
Hari ini adalah hari libur, Rayna dsn Keanu berjalan-jalan kepantai.
Saat ini seluruh keluarga Wijaya berencana untuk pergi jalan-jalan ke pantai. Usia kandungan Rayna sekarang sudah menginjak 4 bulan. Rayna pernah merasakan yang namanya ngidam.
Setiap pagi Rayna sering merasakan muntah, dan tengah malam ngidam yang aneh-aneh. Kadang Rayna juga menangis jika apa yang diinginkannya tidak ia dapatkan. Rayna seperti anak kecil yang terus merengek tak menentu jika ngidamnya tak terwujud.
Kadang juga keluarga Rayna menertawakannya karena bertingkah seperti anak kecil. Rayna yang ditertawakan seperti itu malah semakin menjadi. Hanya Keanu yang bisa menenangkan sang istri. .
"Mas, kita mau pergi ke mana?" tanya Rayna lembut.
"Kita akan pergi jalan-jalan Sayang, apa kamu bahagia?" Keanu kembali melontarkan pertanyaan.
"Iya Mas, aku bahagia. Akhirnya kita pergi jalan-jalan setelah sekian lama," jawab Rayna sambil mengeratkan pelukannya.
"Yaudah Sayang, mari kita turun. Yang lain sudah menunggu kita di bawah," ajak Keanu menggandeng tangan sang istri.
"Ayo Mas," ujarnya antusias.
Tujuan mereka sekarang adalah ke pantai karena itu permintaan dari Rayna . Mereka semua hanya bisa menuruti keinginan Rayna Tak ada yang mau membuat Rayna sedih. Lebih baik memenuhi keinginan Rayna toh itu semua juga keinginan janin di kandungan Rayna.
Netra jernih itu tak henti-hentinya berbinar saat melihat deburan ombak yang ada di sana. Rayna sangat bahagia keinginannya dipenuhi sang suami maupun keluarganya.
"Mas lihat," Tunjuknya pada seekor angsa yang sedang berenang. "dia sangat lucu ya, Mas?" lanjutnya dengan senyuman.
"Iya, Sayang. Mereka sangat lucu," jawab Keanu dengan senyuman sambil mengusap kepala sang istri dengan sayang.
Selanjutnya mereka melanjutkan kebagian bermain air. Dan Rayna menghentikan langkah nya melihat ada burung yang unik menurut nya.
"Mas, aku mau berfoto dengan burung ini, Mas. Sangat lucu dan manis," ujarnya sambil menyodorkan HP kepada Keanu.
Dengan senang hati Keanu memotret istrinya dengan berbagai gaya. Rayna berpose seperti orang kehabisan gaya karena banyaknya gaya sudah ia gunakan.
"Sudah Mas?" tanyanya dengan menyodorkan tangannya.
"Iya, Sayang,"
2 jam lamanya mereka di pantai selanjutnya mereka akan pergi ke pusat perbelanjaan yang tak jauh dari pantai tersebut.
Berkeliling mencari makanan untuk dibawa pulang. Rayna berhenti di tempat jejeran makanan ringan. Ia memilih berbagai makanan ringan dan memasukkannya ke dalam troli yang dibawa Keanu.
Tak lupa Rayna juga memasukkan susu ibu hamil ke dalam troli itu. Terus berjalan hingga ke tempat berbagai aneka buah tersusun rapi. Mengambil buah anggur, jeruk, dan pir lalu memasukkan juga ke dalam troli.
Rayna sangat senang dengan apa yang ia ambil. Selama hamil porsi makan Rayna juga sangat bertambah. Bahkan ia sangat suka dengan buah-buahan. Setiap pulang kerja Keanu terus membelikan buah untuk istri tercinta.
Mata Rayna terpaku saat melihat berbagai macam pakaian bayi yang sangat menarik menggantung indah. "Mas, kita masuk ke sana yuk?" ajaknya sambil menunjuk pakaian bayi.
"Buat apa ke sana, Sayang? Lahirannya masih lama loh, Sayang?" ujarnya.
"Mas ayo kita ke sana. Aku ingin beli satu aja ya Mas. Ya ya ya," ungkap Rayna dengan memperlihatkan muka memelasnya.
__ADS_1
Keanu yang tak tega menganggukkan kepalanya. "Yaudah, ayo kita ke sana,"
Dengan senang hati mereka berjalan ke arah berbagai macam pakaian bayi. Rayna yang awalnya hanya meminta satu malah merengek meminta lebih banyak lagi. Keanu hanya pasrah mengiyakan permintaan istrinya.
Rayna asik memilih berbagai macam pakaian bayi yang menurutnya sangat lucu. Memasukkan ke dalam troli yang ia pilih hingga troli itu tampak penuh.Keanu pun membayat dan membawanya ke dalam mobilnya.
Sementara yang lainnya sudah pulang saat Rayna dan Keanu ada di pusat perbelanjaan.
Di dalam mobil Keanu menanyakan pada Rayna.
"Apa kamu sudah puas melihat-lihat, Baby?"
Rayna menoleh sekilas. Angin yang bertiup sepoi membuat rambut sang suami bertiup ke sana kemari, membuatnya terlihat begitu menawan. Senyum tipis terukir di bibir suaminya saat mereka bersitatap.
"Setelah ini, kita akan ke Korea."
Rayna terkaget, diam menatap suami nya.
Keanu menatap arloji yang melingkar tampak mewah di lengannya "Ayo, kita harus ke Korea. Sudah kupersiapkan tiket ke sana. Semuanya sudah diurus, Sayang. Akan kuajak kamu berkeliling menikmati yang indah-indah di sana."
Rayna masih ingin menikmati suasana pantai yang begitu indah dan tenang, tapi tak bisa berbuat banyak. Senyum Rayna. Tak perlu lama-lama bersusah hati . Setidaknya, suamimu seperti yang kamu bayangkan. Walau perkataannya selalu menyakitkan. Tapi meskipun begitu, bukankah seharusnya kamu kebal?
Sesampainya di rumah Rayna dan Keanu langsung menuju kamarnya.
Semua barang-barang untuk pergi jalan-jalan sudah dipersiapkan oleh Rayna , mulai dari make up, baju hangat, dan beberapa barang lagi yang dia butuhkan di sana bersama dengan sang suami, Keanu.
"Sudah siap, mas " ucap Rayna pada Keanu yang berdiri di depan jendela kamarnya. Keanu pun berjalan menghampiri Rayna , lalu membawa satu koper yang berisi pakaian mereka berdua. Sedangkan Rayna membawa ransel kecil di punggungnya, karena dia tidak suka memakai tas samping.
"Hati-hati kalau berada di sana, ya. Kalau mau makan, jangan lupa cek labelnya," ucap mama Diana, sambil memeluk Rayna dengan erat, dan kembali melepaskan pelukan itu.
"Iya, Ma. Mama gak usah khawatir," jawab Rayna mengaguk paham, dan tidak lupa menyalami tangan mama Luna .
"Keanu berangkat dulu, Ma," ucap Keanu yang juga menyalami tangan mama Luna.
Setelah menyalami tangan yang tertua satu persatu, mereka berdua berjalan masuk ke dalam mobil. Mereka di antar oleh supir pribadi Keanu , karena mereka berdua akan pergi jalan-jalan ke Korea.
Sesampainya di bandara internasional, supir Keanu kembali pamit dan mereka berdua langsung masuk ke dalam bandara tersebut.
Mereka berdua melewati beberapa proses dulu, sebelum mereka berdua dipersilakan masuk ke dalam pesawat bernuansa merah putih.
Keanu pun meletakkan koper di atas tempat yang sudah disediakan, termasuk ransel kecil Rayna , dan mereka berdua duduk di kursi VIP.
Pramugari memberikan pengumuman kepada seluruh penumpang, untuk memakai sabut pengaman, dan semua penumpang langsung memakai sabut pengaman itu.
Pesawat bernuansa merah putih itu, mulai bergerak perlahan demi perlahan, hingga roda yang dibawah pesawat itu mulai terangkat, dan pesawat itu mulai terbang di angkasa. Sebenarnya, ini kedua kali Rayna naik pesawat, dan ia terlihat begitu ketakutan. Tapi, ia mencoba untuk tidak terlihat takut.
"Apa kamu takut naik pesawat?" tanya Keanu , yang menyadari sifat aneh dari Rayna yang wajahnya sudah terlihat begitu pucat.
"Ti--tidak, mas " jawab Rayna dengan nada gelagapan, tapi wajah sudah terlihat begitu tegang.
__ADS_1
Keanu pun merangkul kepala Rayna ke dalam dekapannya, yang membuat Rayna sedikit kaget dengan perlakuan Keanu.
"Tidurlah di sini, perjalanan masih lama," ucap Keanu dengan nada dinginnya.
"Baik, mas ," jawab Rayna dengan suara pelan, perlahan tangan Rayna mulai melingkarkan di pinggang Rayna Dia benar-benar ketakutan, dan itu sebabnya dia menolak jalan-jalan ini.
Keanu nyaman saat Rayna memeluknya,dan membelai rambut istrinya.
Pesawat yang bernuansa merah putih itu baru saja mendarat di bandara internasional Seoul-Korea, setelah menempuh perjalanan cukup lama dari Indonesia-Korea.
"Rayna Ayo, bangun! Kita udah sampai," ucap Keanu sambil menepuk pelan pipi Rayna.
Rayna membuka matanya itu dengan perlahan, lalu menatap sekeliling tempat tersebut sambil mengusap-usap matanya. Terlihat beberapa penumpang yang hendak turun, ia pun membuka sabut pengamannya.
Keanu memberikan ransel kecil Rayna , dan mereka berdua pun berjalan keluar dari dalam pesawat tersebut.
"Kita bakal nginap di mana, mas ?" tanya Rayna dengan polosnya.
"Aku sudah menyiapkan semuanya," jawab Keanu sambil menghidupkan kembali ponselnya, dan Rayna hanya membalas dengan anggukan pelan.
Mobil dari perusahaan hotel ternyata sudah menunggu di depan bandara, dan mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil bernuansa hitam itu.
Rayna begitu terpesona dengan keindahan kota Seoul, dan ia tidak menyangka bisa pergi negeri Korea Selatan ini. Rayna berharap bisa bertemu dengan artis Korea nantinya, seperti Lee Jung Suk, Lee Min Ho, BTS dan masih banyak lagi artis Korea yang ingin dia temui.
'Jangan kebanyakan halu, Rayna . Suami lo aja ganteng kayak, Oppa Lee,' batin Rayna tersenyum bahagia dalam hatinya.
Beberapa menit berkendara, mobil itu kembali di depan gedung tinggi, dan nama hotelnya disensor.
Rayna dan Keanu kembali keluar dari mobil, lalu berjalan masuk ke dalam hotel tersebut. Mereka berdua berjalan menuju meja resepsionis terlebih dahulu, dan terlihat wanita yang sangat cantik di sana.
"Hallo, Tuan, Nyonya. Selamat malam dan selamat datang di hotel *****. Ada yang bisa kami bantu?" tanya wanita itu dengan menggunakan bahasa Korea.
Rayna pun menatap ke arah Keanu , karena dia tidak tau apa kata resepsionis itu. Yang dia tau hanya, anyeong hanseyo, chamsamidha, sarangheo dan beberapa kata lainnya.
Keanu pun menjawab perkataan resepsionis itu, dengan menggunakan bahasa inggris. "Malam juga. Saya atas nama, Keanu Austin ."
Wanita itu langsung mengentik keyboard komputer, dan tidak beberapa kemudian, wanita itu memberikan sebuah kartu.
"Kamarnya ada di lantai 13 nomor 175. Selamat beristirahat, Tuan, Nyonya."
"Terimakasih."
Keanu dan Rayna langsung berjalan menuju lift, dan mereka berdua kembali berhenti di lantai tiga belas. Mereka berdua berjalan menuju koridor hotel itu, hingga mereka berdua kembali berhenti di depan pintu 175.
Keanu langsung mengesekan kartu tersebut, dan terdengar suara khas pintu terbuka. Keanu mendorong pintu itu, dan terlihat kamar yang cukup besar dan sudah dipersiapkan oleh staf hotel itu.
👋🙋Haii readers,
Semoga suka dengan ceritanya.
__ADS_1
Tinggalkan jejak like dan komwelnya.
Terimakasih🙏💕 see you