CEO DINGIN & Istri Kesayangan

CEO DINGIN & Istri Kesayangan
Eps. 57. I'M COMING SEOUL 4


__ADS_3

Pada malam harinya di hotel Rayna dan Keanu beristirahat dan membaringkan tubuhnya diatas kasur yang empuknya.


Keanu merengkuh tubuh Rayna ke dalam pelukannya seraya melihat ke dalam ponsel Rayna yang sedang menayangkan video membuat dessert.


"Kamu mau buat itu?" tanya Keanu


"Rencananya. Tapi, belum ada waktu," jawab Rayna.


"Ya udah, bobok. Udah malam, besok saya mau kerja." Aku membaringkan tubuhnya di ranjang dan menyelimutinya bersamaan dengan diriku. Hari ini, salju masih turun, mungkin sekitar 2 minggu kedepan.


Keanu menatap ke arah Rayna yang belum juga menutup matanya.


"Mikirin apa?" tanya Keanu membuat ia menoleh.


"Gak, andai aja aku bisa main salju di luar. Tapi, kondisi badan gak memungkinkan."


Keanu terkekeh pelan mendengar penuturan Rayna . Keanu mendekapkan tubuh mungilnya Rayna ke pelukan hangatnya dan mengecup pelipis Rayna.


"Bisa kok, kalo suhu tubuhmu normal kamu bisa melakukannya," jawab Keanu membuat Rayna tersenyum bahagia.


Kami menutup mata mengabaikan salju yang masih enggan untuk berhenti turun menyapa bumi.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Pagi ini, Rayna lebih dulu bangun pagi dariku. Setelah salat subuh, aku kembali berbaring di ranjang karena suhu yang dingin sehingga ranjang menyapaku agar aku segera memeluknya.


"Pagi." Rayna menyapa Keanu


"Pagi," jawab Keanu.


Keanu menikmati nasi goreng buatannya yang dicampuri dengan beberapa potong keju. Rayna tak menyukainya, tapi Keanu menyukai keju. Entahlah, istrinya itu sangat aneh.


🐀🐀🐀🐀🐀


Keanu izin ke Rayna keluar menuju kantor cabang papanya di Korea, keluar dari hotel dan menaiki mobil kantor menuju kantor papanya. Tak ada kendala sedikit pun di kota ini, walau ramai tapi tetap lancar.


Keanu turun dari mobil dan berjalan menuju lobi kantor. Sekretaris papa memberikan beberapa map yang harus ia tanda tangani beberapa berkas yang aku siapkan untuk rapat nanti.Dan papa sudah ada menanti Keanu di ruangannya.


🐀🐀🐀🐀🐀🐀🐀


Pukul 12.00 KST, Keanu dan papa Kevin makan di kantin. Banyak mata wanita yang menatap Keanu . Keanu hanya diam dan memberikan tatapan tajam pada mereka. Bukannya takut, malah mereka senyum-senyum tak jelas.


"Mungkin mereka mengira kamu masih bujangan," timpal papa membuat kunyahanku terhenti.


"Kau tampan sepertiku dulu, ketampanan ku turun padamu."


Keanu menggelengkan kepala sambil terkekeh mendengar ocehan papa. Benar juga.


Selesai makan siang, Keanu mengirim pesan Line pada Rayna agar ia mengisi perutnya dan minum vitamin.


Ping.


(Iya.)

__ADS_1


Keanu tersenyum dan memasukkan ponsel ke dalam saku celana untuk kembali kantor.


🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣


Pukul 20.00 KST, Keanu dan papa sampai ke hotel . Keanu tak melihat keberadaan Istrinya itu ,di dapur dan tengah-tengah Hotel . Kaki Keanu membawaku menuju kamar.


Ceklek.


Keanu mendorong pintu pelan dan mengendap-ngendap layaknya maling.


"Dia tidur," gumam Keanu membuka jas dan langsung mandi.


Selesai mandi, Rayna mengucek matanya dan menatap Keanu yang tengah menyisir rambut di depan meja rias.


"Tidurlah," ucap Keanu mengecup pipinya.


"Kok pulang malam?" tanyanya.


"Hm, rapat kali ini banyak. Besok saya gak ke kantor lagi."


"Kenapa?"


"Kantor papa udah kembali stabil. Papa juga suruh kita keliling kota Seoul atau Busan sambil honeymoon."


Rayna menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, malu. Pasti dia sekarang sedang blushing.


"Kenapa? Malu?" tanya Keanu menggodanya.


πŸ‹πŸ‹πŸ‹πŸ‹πŸ‹πŸ‹


Hari ini, Rayna tidak lagi demam ataupun bersin-bersin. Tubuhnya bisa menyesuaikan cuaca dingin di Seoul , Keanu membawanya menuju Lotte World untuk melepas suntuk saat dia di hotel.


"Wah, kayak di dunia cinderella!" teriak Rayna melihat jembatan yang sangat cantik.


Rayna berdiri di bibir jembatan Lotte World dan menghirup udara yang dingin. Banyak pasang mata yang melihat tingkahnya yang imut dan menggemaskan apa lagi dengan pakaiannya yang tebal membuat ia seperti anak kecil saja.


Keanu berdiri di sampingnya seraya menghembuskan napas kasar sehingga keluar embun dari deru napas Keanu .


"Pantesan kulit orang Korea putih-putih."


Keanu menatap Rayna lalu mengusap kepalanya yang diselimuti dengan penutup kepala berbulu sampai bahunya.


"Tergantung keturunan juga, sayang." Aku memeluknya erat sambil menikmati pemandangan di sini.


"Ayo, kita isi perut." Keanu menarik Rayna menuju sebuah restoran yang terletak agar jauh dari Lotte World. Restoran yang sering Keanu kunjungi saat Keanu sendiri tanpa Kang Yuri.


"Pilleo." Keanu mengacungkan satu tangan ke udara lalu seorang pelayan wanita datang menghampiri meja kami.


*Permisi*


"Ye," ucapnya ramah.


*Iya*

__ADS_1


"Soju 1 byeong, ramyeon 2 inbun, bibimbab, bulgogi, yogeoteu 2 inbun-eul jumunhago han seupun-eul jegonghabnida." Keanu membaca satu per satu menu yang ada di dalam buku tersebut dalam bahasa hangul.


*Saya pesan sebotol soju, dua porsi ramyeon, bibimbap, bulgogi, dua porsi yogurt dan sediakan sendok satu.*


"Joh-ayo, jamsiman gidalyeojuseyo." Dia menundukkan tubuhnya sebelum ia pergi meninggalkan kami.


*Baik, mohon ditunggu tuan, nyonya.*


Lalu beberapa menit kemudian, orang datang membawa pesanan kami. Mereka menghidangkan di atas meja dan Keanu melirik Rayna yang termenung melihat isi meja yang sudah penuh. Mereka juga memberikan beberapa dessert dan beberapa potong buah segar untuk pencuci mulut setelah makan.


"Jangan seperti itu, di sini kalo mau pesan makanan harus banyak," timpal Keanu memberikannya sendok.


Keanu menyisihkan potongan wortel yang ada di dalam bibimbap karena Rayna tidak menyukai jenis sayuran ini termasuk kismis.


"Buka mulutmu." Keanu memasukkan sepotong bibimbap ke dalam mulutnya.


Rayna mengacungkan jempol lalu meminum sedikit yogurt di sampingnya.


"Kak, kenapa pesan minuman ini."


Keanu mengikuti arah tunjuknya menuju sebotol soju.


"Untuk menghangatkan tubuh. Gak apa-apa karena cuacanya dingin, jangan berlebihan nanti mabuk. Di dalamnya terkandung 25% alkohol," jelas Keanu seraya menuangkan cairan soju ke gelas bening mungil di depan Rayna.


" Kamu tidak boleh, minum ini ya sayang, kamu lagi hamil! " titah Keanu


Keanu meneguk cairan tersebut dengan raut wajah yang unik, seperti menelan pil.


"Enak ."


Kata itu yang keluar dari mulut Keanu saat merasakan minuman tersebut.


Seleai makan, Keanu membawanya mengelilingi mall sekaligus membelikannya boneka beruang putih yang Rayna suka, beberapa perawatan wajah dan banyak lagi.


Setelah jam 22.00 KST, kami pulang dengan kedua tangan Keanu yang penuh dan Rayna memeluk boneka beruangnya. Sampai di garasi mobil, Keanu turun membawa barang belanjaan lalu menggendong Rayna ala bridal style karena dia sudah terlelap.


Lelah, itu pasti. Keanu juga merasakan dan aku bahagia bisa membuatnya tersenyum tulus untukku. Keanu bisa membahagiakan diri Rayna dan keluarga kecilnya yang sudah menjadi bagian dari keluargaku.


Keanu meletakkan tubuh mungilnya di ranjang dengan hati-hati lalu menarik selimut sampai bahunya dan menyalakan penghangat ruangan.


"Saya akan lakukan apapun agar kamu bahagia," ucapku mengelus surai hitam itu dan mengecupnya dengan penuh cinta.


Ada kehangatan dari dalam saat Rayna menatap mataku, menyentuh tanganku, berbicara denganku dengan senyumannya dan aku memeluk tubuhnya tanpa ada perlawanan.


Dia berubah karena ini adalah usaha dan tekad Keanu dulu untuk mendapatkan wanita sederhana seperti Rayna . Bukan karena aku takut kekayaanku habis, tapi aku takut untuk jatuh yang kedua kalinya dan merasakan pahitnya patah hati.


πŸ‘‹πŸ™‹Haii readers,


Semoga suka dengan ceritanya,


Tinggalkan jejak like dan komwelnya.


TerimakasihπŸ™πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2