
"Dia adalah gadis tegar, gadis berhijab dengan senyum manis dan beribu kesabaran yang dimiliki. Dia adalah sahabatku,Dara Zaina" batin Azlan.
Dara menunggu Azlan di dalam mobil Azlan, tak lama Azlan masuk kedalam mobil, dan sang sopir pun membawa menuju rumah Dara. Di dalam mobil pun Dara dan Azlan tidak berbicara sama sekali hanya suara musik di dalam mobil.
Sesampainya di rumah Dara, Azlan terlebih dulu turun dan memutar membuka kan pintu buat Dara, Dara pun terkesima dengan sikap Azlan, menurutnya aneh. Dara hanya tersenyum kearah Azlan, sementara Azlan tersenyum tipis.
"Assalamu'alaikum" ucap Azlan dan Dara.
"Waalaikumsalam." ucap bunda nya Dara dan mama Azlan merasa kaget Azlan dan Dara datang bersama. Mereka berdua menyalami kedua ibu-ibu nya.
" Loh, kalian datang bersama, "ucap mama Azlan sambil tersenyum ke arah Dara, sementara Dara tersenyum membalas nya.
" Tadi Dara kebetulan ketemu sama Azlan di restauran abis ketemuan sama Rayna. " jawab Dara, mama Azlan dan bunda mengangguk dan tersenyum.
"Gimana sayang jawaban kamu atas lamaran Azlan? " tanya bunda mendesak Dara. "Emm, Dara sudah memikirkan. Dara akan menerima lamaran Azlan. " jawab Dara lalu menundukkan kepala tidak melihat kearah Azlan yang sedang menatap.
"Ya sudah , nak kalo Azlan sudah di Terima, nanti besok mama kemari membawa lamaran resmi ya nak, bunda Fisyha. " ucap mama Azlan kelihatan bahagia, sementara Azlan bersikap datar.
" Kalo begitu mama sama Azlan pulang dulu ya nak, bunda Fisyha. Kami permisi pulang, mau mempersiapkan lamaran buat Dara. " ucap mama Azlan yang bahagia sambil cipika cipika sama bunda juga mencium kening Dara. Dan Dara menyalami tangan mama Azlan.
"Assalamu'alaikum." ucap mama Azlan dan Azlan keluar dari rumah Dara, mama Azlan melambaikan tangannya sama Dara.
"Kamu menerimanya sayang. " tanya bunda setelah kepergian Azlan. " Ya, bunda. "jawab Dara singkat.
" Bunda, Dara ke kamar dulu ya. " ucap Dara. " Iya sayang, bunda akan mempersiapkan kue buat lamaran nanti malam. " jawab bunda. Bunda pun menelpon ayah agar pulang lebih awal karena Dara sudah mau menerima lamaran Azlan. Setelah bunda menelpon ke toko kue langganan, tak lupa bunda membuat kue buatan nya sendiri.
Dara pun masuk ke dalam kamarnya, merebahkan tubuhnya, tak lama dia pun tertidur.
Sore itu ayah pun sudah pulang dari kantor. dan Dara pun telah bangun, segera dengan ritual mandinya.
Tak terasa hari pun sudah malam, menunjukan pukul 19.30 keluarga Azlan , mama dan papa nya Azlan telah tiba di rumah Dara.
Ting Tong ( suara bel berbunyi)
Bibik pun membukakan pintu.
Terlihat lah Azlan beserta mama dan papanya.
"Assalamu'alaikum " ucap mama , papa dan Azlan.
" Waalaikumsalam, " jawab ayah dan bunda.
__ADS_1
Setelah Azlan , mama dan papanya Azlan duduk di ruang tamu. Sementara itu, keluarga sang calon mempelai wanita pun sudah duduk di sana.
"Jadi maksud kedatangan mama sama papa sudah jelas. Kita akan melamar Dara untuk Azlan. Jadi bagaimana pendapatmu Nak?" Tanya papa mewakili istrinya. Papa Azlan menatap ke arah Dara dan Azlan secara bergantian. " Azlan menyetujui lamaran ini, apalagi mereka berdua saling mengenal. Niat baik tidak boleh ditolak bukan" papa Azlan tersenyum tipis.
Keluarga Azlan bukan hanya membawa tubuh saja tapi mereka juga membawakan berbagai macam peralatan wanita, seperti skincare, bedak, lipstik, dan lain lain. Yang lebih menariknya adalah mereka juga membawakan makanan tradisional. Sedangkan dari pihak Dara mereka hanya menyiapkan makan malam membalasnya.
"Tapi Ma, Pa. Apa barang seserahannya gak terlalu banyak?" Tanya pap . "Iya Ma, Dara rasa ini berlebihan. Mama sudah membawakan banyak barang tapi Dara tidak punya apa apa untuk membalasnya hanya memasak makan malam.
Mama Azlan tersenyum hangat, ia berpindah posisi dan duduk di samping Dara . "Kamu sudah memberikan segalanya untuk putra mama, jadi jangan mempermasalahkan itu. Lagian seserahan seperti itu sudah menjadi tradisi di keluarga kami"ucap mama Azlan lembut memegang tangan Dara.
Dara mengangguk, ia melirik ke arah Azlan yang masih terlihat cool. Dari tadi Azlan tak berbicara sama sekali, Azlan mempersilahkan kedua orang tuanya untuk menyampaikan niatnya terlebih dahulu. "Baiklah, karena lamarannya sudah diterima, lebih baik kita tentukan tanggal pernikahan nya saja"
"Gimana kalo minggu depan" ucap papa Azlan sambil menatap kearah Dara, dan Dara terkejut.
Ayah dan ibunya Dara saling menatap, lalu beralih pada putri semata wayang mereka.
"Kami sebagai orang tua menyerahkan segala keputusannya pada Dara. Apa pun yang dia putuskan, kami akan menyetujuinya," tutur wanita paruh baya tersebut.
"Hmm, om dan tante, gimana kalo Dara minta waktu satu bulan. " ucap Dara memelas.
"Sayang lebih baik, niat baik itu di segerakan. " tegas mama Azlan. "Bagaimana nak kalo mggu depan saja. " sambil menatap kearah Dara.
Detik berganti menit.
"Jadi bagaimana?"
Pertanyaan Azlan yang terdengar seperti orang kebelet mengundang atensi semua orang hingga beralih menatapnya. Sampai Dara mendongak dengan mata melotot.
'Astagfirullah, orang ini,' batin Dara
"Sabar, Ka sabar," bisik papa Azlan.
"Saya ... saya menerimanya," ucap Dara.
"Alhamdulillah."ucap semua yang ada di ruang tamu.
" Baiklah jadi acara pernikahan Dara dan Azlan minggu depan, " ucap ayah lega.
" Biarkan dari pihak kami mengurus semuanya, "ucap mama Azlan, papa dan mama Dara mengangguk.
Dara hanya menundukkan pandangannya sambil sesekali melirik kearah Azlan, begitu pun dengan Azlan, jadi canggung seperti nya.
__ADS_1
Akhirnya kedua keluarga Azlan dan Dara makan malam bersama.
Setelah acara makan malam bersama kedua keluarga itu berbincang-bincang, sementara Azlan dan Dara pergi di depan rumah Dara.
" Kenapa. kaka tidak menolak nya? " tanya Dara sambil menatap Azlan.
"Mana berani aku menolak keinginan papa dan mama. " jawab Azlan.
"Kita jalani saja, semoga kamu yang diberikan Allah untuk mendampingi ku " tegas Azlan.
"Ya.. ka, aku akan mendampingi kaka, dan berusaha yang terbaik. " jawab Dara tersenyum manis dengan hijabnya Dara keliatan sangat cantik malam ini di mata Azlan.
Pukul 21.00 mama dan papa Azlan pu pamit pulang dengan membawa sejuta kebahagiaan di wajah keduanya.
"Assalamu'alaikum." ucap mama dan papa, dan Azlan.
" Waalaikumsalam. " jawab Dara dan mama dan papanya.
Azlan dan mama dan papa memasuki mobil, dan setelah mobil itu tidak terjangkau dari mata Dara dan mama serta papanya, mereka masuk kedalam.
" Terimakasih nak, papa harap ini yang terbaik buat kamu. " ucap Ayah membelai rambut Dara dan memeluk anak gadis nya.
"Iya ayah, ini udah kewajiban Dara buat ayah dan bunda bahagia. semoga ka Azlan jodoh yang di pilihkan buat Dara. " ucap Dara tulus.
"Ayah, bunda. Dara istirahat dulu. " ucap Dara, kedua. orang tuanya menganguk kan kepala.
"Ya, istirahat lah sayang, " ucap bunda.
Dara melangkahkan kakinya ke kamarnya. dan menganti pakaian gamis dan hijabnya dengan piyama nya, merebah kan tubuh nya merasa letih.
Ya, setelah persetujuan di rumah Dara . Kedua orang tua wanita itu memutuskan melaksanakan acara pernikahan seminggu lagi. Mungkin terlalu cepat, tetapi begitulah. Kata orang, hal baik jangan ditunda-tunda.
👋🙋Haii readers,
Semoga suka dengan ceritaku.
Tinggalkan jejak like dan komwelnya.
Terimakasih🙏💕
see you🥰🥰
__ADS_1