
Sesampainya di rumah Rayna langsung mendudukkan dirinya di ruang tengah, sementara Keanu memasukkan mobil dlam bagasi dan menyusul Rayna.
"Sayang." ucap Keanu melihat Rayna yang masih marah padanya.
"Kaka ayo kita ke taman yuk? " rayu Rayna, dan di angguki oleh Keanu.
Mereka pun berdua kembali ke taman dekat rumahnya dengan kembali memakai mobil.
Sesampainya di taman.
Sore ini, aku dan Kak Keanu masih berada di taman. Setelah seharian aku berbelanja dan banyak makanan , akhirnya aku memutuskan untuk duduk santai bersama dengannya. Menikmati indahnya cuaca sore, juga menunggu sunset tiba.
"Pengen ice cream, deh." Aku memainkan kedua kakiku yang tergantung saat duduk di kursi taman.
Kenau melirikku sekilas. Sedetik kemudian ia kembali melemparkan pandangannya lurus ke depan.
"Ck! Gak peka," cibirku kesal.
"Makanya kalo ngomong yang komplit," ucap Keanu.
Aku bingung sekarang.
"Maksudnya?" tanyaku.
"Ice cream rasa apa? Mau beli di pedagang yang mana? Dan berapa?" tanyanya balik dengan serangan beruntun.
Aku terkesima sekaligus bertambah kesal. Yang ku harapkan adalah ... timbulnya sejuta topik di antara kami. Misalnya, ia tidak mau. Sejurus kemudian aku akan cemberut alias marah. Dan disitulah ia akan membujukku dengan gombalan. Namun, semua itu tidak mungkin. Sebab, suamiku adalah Tuan Muda Keanu yang dingin , mesum dan catat dan ingat, dia yang paling sempurna di mataku.
Aku menatapnya dengan tajam. Dia membalas ku dengan sebelah alis yang dinaikkan.
"Hm?" Tanda tanya darinya.
"Nyebelin banget! Masa kakak gak tau aku sukanya apa."
"Coklat"
Aku tersentak bukan main. Amarahku berubah menjadi rasa malu. Aku gelagapan menyembunyikan pipi yang memerah ini. Meski satu kata, tetapi damage-nya sampai ke dasar hati. Iya, aku menyukaimu. Padahal kamu bukan ice cream. Xixixi.
"Kayanya gak ada ice cream rasa keju, Aku hapal apa yang mereka jual," lanjutnya. Untung saja ia tidak serius dengan ucapannya. Aku pun mulai netral.
"Ya, kalo mau rasa keju sih aku bisa pesen di resto tadi. Cuman, aku lagi gak mood aja makan keju."
"Tadi kamu abisin berapa bungkus di rumah?" tanyanya.
"Eh, hehe."
Setiap saat, keju memang menjadi good mood-ku. Lihat saja, sekarang suamiku sudah mulai mengerti seperti apa Rayna-nya. Aku sendiri bingung, mengapa aku bisa mengatakan bahwa aku sedang tidak menginginkan keju. Ini pasti karena rasa malu yang kian menjalar ke seluruh tubuh. Hingga lisanku pun menjadi ikut salah dalam berbicara.
"Cepetan! Gua mau pulang. Biar gua beli ice cream nya sekarang, kamu mau rasa apa?"
"Rasa yang sekarang lagi aku rasain. Aaaa ...." Aku berteriak tidak mampu menahan diri. Kupeluk Tuan Muda yang sedang duduk tampan bersama denganku ini. Ia terdiam untuk beberapa saat.
POV KEANU
Lucu, dia memelukku. Kata-katanya barusan juga sangat menunjukkan bahwa dia tengah diperbudak oleh cinta. Aku ingin membalas pelukannya, tapi sulit. Sekarang, kami berdua tengah menjadi sorotan di taman.
"Lepas!" perintahku. Aku melepas pelukannya perlahan.
Cup!
Rayna mencium pipiku sekilas. Baiklah, aku menerimanya. Aku pun balik mencium keningnya sekilas. Lagi-agi dia memelukku.
"Huh .... Gua gak suka diliatin banyak orang," ujar ku. Kuharap, Rayna akan menyudahi aksi konyolnya ini.
"Aku malu tau ...." Itu yang ia katakan. Istriku ini masih setia memelukku.
__ADS_1
"Mau gua ajarin cara ngilangin rasa malu di hadapan aku ?"
Berhasil, Rayna mendongak ke arahku. Isyarat ingin tahu.
"Entar di kamar aku ajarin. Kamu masih mau ice cream atau ... kita langsung terjun ke TKP buat praktek ngilangin rasa malu?"
"Kakak kok-"
"Shhht! Ayo!" Aku membawanya ke tukang ice cream.
"Ice cream rasa apa, mbak?" tanya si tukang ice cream.
"Coklat, Pak. Satu aja," jawab Rayna . Aku hanya menyimak dan menunggu. Kuraih tangan mungil istriku. Ia menoleh ke arahku sekilas. Mungkin ia malu.
Aku menggandeng tangan kirinya sampai ke dalam mobil.
"Coklat ."
"Apa?" tanyanya sembari membenarkan sabuk pengamannya.
"Ice cream," jawabku.
"Nah ...!" Ia menyodorkan ice cream itu kepadaku. Tepat di dekat mulutku. Saat aku hendak menyambarnya ....
"Eitsss, tidak semudah itu, sayang ...."
Drama apalagi yang akan dia lakoni? Bukannya dari tadi dia yang kalah? Aku berhasil membuatnya malu terus-menerus. Sekarang, dia ingin dibuat malu lagi. Oke!
"Cium?" tanyaku. Dia menggeleng.
"Peluk?" Dia masih menggeleng.
"Anak?"
"Ishh .... Kak Keanu " teriaknya kesal.
Aku tak peduli. Ku hidupkan saja mesin mobilku. Kami pun pulang.
POV Author
Pagi harinya, Keanu terbangun dari tidur nya, dan baru menyadari dirinya tidur di ruang kerja, dan badannya terasa sangat pegel-pegel karena tertidur di sofa, efek kesel dengan sikap sang istri.
'Apa aku keterlaluan?' batin Keanu menyesal dengan sikap nya tadi malam.
"Arrgh!" teriak Keanu sambil menarik rambutnya gusar. Keanu pun langsung ke kamar, dan kamar nya terlihat sudah rapi, namun istrinya gak terlihat, Keanu pun memutuskan untuk mandi.
Beberapa bulan menjalani hidup normal sebagai pasangan suami istri. Keanu dan Rayna hidup bahagia tanpa ada masalah.
"Uueek ... ueekk!" Rayna merasa mual.
Keanu yang selesai terbaring mandi langsung berlari saat mendengar istinya muntah-muntah. "Sayang ... kamu kenapa?" tanya Keanu sembari menghampiri Rayna
"Ngga tau, ka. Perutku mulal dan tenggorokanku juga terasa pahit," lirih Rayna.
"Jangan-jangan kamu ... "
"Kenapa?"
"Ngga. Gapapa, sayang," Keanu tak ingin menduga-duga karena ia tak ingin kecewa.
"Kaka, aku mau es kelapa muda," lirih Rayna.
"Sayang, ini masih pagi. Mana ada yg jualan es kelapa muda." Ahir-ahir ini Rayna memang selalu meminta yang aneh-aneh.
"Aku mau es kelapa muda, sekarang!" Ucap Rayna mengeraskan suaranya.
__ADS_1
Keanu menggaruk kepalanya yg tak gatal. "Iya-iya, kaka beliin sekarang ya!"
Rayna menunggu Keanu di kamar, namun sudah beberapa jam Raka belum kembali juga.
"Duh, ko kepalaku pusing," lirih Rayna sambil bejalan sempoyongan.
Bruk!!
Rayna terjatuh kelantai. Para pelayan yang melihatnya segera berlari menghampiri Rayna..
"Nyonya ... nyonya!" Ucap si pelayan.
"Ayo cepat bawa ke rumah sakit!" Ucap Jhon panik. Jhon segera menghubungi Keanu.
๐น๐น๐น๐น
Di rumah sakit. Para pelayan dan bodyguard sedang menunggu kabar dari dokter.
Keanu berlari menghampiri ruangan tempat Rayna ditangani.
"Jhon ... gimana keadaan istriku?" Tanya Keanu penuh kekhawatiran.
Tak lama dokter yang menangani Rayna keluar dari ruangan itu.
"Dokter, bagaimana keadaan istri saya, apa dia baik-baik saja?" tanya Keanu pada dokter.
"Istri anda baik-baik saja pak. Selamat ya, istri anda sedang mengandung 4 minggu," ucap dokter.
Keanu sangat bahagia dengan kabar ini. Ia segera menemui Rayna yg masih terbaring lemas. Raut bahagia juga terpancar di wajah para pelayan dan bodyguard tak terkecuali Jhon.
"Sayang ... jaga baik-baik kandungan mu ya," ucap Keanu.
"Apa ... aku ... aku hamil ka?" Ucap Rayna tak percaya.
Keanu tersenyum, lalu mengelus kepala Rayna lembut. "Iya. Sayang,"ucapnya.
"Alhamdulillah," Rayna menangis bahagia, "terimakasih ya Allah."
Keanu memangku Rayna yg masih lemas menuju mobil, ia tak ingin istri tercintanya kenapa-napa.
๐น๐น๐น
Sesampainya d irumah, Keanu membaringkan Rayna di atas tempat tidur.
"Kaka, mau kemana?" tanya Rayna manja.
"Ke kantor, sayang," jawab Keanu
Grep!
Rayna memeluk Keanu . "Jangan. Disini aja temenin aku,"
"Tapi ... "
"Ngga. Kaka ga boleh kekantor. Aku kangen sama suamiku," ucap Rayna . Aneh memang setap hari Keanu di rumah tapi Rayna merasa rindu pada Keanu . Mungkin ini bawaan bayi kali ya.
๐๐Haii readers,
Gimana suka ga ceritanya??
Tinggalkan jejak like dan koment bawelnya.
๐๐Terimakasih
See youu muuuuuach๐๐๐๐
__ADS_1