CEO DINGIN & Istri Kesayangan

CEO DINGIN & Istri Kesayangan
Eps. 20.DEMI KEBAIKANMU


__ADS_3

Sudah siap?" tanya Keanu ketika melihat Rayna datang menghampirinya yang tengah duduk di sofa kamar yang ada di pinggir ranjang.


"Sudah, ayo kita berangkat sekarang," ajak Rayna


"Cuma satu jepit rambut yang kamu gunakan?" tanya Keanu ketika melihat penampilan istrinya yang tampak simple namun elegan.


"Memangnya, harus berapa banyak jepit yang harus ku gunakan?"


"Maksudku, kamu tidak gunakan aksesoris lain sebagai pelengkap? Cincin, gelang, atau kalung, misalnya." Keanu menarik Rayna yang dari tadi berdiri hingga terduduk di atas pangkuannya.


"Ih, apaan sih," gerutu Rayna ketika dirinya sudah mendarat dengan sempurna di paha sang suami. "Ayo berangkat," imbuhnya ingin melepaskan diri dari rengkuhan Keanu.


"Diamlah, dan jawab dulu pertanyaanku," ujar Keanu semakin mengeratkan rengk*hannya pada tubuh Rayna dan menghidupkan sedalam-dalamnya bau sang istri yang sudah menjadi candunya.


"Ini sudah ada cincin, kurasa tidak perlu memakai cincin lagi. Kalung dan gelang lain kali aja," sahut Rayna.


"Ingat pesanku, kamu harus menggunakan setidaknya satu aksesoris ke mana pun kamu pergi. Walau hanya pergi ke depan pintu apartemen ini sekali pun, kamu juga harus menggunakannya bahkan saat hanya berada di mana pun " ujar Keanu dengan wajah seriusnya.


"Kalau di luar aku bisa mengerti kenapa harus menggunakannya, tetapi kenapa saat tidak ke mana-mana juga harus tetap menggunakannya?" sahut Rayna dengan keheranan.


"Demi keselamatanmu, Sayang. Aku hanya ingin melindungi mu dari orang-orang yang memilki niat jahat kepadamu, dan jika mereka menculik mu, aku bisa dengan mudah melacak keberadaan mu. Kamu juga bisa menggunakan aksesoris tersebut sesuai kegunaan yang sudah ku ajarkan kemarin. Walau pun aku yakin mereka tidak akan bisa masuk karena todak bisa meretas keamanan rumah kita ini, kita harus tetap berjaga-jaga seandainya mereka menyamar sebagai tamu dan tiba-tiba langsung membawamu pergi. Untuk itu, gunakanlah aksesoris yang tidak akan kamu lepas saat di rumah sekali pun, bahkan saat kamu ke kamar mandi," terang Keanu panjang kali lebar.


"Terima kasih sudah mengkhawatirkan dan mencoba melindungi ku ," ucap Rayna terharu dan langsung memeluk Keanu dengan melingkarkan tangannya di belakang tubuh sang suami.


Kepalanya ia biarkan tenggelam di ceruk leher Keanu hingga nafas hangatnya membelai kulit leher lelaki yang tengah ia peluk saat ini.


"Sudah menjadi kewajiban ku dan aku juga sudah berjanji pada orang tuamu untuk selalu melindungi mu," sahut Keanu membalas pelukan sang istri dan mengelus dengan sayang kepalanya.


"Jadi, aksesoris apa yang akan kamu gunakan dan tidak akan kamu lepas meskipun hanya di rumah?"


"Cincin pernikahan kita, aku tidak pernah melepaskannya walaupun saat mandi," sahut Rayna.


"Baguslah, tetapi jang membuat mere ka mencurigai mu ketika sedang mengaktifkan fungsi aksesoris yang kamu gunakan," ujar Keanu.


"Tentu saja," sahut Rayna.

__ADS_1


Nafas hangat Rayna semakin menerpa kulit lehernya, membangkitkan sesuatu dalam dirinya yang tengah tertidur pulas.


"Posisi kita saat ini sudah sangat pas jika dilanjutkan dengan kegiatan yang lebih erotis," bisik Keanu tepat di daun telinga sang istri.


Rayna saat ini tengah duduk di atas pangkuan Keanu dengan melingkarkan kedua kakinya ke belakang tubuh sang suami, bahkan saat ini ia sedang menduduki benda p*s*k*Keanu yang semakin lama terasa semakin mengeras.


"Ish, mulai mesum," sahut Rayna memukul pelan punggung suaminya yang masih ia peluk.


"Mesum dengan istri sendiri, apa salahnya?" sahut Keanu acuh. "Apa kamu tidak merasakannya?" bisik Keanu dengan suara parau nya. "Apa pun yang kamu lakukan pada tubuhku, walau hanya meny*nt*h sedikit saja, selalu berhasil membuatnya terjaga," imbuh Keanu


Rayna menyadari pergerakan benda yang tengah ia duduki di bawah sana, dan ia juga mengerti dengan maksud dari ucapan suaminya.


"Kalau begitu, ayo kita berangkat sekarang," elak Rayna melepaskan pelukannya dari Arjun dan hendak turun dari pangkuan sang suami.


"Kali ini kamu tidak bisa pergi begitu saja setelah apa yang kamu lakukan, Sayang," ucap Keanu parau dengan matanya sudah mulai berkabut. Ia semakin mengeratkan pegangannya pada pinggang sang istri, tidak membiarkan Rayna pergi begitu saja.


"Tapi, aku tidak melakukan apa pun padamu," sanggah Rayna.


"Sudah kukatakan, kamu selalu bisa membangunkannya dengan tiap s******n mu pada t*b*h ku," sahut Keanu menekan bokong Rayna hingga area pribadi wanita itu terdesak dengan benda p*s*k* Keanu yang di dudukinya saat ini.


"Ta-tapi, ...." Rayna tidak tahu harus beralasan apa pun lagi.


Keanu pun mengerti kalau istri nya itu belum siap melakukan hubungan intim yang lebih jauh lagi, dan Keanu pun berusaha mengerti akan hal itu. Karena bagaimanapun pertemuan dan perkenalan mereka begitu singkat untuk Rayna bisa menerima dirinya sepenuhnya.


"Setidaknya bantu aku dengan cara lain, aku sungguh tidak bisa menahannya," desak Keanu .


"Ba-bagaimana caranya a-aku bisa membantumu?" tanya Rayna terbata.


Keanu menggeser sedikit t*b*h sang istri agar ia bisa membuka sabuk pengaman pada benda p*s*k* nya dan Rayna langsung menutup mata ketika melihat pergerakan tangan Keanu


"Buka matamu, Sayang." Keanu mengec*p kedua mata istrinya yang tertutup. "Bagaimana bisa membantu kalau kamu terpejam begini," imbuhnya.


Rayna perlahan membuka matanya dan bersamaan dengan itu, Keanu membawa tangan Rayna menyentuh benda p*s*k*nya.


"Jangan dilepas!" seru Keanu menahan tangan Rayna yan hendak melepaskan benda pusakanya.

__ADS_1


"Ta-tapi, ...."


"Bukankah kamu mau membantuku?" sela Keanu.


Rayna hanya mampu mengangguk pasrah dengan wajahnya yang semakin memerah. Hanya dengan menggenggamnya saja, Rayna sudah bisa merasakan betapa keras, besar dan panjangnya b*nda* p*s*k* sang suami.


"Gerakkan tanganmu ke atas dan bawah seperti ini, Sayang," suara Keanu semakin parau dan sesekali d*s*h*n lolos dari b*b*rnya ketika tangan sang istri mulai bergerak mengikuti arahannya.


Rayna melihat benda p*s*k* itu sekilas, "Waw, melihatnya saja sudah membuatku takut, apa lagi harus membiarkannya masuk ke dalam tubuhku," batin Rayna. Ia langsung mengalihkan perhatiannya pada mata berkabut sang suami.


Keanu pun membalas tatapan Rayna membuat mereka saling berpandangan dan menuntun b***r mereka untuk saling mendekat hingga akhirnya menempel dan saling menc*c*p.


B***r mereka saling menc*c*p dengan l*d*h yang saling memb*l*t dan tangan yang saling memberi sent**an. Tangan Rayna masih membel** benda p*s*k* Keanu,sedangkan tangan lelaki itu tengah mer*m*s-r*m*s benda k*ny*l yang ada di dada istrinya.


B***r Keanu turun ke leher jenjang sang istri memberikan beberapa jejak kepemilikan di sana, setelah merasa cukup memberi jejak, Keanu semakin menurunkan b***rnya ke dada Rayna dan mulai berm***-m**n di sana. Ia mulai mengh***p, mengg***t dan menj***t serta mer***s benda itu.


"Lakukan lebih cepat, Sayang," d***h Keanu menuntun tangan Rayna agar betgrak lebih cepat, hingga akhirnya c****n kental dan berl*nd*r nya keluar dari b**** p******nya membasahi tangan Rayna.


"Terima kasih, Sayang," ucap Keanu tulus menc**m puncak kepala Rayna lalu membiarkan wanita itu bersandar di dadanya, dan mendengarkan degup jantungnya berpacu.


"Maaf sudah membuatmu berantakan begini," ujar Keanu lagi. Ia menegakkan t***h sang istri, lalu membenahi penampilan istrinya yang hanya tersenyum malu-malu.


"Mandilah dulu kalau mau mandi, setelah itu kita berangkat," ujar Keanu "Atau mau aku mandikan? Dengan begitu kita bisa mandi bersama," goda Keanu


"Enggak," tolak Rayna tegas. "Aku bisa sendiri," imbuhnya dan langsung berdiri dari posisi duduknya dan berjalan cepat menuju kamar mandi meninggalkan Keanu yang tengah mengembangkan senyum bahagia.


πŸ‘‹πŸ™‹Haii reader's,


Semoga suka dengan cerita ku,


Maaf cerita nya 17+ ya.


Tinggalkan jejak like dan koment bawelnya


TerimaπŸ™πŸ’• kasih

__ADS_1


SEE YOU😍😍😍


__ADS_2