjaan Keanu di kantornya yang tidak bisa ditunda.
Bahkan hari ini, dia bangun pagi-pagi sekali, untuk berangkat ke kantornya. Tanpa membangunkan Rayna , cuma mengecup kening Rayna dan berlalu pergi setelah memberikan arahan ke mbok Mina, apa-apa yang tidak boleh Rayna lakukan.
Sekitar setengah jam, setelah kepergian Keanu. Rayna terbangun dari tidurnya, sambil menggeliat dan meregangkan otot-otot tangannya.
"Orangnya kemana?" gumam Rayna bertanya-tanya, saat dia meraba-raba di sampingnya.
Rayna membangunkan tubuhnya, dan melihat sekelilingnya mencari keberadaan suaminya. Namun nihil, tidak ada siapa-siapa di dalam kamar itu.
Rayna berjalan ke arah kamar mandi, untuk membasuh wajahnya. Setelah selesai, dia berjalan keluar kamar dengan menuruni tangga, pergi menghampiri mbok Mina.
"Sudah bangun, Non?"
" Mas Keanu ke mana, Mbok?"
"Tadi aden pamit, mau ke kantornya. Buru-buru gitu Non, sampai enggak makan apa-apa, cuma minum sedikit, lalu langsung pergi," ucap mbok Mina.
"Enggak bilang apa-apa, Mbok?"
"Enggak ada Non, cuma bilang sama Mbok kalau nanti Non Rayna bangun, dia nyuruh Mbok buat larang Non kerja yang berat-berat. Itu aja Non, sama nyuruh saya kasih tau Non kalau den Keanu pergi ke kantor," ucap mbok Mina, menerangkan.
"Ya udah, Mbok. Rayna kembali ke atas dulu," pamitnya.
"Enggak sarapan aja dulu, Non?"
"Nanti aja Mbok, Rayna mau mandi dulu," ucap Rayna cuma diangguki mbok Mina.
Rayna kembali naik ke kamarnya, seperti katanya tadi, Rayna langsung pergi ke kamar mandi, dan mandi. Sekitar dua puluh menitan, Rayna sudah keluar dengan handuk yang melilit di tubuhnya.
Selesai memakai baju, juga menyisir rambutnya setelah memakai hairdyer. Saat sedang duduk santai sebentar, pikiran Rayna tiba-tiba menerawang ke mana-mana.
"Makan durian enak kali, ya?" gumam Rayna , kemudian mengambil handphonenya untuk mengechat suaminya, yang entah apa yang diperbuatnya di sana.
Mas Keanu
[Nanti kalau pulang, beliin Rayna durian.]
Send.
Pesan terkirim, centang dua, bertanda Keanu sedang online atau data selulernya aktif.
Rayna menyimpan hpnya kembali, dan membaringkan kepalanya sambil menunggu balasan dari Keanu . Sekitar delapan detik kemudian, notif masuk di hp Rayna
[Durian? Nggak, kamu enggak boleh makan durian dulu!]
Rayna yang membaca balasan suaminya, lantas merengut. Memang salah? Dia cuma mau makan sedikit, enggak apa-apa juga.
Baru ingin membalas, panggilan telepon dari Keanu masuk.
"Cuma sedikit, Mas! Cuma mau makan sedikit, masa enggak boleh?!" tanya Rayna ngegas, setelah mengangkat telepon.
"Assalamualaikum," salam Keanu dari sebrang telepon, dengan sedikit kekehannya.
"Waalaikumsalam," jawab Rayna dengan judesnya.
"Enggak usah ya, makan yang lain aja?"
"Enggak-enggak, Rayna mau makan durian!"
"No, untuk saat ini kamu enggak boleh!"
"Cuma sedikit, Mas."
"Enggak."
"Sedikit aja."
"Tetap enggak."
"Sedikit aja loh, Mas. Ini yang mau juga, babynya. Sedikit aja, yah?"
"Enggak bisa, Sayang. Yang lain aja, yah? Semangka, mau?"
"Durian!" rengek Rayna
"Kalau enggak mau beliin, ya udah enggak usah. Aku mau ke rumah mama , dan jangan nyusulin!" ucap Rayna dan langsung mematikan teleponnya.
Jangan pikir Rayna cuma main-main, itu serius. Rayna benar-benar akan pergi ke rumah mamanya .
Di sisi lain, di kantor Keanu . Dirinya sudah bertambah pusing. Masalah kantornya belum selesai, karena masalah pada pegawainya yang korupsi. Ditambah, dengan Rayna yang ngambek.
Sudah berkali-kali dia menghubungi Rayna , tapi ponsel Rt selalu tidak aktif. Sungguh memusingkan.
" Ronald, saya mau balik dulu."
"Pulang, Bos? Waduh, enggak bisa gitu Pak. Masalah ini harus dibereskan sekarang juga, enggak bisa ditunda," ucap Ronald.
"Sedikit juga enggak, bisa?" tanya Keanu , dibalas gelengan dari Ronald.
"Ini masalah penting sepenting pentingnya, Pak. Bahkan tadi saya baru terima telepon dari pak Bima, beliau bilang kalau sampai masalahnya atau uang hasil korupsinya enggak di beresin secepatnya. Dia bakal cabut sahamnya dari kantor kita," kata Ronald.
"Sampai segitunya?"
"Masalahnya, uang itu enggak sedikit Bos. Jadi wajar kalau mereka-mereka ngebet gitu," ucap Ronald , Keanu menganggukan kepala sambil, menghembuskan nafas kasar.
"Ada masalah lain kah, Pak?"
__ADS_1
"Istri saya, lagi marah. Kemauannya tidak saya turuti," ucapnya.
"Apa memang?"
"Dia mau makan durian, tapi saya tidak bolehin. Masalahnya dia lagi hamil loh, Ronald . Saya takut kalau dia sama bayinya, kenapa-napa nantinya."
"Makan durian? Tapi setau saya, durian enggak apa-apa dikomsumsi ibu hamil, Pak," ucap Ronald.
"Kamu tau dari, mana?"
"Tante saya, sama yang pernah saya baca di artikel-artikel. Cuma ya balik ke diri orang masing-masing, percaya atau tidak. Jangan sampai karena ngikutin saran saya, malah terjadi apa-apa."
"Saya keluar ngangkat telepon dulu Pak," pamit Ronald . Setelah Ronald keluar Keanu menghubungi mbok Mina, dikarenakan ponsel Rayna belum aktif-aktif.
"Assalamualaikum Mbok."
"Waalaikumsalam Dek, mau nyari Non Rayna ?" tebak mbok Mina.
"Iya Mbok, Rayna di mana?"
"Itu Den, Non Rayna pergi. Katanya ke rumah bundanya," ucap mbok Mina.
"Beneran pergi, Mbok? Terus yang antar siapa?"
"Di supirin pak Doni, Den."
"Ya udah Mbok, saya matiin."
"Iya, Den."
Panggilan diakhiri, Keanu kembali menghembuskan nafas berat. Menunggu beberapa saat, kemudian menelpon nomor mertuanya, untuk menanyakan keberadaan Rayna.
"Assalamualaikum, mama ," salamnya, saat telponnya sudah terhubung.
"Waalaikumsalam, Keanu "
"Rayna sudah sampai di situ, Bund?"
"Sudah, ini ada di samping mama sekarang. Ngambek dia," ucap mamanya Rayna. .
"Itu ma, Rayna mau makan durian katanya. Tapi Keanu enggak bolehin, makanya ngambek sampai kabur dari rumah," ucap Keanu membuat Rayna yang mendengarnya langsung mendengus.
"Lagian cuma makan durian, masa enggak boleh?!" ucap Rayna , kesal. Yang terdengar nyaring di telepon.
"Hust, enggak boleh begitu sama suami Sayang. Itu juga untuk keselamatan kamu sama bayinya," ucap mamanya menegur.
"Betul kata mama , Rayna . Mas bukannya enggak bolehin, tapi--"
"Terserah, Mas!" potong Rayna dan langsung pergi meninggalkan mama nya yang tercengang dengan sikap sang anak.
" Keanu minta tolong, buat jaga Rayna dulu ma . Soalnya masalah kantor Keanu masih belum beres, nanti kalau sudah, Keanu ke situ," ucap pak Keanu .
"Iya, kamu selesaikan dulu. Biar mama yang urus Rayna , bagaimanapun suasana hatinya enggak baik. Ya sudah mama tutup telponnya, kamu lanjutin aja."
"Waalaikumsalam."
Mama pun naik keatas menuju kamarnya Rayna.
Ceklek
"Rayna , pergi makan dulu yuk, Nak. Kamu bilang tadi belum makan apa-apa, 'kan?" tanya mama sambil mengelus rambut putrinya.
"Rayna enggak laper, ma ."
"Jangan gitu dong, Sayang. Ingatkan, ada anak di dalam perut kamu? Kasihan, kalau nanti dia juga lapar," ucap mama.
"Mas Keanu enggak pulang?" tanya Rayna mengalihkan sedikit.
"Belum pulang, kantornya bermasalah. Kamu pergi makan dulu, yuk."
"Mentingin kantornya, dari pada Rayna ," gumam Rayna tapi masih didengar jelas mamanya.
"Enggak gitu, Nak. Tadi mama di kasih tau mama mertuamu, kalau ada yang korupsi di kantor suamimu. Jadi dia harus diselesain dulu," ujar mama Diana .
"Ada yang korupsi? Terus, kenapa enggak bilang dari tadi?" tanya Rayna entah apa yang dia pikirkan.
" Mama juga baru tau, tadi suamimu bilang cuma masalah kantor, enggak bilang kalau masalahnya begitu. Ya udah yuk, kamu pergi makan dulu," ajak bunda mama.
"Tapi Rayna memang kepingin makan durian, Bunda," rengek Rayna lagi.
"Ya sudah, tunggu suamimu pulang. Nanti mama yang nyuruh pergi beli," pasrah mama Diana daripada Rayna tidak makan sama sekali?
"Serius? Enggak bohong, 'kan?"
"Enggak, ayo pergi makan. Nanti cucu mama nangis lagi, karena lapar," guraunya, Reya mengangguk.
πππππ
Detik, menit, dan jam berlalu, waktu sudah menuju senja. Belum ada tanda-tanda, akan datangnya Keanu. Sedari tadi Rayna selalu tampak galau.
Sedikit-sedikit ....
" Mama , Mau makan duriannya sekarang."
Atau.
"Mas Keanu , kenapa belum datang?"
Atau.
"Pesan Rayna enggak pernah dibalas, atau dibaca mama ."
__ADS_1
" Rayna a telepon juga enggak pernah di angkat, padahal aktif!"
Mama Diana cuma bisa membalasnya dengan kata ini, "mungkin masalahnya belum selesai, masih sibuk, jadinya enggak pernah diangkat, karena dikasih mode hening.
Entah kenapa juga, keinginan Rayna ingin makan durian tidak pernah musnah. Selalu teguh dengan prinsip, walau sudah beberapa kali disodorkan dengan makanan lain.
Tiba saatnya tepat pukul 17:11, suara deru mobil terdengar dari luar. Rayna yang memang sudah hafal dengan suara mobil itu, cuma diam dan diam. Cuma mama Diana yang pergi membukakan pintu. Sedangkan Rayna tetap berdiam diri, mungkin sudah kesal dengan suaminya itu.
Ada yang bertanya-tanya? Di mana paapt Wijaya ? Jawabannya papa Wijaya juga belum pulang dari kantornya.
Walau ngambek, Rayna masih sempat mencuri-curi pandang ke arah Keanu yang terlihat sedang berjalan ke arahnya. Dasi yang sudah dilonggarkan, jasnya sudah dia lepas, dan rambut yang sedikit tidak rapi.
"Rayna ," panggil Keanu sambil menduduk 'kan dirinya di sofa.
" mama masuk duluan yah," pamot mama Diana yang mungkin mengerti akan adanya adegan keluarga, antara anak dan menantunya.
"Marah? Hey, Mas minta maaf. Tadi ada masalah kantor, benar-benar enggak bisa ditunda," ucap Keanu , sambil mengelus rambut Rayna lembut.
"Oke, sebagai gantinya, Mas turutin apa'pun mau kamu," rayu Keanu.
"Makan, durian?" tanya Rayna angkat bicara.
Keanu tersenyum kikuk, lalu menggelengkan kepala, bertanda 'tidak boleh.' Rayna kembali merengut masam, dengan memalingkan wajahnya.
"Makan yang lain aja, ya?"
"Ya udah, yang lain aja," ucap Rayna , Keanu tersenyum, dan mengangguk.
"Sup semangka," ucap Rayna, Keanu yang tadinya tersenyum beralih melongo.
"Sup semangka?" tanyanya seakan tak percaya, dengan pendengarannya.
Namun Rayna mengangguk, tandanya dia tidak salah dengar. Ya Tuhan, sepertinya anaknya sengaja mengerjainya.
Oh hey, dirinya baru pulang dari kantor. Lelah? Pasti, tapi kenapa anaknya sunggu tidak bisa mengertinya? Harusnya saat ini, dia sudah bermanja-manja dengan sang istri, tapi apa mau dikata.
"Kalau enggak mau beliin sup semangka, ya udah temenin Rayna pergi beli hamster !" ucap Rayna dengan sangat gembiranya saat menyebut hamster.
"Ha? A-apa tadi kamu, bilang?" tanya Keanu masih dengan wajah cengonya.
"His, kalau enggak mau beliin sup semangka, ya udah temenin Rayna pergi beli hamster. Jelas, 'kan?" Keanu mengangguk, sambil menghempaskan kepalanya, berbaring ke samping sofa.
"Mas, capek?" tanya Rayna seakan tak melihat kondisi suaminya saat ini.
"Banget, masalah di kantor Mas menumpuk. Belum lagi kasus korupai pegawai Mas. Mas lelah lahir batin," ucap Keanu , terdengar ... agak seperti mendrama di akhir kalimatnya.
"Jadi, enggak bisa pergi?" tanya Rayna lagi. Keanu tidak menjawab, tapi langsung membangunkan kepalanya dan lantas memeluk Rayna , membenamkan wajahnya di leher Rayna .
"Tunggu Mas istirahat sepuluh menit, baru kita pergi," gumam Keanu , tetap memeluk Rayna.
"Ya udah, Mas istirahata aja," ucap Rayna dengan membelai rambut suaminya.
"Besok jadwal check up, 'kan?"
"Iya, kenapa emang nanya gitu?"
"Enggak apa-apa, cuma Mas penasaran. Jangan-jangan, anak kita ada dua," ucap pak Keanu sekenanya.
"Sok tau!"
"Buka gitu, abisnya Mas kadang heran. Kamu sebentar-sebentar bar-bar atau selalu mendesak, tapi sebentar-sebentarnya kalem-kalem aja. Ya Mas penasaran, besok kita USG, ya? Biar ngobatin rasa penasarannya Mas," ujar Keanu panjang.
"Bukannya saat pertama, kita udah USG? Dokternya juga enggak bilang apa-apa," balas Rayna
"Ya siapa taukan, kalau dulu belum kelihatan karena masih kecil. Atau dokternya enggak terlalu merhatiin," belanya.
"Ya-ya, terserah Mas. Emm, udah sepuluh menit. Ayo pergi," ucap Rayna semangat 55.
"Nah-nah, kembali bar-barkan. Nanti dulu Sayang, masa sepuluh menitnya cepet banget selesainya," gerutunya.
"Mana saya tau, jamnya yang terlalu cepat."
"Nanti ya, kamu enggak kasihan sama Mas? Mas baru pulang loh ini, masa udah mau pergi lagi?"
Nih-nih, bukan apa-apa. Bukan masalah ke sup semangkanya, tapi ... hamsternya.
"Bilang aja kalau Mas ... takut, 'kan sama itu, hamsternya? Kan?"
"Mas enggak usah jawab, 'kan? Kamu sudah tau jawabannya," jawab Keanu , dengan menutup wajahnya dengan bantal.
"Tapi itu banyak bulu-bulu loh, Reya. Enggak baik sama --"
"Mas!" rengek Rayna sambil menarik tangan Keanu
"Iya-iya, Mas pergi ganti baju dulu. Kamar enggak kekunci, 'kan? Mas mau pinjam bajunya, soalnya baju Mas enggak ada di sini," tanya Keanu dibalas anggukan Rayna.
πππππ
"Ra , Mas enggak usah masuk, ya? Mas tunggu kamu di sini aja," ucapnya, dengan wajah memelas.
"Kalau di dalam Rayna kenapa-napa, gimana? Kalau sampai Rayna kep--"
"Oke-oke, oke! Mas ikut masuk," putusnya.
Rayna menepuk bahu Keanu dengan seulas senyum manisnya. Tapi itu tak berarti apa-apa bagi Keanu , yang di pikirannya sekarang cuma ..., bagaimana kalau sampai ada yang lepas, terus memanjati tubuhnya? Atau lain sebagainya.
"Ayo!" seru Rayna , begitu semangatnya. Sedangkan orang yang diajaknya, cuma memasang wajah cam anak kecil, yang tak dituruti kemauannya.
Sorry for typo. π
ππHaii readers,
__ADS_1
ππTerimakasih sudah mampir,
Tinggalkan jejak like dan komwelnya.