CEO DINGIN & Istri Kesayangan

CEO DINGIN & Istri Kesayangan
Eps. 56. I'M COMING SEOUL 3


__ADS_3

Keanu mengikuti Rayna ke rootfoot hotel, pemandangan nya memang sangat indah, Rayna sedang terduduk. Keanu duduk di samping Rayna.


"Sayang, dingin masuk. yuk! " ajak Keanu, Rayna hanya melirik kearah Keanu dan mengangguk.


" Iya, deh aku janji ga bakalan usilin kamu lagi. " sambil memegang tangan istrinya, membawa turun dari atas rootfoot.


Rayna dan Keanu masuk kedalam kamar hotel nya dan tertidur setelah makan malam di kamar hotel nya.


Pagi hari nya Keanu mengajak Rayna ke aqurium yang teresar di kota Seoul, dan bahkan tempat itu juga pernah dijadikan tempat pembuatan drama Korea.


Keanu terlihat begitu menikmati suasana di sana, tapi tidak untuk Rayna . Ya, Rayna kini berubah menjadi pendiam, meskipun Keanu sudah mencoba untuk mengembalikan keceriaan Rayna


" Sayang,coba lihat ikan-ikan di sana. Ikannya cantik-cantik loh," ucap Keanu sambil menunjuk sekumpulan ikan, yang sedang berenang ke sana kemari di dalam aquarium tersebut.


"Gimana kalau kita ambil di foto di sini?" ucap Keanu,tapi Rayna hanya diam membisu dan Keanu masih berusaha sabar menghadapi sifat Rayna .


Keanu menghampri salah satu pengunjung di sana, lalu berkata dalam bahasa inggris, "Permisi, Tuan. Bisa ambilkan foto kita berdua?"


"Tentu," jawab pria bule itu mengaguk paham, dan menerima ponsel yang diberikan Keanu .


Keanu kembali berjalan menghampiri Rayna , lalu mereka berdua berdiri membelakangi aqurium itu.


"Senyum," ucap bule itu.


Cekrek!


Cekrek!


Cekrek!


Tiga foto berhasil di ambil oleh bule itu, dan Keanu kembali menghampri pasangan bule itu. Lalu berkata, "Terimah kasih, Tuan."


"Sama-sama, Tuan," jawab bule itu, dan pasangan bule itu kembali berlalu pergi.


"Kila, foto-fotonya keren-keren loh. Kamu mau kakak post yang mana?" tanya Keanu sambil menggeser foto-foto tadi.


"Gak usah di post. Gue gak suka foto aku di post di akun mas ," jawab sambil berjalan pergi dari hadapan Keanu dan Keanu hanya menghela nafas kasarnya.


Keanu kembali berjalan mengikuti Rayna keluar dari tempat itu, dan mereka berdua kini berada di tempat parkir.


"Sampai kapan kamu marah kayak gini sama, aku ? Aku suami kamu , Rayna ," ujar Keanu menatap manik-manik istrinya.


"Coba kamu ambil gelas kaca, lalu kamu banting ke lantai. Perasaan aku saat ini sama kayak gelas itu. Sakit, hancur, dan lo gak akan pernah bisa ngembalikan perasaan gue yang hancur lebur ini," jawab Rayna , sambil berjalan masuk ke dalam mobil.


Keanu hanya bisa menghela nafas kasarnya, lalu berjalan masuk ke dalam mobil dan tidak lupa memasang sabut pengaman saat berada di dalam mobil.


Keanu kembali menjalankan mobilnya, meninggalkan tempat itu dan mulai membelah jalan yang lumayan padat. Lampu-lampu mobil mulai menyala, dikarenakan hari yang mulai gelap.


Selama berada di dalam mobil, mereka berdua memang tidak banyak bicara, dan Rayna lebih suka memandangi ke luar jendela mobil.


"Kila! Apa gak ada sedikitpun maaf untuk aku , ya?" tanya Keanu menatap ke arah Rayna dan ia kembali menatap fokus ke depan.


"Enggak," jawab Rayna singkat.


"Bukankah kamu cinta banget sama aku ? Dan sekarang do'a kamu untuk bersama aku udah dikabulin sama, Tuhan. Kenapa kamu gak bisa maaffin kesalahan, aku. Padahal aku udah ngemis-ngemis gini minta maaf sama,kamu ."


"Gak usah minta maaf kalau terpaksa. aku juga gak butuh permintaan maaf dari, kamu . Dan asal kamu tau, cinta bisa berubah menjadi kebencian, kalau hatinya sudah terlanjur tersakiti. Kamu bukan sekali dua kali sakiti aku , tapi udah sering. Cuma kamu aja yang gak nyadar selama ini. Aku pernah cinta mati sama kamu tapi itu dulu, sekarang udah enggak lagi. Di dalam hati aku cuma ada kebencian untuk, Lo," jelas Rayna dengan tersenyum miring.


"Ok. Dulu kamu yang berjuang untuk dapatkan hati aku , dan sekarang aku yang bakal berjuang untuk mendapatkan hati kamu . Terserah kamu mau ngasih aku cobaan apa, tapi jangan pernah ucapkan kata pisah lagi," ucap Keanu yang terlihat begitu serius dengan perkataannya, dan entah kenapa dia mau mengucapkan kata itu.


"Terserah, kamu . Palingan aku yakin, kalau kamu bakal nyerah di tengah jalan," jawab Rayna dengan mengakat kedua bahunya.


"Aku bakal buktikan sama kamu , kalau aku benar-benar serius dengan perkataan, aku !" ucap Keanu dengan nada penuh penekanan.


"Silahkan, Pak Keanu !" jawab Rayna dengan nada mengejek.


"Ok."


Keanu kembali menghentikan mobilnya di tempat parkir, karena dia akan menghabiskan waktu bersama Rayna di taman Seoul.

__ADS_1


Tempat itu benar-benar indah, dan sekelilingnya dipenuhi dengan lampu warna-warni, membuat suasana semakin cocok untuk pasangan kekasih. Bukan hanya mereka yang berada di sana, tapi juga banyak penduduk di sana, turis asing seperti Rayna dan Keanu


Rayna langsung mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jaket, dan tidak lupa mengambil foto sendiri di sana. Tanpa Rayna sandari, Keanu mengambil foto Rayna diam-diam dan entah apa yang akan direncanakan Keanu setelah itu.


Keanu melihat hasil foto tersebut, dan hasilnya sangat memuaskan menurut Keanu


Instagram.


@Keanu Austin 1111


Caption: Kekasih halal @Rayna Aurelie1111


" Aku bakal tebus semua kesalahan aku pada kamu Rayna " guman Keanu sambil memposting foto tersebut, dan ia kembali mematikan data ponselnya.


Mungkin Keanu ingin merasakan perjuangan Rayna selama ini, dan bagaimana rasa sakit yang dirasakan Rayna selama ini.


Dilain waktu, Bianca kembali merasakan sakit di dadanya, ketika melihat Keanu memposting foto Rayna di akun media sosialnya.


'Bianca , kamu harus ikhlas, dan ingat kalau Keanu bukan jodohmu, tapi dia sudah milik orang lain sekarang,' batin Bianca yang mencoba menguatkan dirinya.


Aku berjalan membawa es krim kemasan menuju parkiran lalu membuka pintu mobil dan memberikan es krim tersebut pada Rayna


Aku menghapus keringat yang menempel di dahinya dengan punggung tangan dan ibu jariku saat Rayna tengah menikmati es krim yang kubawa.


"Enak?" tanyaku seraya membuka bungkusan es krin tersebut lalu melahapnya.


"Banget, manis lagi."


Aku tersenyum mendengarnya. Setelah es krim ku habis dalam tiga puluh detik, aku mengeluarkan mobil dati parkiran dibantu oleh tukang parkir.


"Berapa bang?" tanyaku pada tukang parkir laki-laki paruh baya.


"10 ribu."


Aku memberikan uang yang ia minta seraya mengucapkan terima kasih lalu pulang menuju hotel.


Sampai di hotel , kami dibantu OB untuk membawa barang belanjaan ke dapur.


"kamu sakit? Kok mukanya pucat gitu?"


Aku menoleh ke arah Rayna yang tengah menyentuh kening OB untuk mengecek suhu tubuh OB.


"Kalau kamu sakit, jangan dipaksa kerja. kamu bisa bilang sama saya ,saya akan bilang atasan kamu untuk cuti sampai sembuh," ujar ku khawatir.


"Gak apa-apa, tuan. saya kuat, kok."


"Istirahat dulu"


Rayna menuntun OB berjalan menuju kamar untuk menyuruhnya beristirahat.


"Gimana?" tanyaku tanpa menoleh ke arah Rayna yang berjalan lalu duduk di kursi.


"Kayaknya OB demam, deh."


"Ya udah, kamu buatin bubur gih," pintaku yang disetujui Rayna


Sementara aku harus mencuci dua potong ayam dan sisanya kumasukkan ke dalam lemari pendingin untuk stok hari esok.


Aku mulai mengambil mangkuk ukuran sedang lalu memasukkan ayam potong tersebut ke dalamnya dan membersihkan di wastafel dengan air mengalir.


Setelahnya aku mulai menaburi garam dan bawang putih di tempat ulekan cabe.


"Udah?" tanyaku pada Rayna.


"Sedikit lagi."


Tak berselang lama, Rayna mengantar semangkuk bubur buatannya dengan nampan dan segelas jus buah yang ia bawa dengan nampan kayu berbentuk lingkaran.


"Udah."

__ADS_1


Aku menoleh ke arah Rayna yang berdiri di sampingku saat aku tengah melumuri bumbu-bumbu tersebut.


"Kamu mau masak apa?" tanyaku padanya.


"Ayam ini lumayan banyak, sebagian buat ayam crispy aja."


Aku menganggukkan kepala menyetujui usulannya. Aku berjalan sedikit ke wastafel untuk membersihkan tangan, sementara Adnan mulai menaburi tepung terigu dan tepung khusus untuk ayam lalu memecahkan telur ayam.


Aku melihat kegiatannya yang tengah mengocok telur ayam di mangkuk kecil kaca itu.


Perlahan ayam itu ia lumuri tepung yang sudah ia aduk lalu ia masukkan kembali ke dalam telur yang sudah dikocok lalu ia masukkan lagi ke dalam tepung. Begitu seterusnya hingga di rasa cukup, ia masukkan paha dan dada ayam ke dalam minyak panas.


Aku kembali berjalan duduk di meja dekat wastafel lalu membidiknya dari belakang.


Aku mulai berselancar ke WhatsApp group.


Pict.


[Istriku sedang masak, kalian mau berkunjung ke hotel ?]


Send!


Beberapa detik kemudian, Cinta tengah menulis sesuatu setelah melihat pesan group dariku.


Ping!


Cinta Bobrok


[Kakak ipar sedang masak apa?]


Aku mulai membalas pesannya.


[여기에 오시려면 먼저 치킨과 밀가루를 사는 것을 잊지 마세요. 아, 우연히도 닭고기 달걀이 부족합니다. 여기에오고 싶다면 가져 오세요. 싸지 않은 것은 없습니다.]


Send!


*Yeogie osilyeomyeon meonjeo chikingwa milgaluleul saneun geos-eul ij-ji maseyo. A, uyeonhido dalg-gogi dalgyal-i bujoghabnida. Yeogie-ogo sipdamyeon gajyeo oseyo. Ssaji anh-eun geos-eun eobs-seubnida.)


(Masak ayam pop, kalau mau ke sini jangan lupa beli ayam sama tepung dulu. Oh iya, kebetulan telur ayam udah menipis. Kalian bawa ya, kalau mau ke sini. Gak ada yang gak murah.)


Ping!


Cinta Bobrok


[아니오와 동일하지 않는 것이 좋습니다. 집에서 더 좋게 만들면 내 차도 배터리가 부족하지 않습니다.]


(Aniowa dong-ilhaji anhneun geos-i johseubnida. Jib-eseo deo johge mandeulmyeon nae chado baeteoliga bujoghaji anhseubnida.)


(Sama dengan enggak, mending gak usah. Buat di rumah lebih bagus, mobil aku juga gak kehabisan baterai.)


Aku menutup mulutku membaca pesan dari Cinta.


Papa sedang mengetik.


Aku menunggu pesan dari papa dengan mengetuk jariku di atas meja kaca.


Ping!


Papa


[Wah, menantuku sedang masak, ya? Papa sedang di kantor sekarang. Bau ayamnya sampai ke sini tahu. Papa jadi lapar.]


👋🙋Haii readers,


Semoga suka ya cerita nya, Maaf kalo ada tulisan dan kota-kota yang salah.


Tinggalkan jejak like dan komwelnya.


🙏💕Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2